Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Kali Cilemahabang Diduga Tercemar Limbah, Permukaan Air Dipenuhi Busa

380
×

Kali Cilemahabang Diduga Tercemar Limbah, Permukaan Air Dipenuhi Busa

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.d - Dugaan pence­maran lingkun­gan kem­bali men­cu­at di Kabu­pat­en Bekasi. Kali ini, Kali Cilema­ha­bang yang bera­da di Desa Waluya, Keca­matan Cikarang Utara, diduga kuat ter­ce­mar lim­bah indus­tri. Kon­disi ini ter­li­hat jelas dari muncul­nya busa putih tebal yang menu­tupi ham­pir selu­ruh per­mukaan air di sep­a­n­jang ali­ran sun­gai terse­but, Rabu (06/08/25).

Fenom­e­na ini terekam dalam ung­ga­han video oleh akun media lokal Axialnews.id, yang menun­jukkan per­mukaan sun­gai di kawasan Ben­dung Lema­ha­bang, Bekasi, pada Selasa (5/8/25), tam­pak seper­ti ter­tut­up sabun. Busa putih yang mengam­bang tebal itu menim­bulkan kekhawati­ran serius di ten­gah masyarakat, teruta­ma war­ga yang bermukim di sek­i­tar ali­ran sun­gai.

Dalam ung­ga­han di media sosial, Axialnews.id menyam­paikan seba­gai berikut:“Kali Cilema­ha­bang di Desa Waluya, Keca­matan Cikarang Utara, Kabu­pat­en #Bekasi, diduga ter­ce­mar lim­bah. Kon­disi ini ter­li­hat dari busa tebal yang muncul di sep­a­n­jang ali­ran sun­gai, tepat­nya di Ben­dung Lema­ha­bang, Selasa (5/8/25). Dugaan pence­maran ini jadi kekhawati­ran war­ga dan memer­lukan tin­dak lan­jut dari pihak berwe­nang.”

  Program MBG TK Nurul Qomar Diprotes, DPRD Diminta Segera Turun Tangan!

(Sum­ber: @infobekasi.coo)

Bukan kali per­ta­ma sun­gai di kawasan indus­tri Cikarang men­gala­mi pence­maran. Keber­adaan banyak pabrik di sek­i­tar wilayah terse­but menim­bulkan kekhawati­ran bah­wa pem­buan­gan lim­bah cair tan­pa pen­go­la­han yang layak masih ter­ja­di. Muncul­nya busa tebal di per­mukaan air, yang bukan meru­pakan fenom­e­na ala­mi, mem­perku­at dugaan bah­wa pence­maran dise­babkan oleh bahan kimia yang ter­larut dalam air.

Busa dalam jum­lah besar biasanya mengindikasikan keber­adaan senyawa sur­fak­tan, seper­ti deter­jen atau lim­bah cair dari indus­tri tek­stil, sabun, atau pabrik kimia. Bila benar demikian, pence­maran ini bukan hanya berba­haya bagi lingkun­gan, namun juga berpoten­si men­gan­cam kese­hatan manu­sia, bio­ta sun­gai, ser­ta eko­sis­tem sek­i­tarnya.

War­ga sek­i­tar Ben­dung Lema­ha­bang men­gaku mulai men­ci­um bau tidak sedap di sek­i­tar sun­gai, dis­er­tai den­gan kekhawati­ran akan dampak kese­hatan yang mungkin tim­bul jika pence­maran ini terus dib­iarkan.

  Relawan Terobos Banjir, Survei Warga Door to Door Demi Bantuan Tepat Sasaran

Pence­maran air seper­ti ini bukan hanya men­ja­di per­ha­t­ian lingkun­gan, tetapi juga masuk dalam ranah daru­rat kese­hatan dan hukum. Pemer­in­tah daer­ah, dinas lingkun­gan hidup, ser­ta aparat pene­gak hukum dihara­p­kan segera melakukan inves­ti­gasi untuk menelusuri sum­ber lim­bah dan mengam­bil tin­dakan tegas ter­hadap pelaku pence­maran.

Selain itu, per­lu adanya upaya restorasi sun­gai secara berke­lan­ju­tan agar keja­di­an seru­pa tidak terus teru­lang. Edukasi kepa­da masyarakat dan pelaku indus­tri ten­tang pent­ingnya men­ja­ga lingkun­gan hidup juga per­lu digen­car­kan.

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 ten­tang Per­lin­dun­gan dan Pen­gelo­laan Lingkun­gan Hidup secara tegas melarang seti­ap orang atau badan usa­ha mem­buang lim­bah ke media lingkun­gan tan­pa izin dan tan­pa pen­gelo­laan sesuai stan­dar. Pelang­garan ter­hadap atu­ran ini dap­at dike­nakan sanksi pidana dan den­da yang cukup berat.

Kehadi­ran media lokal seper­ti Axialnews.id dan akun infor­masi pub­lik @infobekasi.coo memi­li­ki per­an vital dalam mem­bu­ka mata pub­lik atas peri­s­ti­wa seper­ti ini. Pela­po­ran cepat dan doku­men­tasi visu­al yang dise­barkan melalui plat­form media sosial mem­bu­at isu lingkun­gan yang sebelum­nya ker­ap dia­baikan men­ja­di sorotan pub­lik yang luas.

  Jejak 1910–HGU Modern: Konflik PTPN dan Masyarakat Adat Lampung Kian Terbuka

Selain media, war­ga juga berper­an pent­ing dalam mem­berikan lapo­ran kepa­da instan­si terkait bila men­e­mukan tan­da-tan­da pence­maran lingkun­gan. Kesadaran bersama akan pent­ingnya men­ja­ga kelestar­i­an alam adalah pon­dasi uta­ma dalam mence­gah kerusakan lingkun­gan yang lebih parah di masa depan.

Peri­s­ti­wa busa tebal di Kali Cilema­ha­bang harus men­ja­di alarm bagi semua pihak bah­wa pence­maran lingkun­gan bukan masalah sepele. Sun­gai seba­gai sum­ber air dan kehidu­pan harus dija­ga bersama. Bila pence­maran ini ter­buk­ti berasal dari lim­bah indus­tri, maka per­lu dilakukan tin­dakan tegas agar tidak men­ja­di preseden buruk bagi pen­gelo­laan lingkun­gan di wilayah Bekasi dan sek­i­tarnya.

Semua pihak, mulai dari pemer­in­tah daer­ah, pen­gusa­ha, hing­ga masyarakat, harus duduk bersama men­cari solusi jang­ka pan­jang demi men­ja­ga keber­lan­ju­tan sum­ber daya air dan kese­hatan masyarakat.

Edi­tor: Ahmad

Sum­ber uta­ma: axialnews.id / @infobekasi.coo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *