Tangerang, SniperNew.id — 24 Agustus 2025, Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik sekaligus gudang busa di Kampung Pabuaran, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Minggu siang, 24 Agustus 2025. Peristiwa ini menggegerkan warga sekitar karena api membesar dengan cepat dan menimbulkan asap pekat yang terlihat hingga radius cukup jauh.
Informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali beredar melalui unggahan media sosial yang memperlihatkan kobaran api besar disertai asap hitam membubung tinggi ke udara. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar siang hari, dan tim pemadam kebakaran (Damkar) Pasar Kemis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Unggahan akun @aboutsinjay menuliskan. “Minggu siang, 24 Agustus 2025, dilaporkan terjadi kebakaran pabrik dan gudang busa di Kampung Pabuaran, Desa Pangadegan, Pasar Kemis, Tangerang. Mohon berhati-hati.”
Unggahan tersebut juga dilengkapi dengan tanda pagar seperti #pangadegan, #pasarkemis, #tangerang, dan #banten, serta ajakan untuk mengikuti akun tersebut untuk mendapatkan pembaruan informasi terkini.
Berdasarkan keterangan yang beredar, api berasal dari salah satu bagian gudang yang menyimpan material busa. Karena sifat bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat menjalar dan membesar. Dalam rekaman video yang diunggah warga, terlihat kobaran api menghanguskan tumpukan material dan sebagian atap bangunan yang telah roboh. Asap tebal berwarna hitam membubung tinggi, menutupi langit di sekitar lokasi.
Dari beberapa rekaman dan foto yang beredar, situasi di lokasi tampak mencekam. Warga yang tinggal di sekitar area kebakaran terlihat keluar rumah, sebagian dari mereka mengamati kobaran api dari jarak aman. Beberapa warga lain terlihat berusaha mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah masing-masing untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya api ke pemukiman.
Dalam salah satu rekaman video, terlihat kobaran api besar yang menghanguskan puing-puing dan material busa. Api berwarna merah-oranye membumbung tinggi, diiringi kepulan asap hitam pekat. Kondisi ini menandakan betapa intensnya api yang membakar material mudah terbakar seperti busa dan bahan pabrik lainnya.
Sementara itu, video lainnya menunjukkan kepulan asap tebal membumbung ke udara, terlihat dari perkampungan di sekitar lokasi kebakaran. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut tampak panik namun tetap menjaga jarak untuk keselamatan. Beberapa anak kecil dan orang dewasa berdiri di sekitar halaman rumah sambil mengamati arah asap.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pasar Kemis segera diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah armada damkar yang dikerahkan maupun sumber pasti penyebab kebakaran. Namun, biasanya dalam peristiwa kebakaran skala besar seperti ini, pihak damkar menurunkan beberapa unit mobil pemadam untuk mengendalikan api dan mencegah api merembet ke area lain.
Pemadaman kebakaran pabrik busa bukanlah hal yang mudah karena bahan busa sangat mudah terbakar dan dapat menghasilkan asap beracun. Oleh karena itu, proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus dan kerja sama dari berbagai pihak untuk memastikan api benar-benar padam.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada informasi resmi terkait adanya korban jiwa atau luka akibat kebakaran ini. Namun, peristiwa ini menimbulkan kerugian material yang cukup besar mengingat pabrik dan gudang busa yang terbakar menyimpan berbagai material produksi.
Pihak berwenang diharapkan segera memberikan pernyataan resmi terkait penyebab kebakaran, estimasi kerugian, dan langkah-langkah lanjutan pascakebakaran. Biasanya, setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan dari kepolisian dan petugas damkar akan melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab pasti peristiwa ini, apakah akibat korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lain.
Kebakaran besar seperti ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar, terutama karena lokasi pabrik berdekatan dengan pemukiman. Warga berharap agar pihak berwenang dapat segera menangani api dan memberikan jaminan keselamatan bagi penduduk setempat.
Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pemilik usaha dan masyarakat luas untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama terkait penanganan material mudah terbakar. Sistem keamanan dan proteksi kebakaran di pabrik atau gudang harus diperiksa secara rutin agar dapat mencegah risiko kebakaran besar seperti yang terjadi di Pasar Kemis ini.
Selain menimbulkan kerugian materiil, kebakaran ini juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan. Asap tebal berwarna hitam yang membumbung ke udara dapat berdampak buruk bagi pernapasan warga sekitar, khususnya anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan.
Dalam situasi seperti ini, warga disarankan untuk menggunakan masker atau kain basah ketika berada di luar rumah, serta menutup ventilasi rumah untuk meminimalkan paparan asap. Pihak terkait juga diharapkan segera memberikan himbauan dan penanganan jika kualitas udara di sekitar lokasi menurun akibat asap kebakaran.
Dalam kasus kebakaran pabrik, selain proses pemadaman api, langkah selanjutnya adalah memastikan area aman dari potensi ledakan atau kebakaran ulang. Material busa yang terbakar dapat meninggalkan bara api yang berpotensi memicu api kembali. Oleh karena itu, petugas damkar biasanya melakukan pendinginan setelah api berhasil dipadamkan.
Selain itu, perlu dilakukan pendataan terhadap warga sekitar yang terdampak, termasuk jika ada yang harus mengungsi sementara waktu akibat asap pekat atau kerusakan rumah. Pemerintah daerah bersama lembaga sosial biasanya akan turun tangan memberikan bantuan logistik dan kebutuhan darurat bagi korban terdampak.
Peristiwa kebakaran pabrik dan gudang busa di Kampung Pabuaran, Desa Pangadegan, Pasar Kemis, Tangerang, menjadi salah satu kejadian yang menyita perhatian masyarakat. Hingga kini, informasi resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kebakaran dan total kerugian masih ditunggu. Namun, peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di area industri yang menyimpan bahan mudah terbakar.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman dari lokasi kebakaran, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama. Dengan kerja sama antara warga dan aparat, diharapkan kebakaran dapat segera diatasi dan dampaknya diminimalkan.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang beredar dari media sosial dan keterangan warga di sekitar lokasi kejadian. Untuk kepastian dan detail resmi, masyarakat diharapkan menunggu pernyataan dari pihak terkait seperti Kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang. (Ahmad)













