Pringsewu, SniperNew.id – Rebusan akar alang-alang (Imperata cylindrica), yang dikenal juga dengan nama lokal seperti ilalang atau lalang, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama di Asia Tenggara dan Tiongkok. Bagian akar tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif yang dipercaya memberikan manfaat kesehatan, Minggu 06 Juli 2025.
Berikut ini adalah paparan keampuhan rebusan akar alang-alang berdasarkan pengobatan tradisional dan beberapa temuan ilmiah:
Kandungan aktif dalam akar alang-alang, akar alang-alang mengandung:
#Asam fenolat
#Saponin
#Arundoin
#Silindrin
#lmperanin
#Glukosa dan fruktosa
Adapun manfaat Rebusan Akar Alang-alang:
1. Menurunkan Panas (Antipiretik)
Akar alang-alang berfungsi sebagai penurun demam secara alami. Ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan demam tinggi, khususnya yang disebabkan oleh infeksi ringan.
2. Melancarkan Buang Air Kecil (Diuretik), Rebusan akar alang-alang sangat terkenal untuk melancarkan urin. Ini bermanfaat untuk:
Mengatasi infeksi saluran kemih (ISK), Mengurangi pembengkakan (edema), Membantu detoksifikasi ginjal
3. Mengatasi Panas Dalam dan Sariawan, Secara tradisional, akar alang-alang digunakan untuk meredakan gejala panas dalam seperti:
-Tenggorokan kering
-Bibir pecah-pecah
-Sariawan
4. Menurunkan Tekanan Darah, Efek diuretiknya membantu mengurangi volume darah dan tekanan pada pembuluh darah, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami.
5. Membersihkan Darah dan Hati (Liver Detox), Akar alang-alang dipercaya membantu fungsi hati dan membersihkan darah dari racun, sehingga bermanfaat untuk orang dengan masalah hati ringan.
6. Menghentikan Pendarahan Ringan, Dalam beberapa praktik herbal, akar alang-alang digunakan untuk menghentikan mimisan atau pendarahan ringan lainnya karena sifat astringennya.
Cara Membuat Rebusan Akar Alang-alang, Adapun Bahannya Sbb:
1 genggam akar alang-alang segar atau kering (cuci bersih)
3 gelas air
Dengan caranya Sbb:
1. Rebus akar dalam air hingga tersisa sekitar 1–1,5 gelas.
2. Saring air rebusan, minum dalam keadaan hangat atau dingin.
3. Bisa diminum 1–2 kali sehari, tergantung keluhan.
Hindari konsumsi berlebihan, karena bisa menyebabkan iritasi lambung.
Tidak disarankan untuk ibu hamil tanpa konsultasi medis.
Jika Anda memiliki penyakit ginjal kronis, konsultasikan dulu ke dokter. Sebagai pengobatan tambahan, bukan pengganti obat medis.
Penulis: (Darmawan)


















