Berita Peristiwa

Cikini Diguyur Hujan Es, Warga Heboh Abadikan Fenomena Langka

758
×

Cikini Diguyur Hujan Es, Warga Heboh Abadikan Fenomena Langka

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id – Fenomena alam langka kembali mengejutkan warga ibu kota. Hujan es turun di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa sore (30/9/2025). Peristiwa tersebut terekam jelas dalam beberapa unggahan warga di media sosial dan kemudian ramai dibagikan ulang oleh akun publik Jakarta Terkini, Rabu (01/10/25).

Rekaman memperlihatkan butiran es berukuran kecil yang jatuh bersamaan dengan derasnya hujan, menyelimuti pepohonan serta permukaan jalan di wilayah padat aktivitas tersebut.

Fenomena hujan es di Jakarta bukan kali pertama terjadi. Namun, setiap kali muncul, kejadiannya hampir selalu mengundang perhatian publik, baik karena dianggap jarang terjadi maupun karena keunikannya di tengah cuaca tropis ibu kota.

Menurut unggahan Jakarta Terkini di Threads, hujan es berlangsung pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Video yang direkam warga menunjukkan suasana hujan lebat disertai butiran es berjatuhan. Potongan video yang viral memperlihatkan pepohonan di kawasan Cikini terguncang diterpa curahan hujan deras bercampur es.

Tulisan yang disertakan dalam unggahan itu berbunyi. “Fenomena langka hujan es terjadi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa sore (30/9/2025). Peristiwa ini terekam kamera warga yang memperlihatkan hujan deras disertai butiran es berukuran kecil.”

Video singkat berdurasi beberapa detik itu langsung menyita perhatian warganet. Di bagian caption, akun Jakarta Terkini menambahkan tagar #JakartaTerkini #HujanEs, untuk menandai peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang jarang terjadi.

Kejadian hujan es berlangsung di Cikini, sebuah kawasan di Jakarta Pusat yang dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi, perkantoran, hingga kuliner. Lokasinya berada tak jauh dari kawasan Menteng, yang notabene menjadi salah satu titik dengan kepadatan kendaraan tinggi pada sore hari.

  Empat Hari Menembus Bencana Demi Bertemu Keluarga

Hujan es di Cikini langsung menimbulkan perhatian lantaran kawasan ini berada di tengah kota, bukan di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang biasanya lebih sering mengalami fenomena serupa.

Peristiwa terjadi pada Selasa, 30 September 2025, sore hari, sebagaimana dituliskan dalam unggahan Jakarta Terkini. Video yang beredar direkam oleh warga pada momen hujan deras sekitar pukul 16.00 WIB.

Informasi ini kemudian cepat menyebar di media sosial, khususnya Threads, yang menjadi salah satu platform populer bagi masyarakat urban Jakarta.

Rekaman pertama berasal dari warga sekitar Cikini yang tidak disebutkan identitasnya. Video kemudian dibagikan ulang oleh akun @jakarta.terkini, sebuah kanal informasi lokal yang dikenal aktif melaporkan perkembangan terkini seputar Jakarta.

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 60 ribu kali hanya dalam waktu 11 jam setelah dipublikasikan. Jumlah interaksi semakin meningkat setelah banyak warganet menuliskan komentar, baik bernada kagum, terhibur, hingga jenaka.

Beberapa komentar warga yang ikut meramaikan di antaranya:

yo_el0105: “Pertanda Natal sudah dekat! 🎄”

damniamold: “Cikini hujan es… tinggal sediain sirop…”

nardlist: “Mana es nya?!”

nshultan: “Gak usah bikin es batu.”

Respons-respons tersebut menunjukkan bahwa peristiwa hujan es tidak hanya menjadi perhatian serius, tetapi juga memunculkan humor khas warganet yang mencoba melihat sisi lucu dari fenomena langka.

Secara ilmiah, hujan es adalah fenomena meteorologi yang terjadi ketika awan cumulonimbus terbentuk akibat kondisi atmosfer yang labil. Prosesnya bermula dari udara hangat dan lembap yang naik ke atmosfer lalu membentuk awan tinggi dengan suhu sangat dingin. Uap air yang membeku di dalam awan kemudian jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk butiran es.

  Mobil MBG Tersesat di Upacara, Sekolah Kalibaru Gempar Pagi Ini

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada kasus-kasus sebelumnya, hujan es biasanya terjadi saat:

1. Perubahan cuaca ekstrem pada siang hingga sore hari.

2. Suhu permukaan panas yang membuat konveksi udara kuat.

3. Awan cumulonimbus tumbuh menjulang tinggi hingga menembus lapisan dingin atmosfer.

4. Kondisi ini memicu butiran es terbentuk dan akhirnya turun bersama hujan.

Meski begitu, fenomena hujan es umumnya berlangsung singkat, sekitar 10 hingga 20 menit, dengan ukuran es yang relatif kecil sehingga jarang menimbulkan kerusakan signifikan.

Hujan es di Cikini langsung disambut dengan rasa takjub sekaligus heboh di media sosial. Banyak warga yang memilih mengabadikan momen tersebut lewat ponsel mereka.

Selain komentar bernuansa guyon seperti “tinggal sediain sirup” atau “gak usah bikin es batu”, sebagian warga juga mempertanyakan kebenaran video dan meminta bukti lebih jelas. Hal itu wajar, mengingat hujan es bukan fenomena sehari-hari di Jakarta.

Sebagian lainnya menghubungkannya dengan momen akhir tahun. Misalnya, komentar “Pertanda Natal sudah dekat!” menggambarkan bagaimana fenomena hujan es dianggap sebagai simbol mendekatnya musim dingin di negara empat musim.

Namun, secara umum, peristiwa ini menimbulkan rasa ingin tahu masyarakat. Banyak yang berharap penjelasan dari pihak BMKG agar fenomena ini tidak menimbulkan spekulasi berlebihan.

Menurut literatur meteorologi, hujan es di wilayah tropis seperti Indonesia sebenarnya bukan hal mustahil, meski jarang terjadi. Awan cumulonimbus yang berkembang di wilayah dataran rendah dengan suhu permukaan tinggi bisa memicu terbentuknya hujan es ketika kondisi atmosfer tepat.

Jakarta dengan kepadatan polusi udara dan urban heat island (fenomena suhu panas lebih tinggi di perkotaan dibandingkan daerah sekitarnya) bisa mempercepat proses pembentukan awan cumulonimbus. Hal inilah yang diduga menjadi salah satu faktor pemicu turunnya hujan es di kawasan Cikini.

  Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, Dua Warga Meninggal dan Ratusan Mengungsi

Fenomena serupa pernah terjadi beberapa kali di Jakarta. Misalnya, pada Maret 2017, hujan es dilaporkan mengguyur wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lalu, pada Januari 2020, peristiwa serupa juga dilaporkan di kawasan Tebet.

Setiap kejadian umumnya berlangsung singkat dan tidak menimbulkan dampak besar. Namun, tetap menjadi catatan penting dalam pola cuaca ekstrem di ibu kota.

Dalam kasus hujan es di Cikini, tidak ada laporan kerusakan berarti. Ukuran butiran es kecil sehingga hanya menimbulkan bunyi berisik saat menghantam atap seng atau daun pepohonan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.

Meski demikian, fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem semakin sering terjadi di perkotaan. BMKG biasanya mengimbau masyarakat untuk:

Waspada saat hujan deras, terutama jika disertai angin kencang. Menghindari berteduh di bawah pohon besar, yang rawan tumbang saat badai. Mengamankan kendaraan dan barang-barang penting jika parkir di ruang terbuka.

Hujan es di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa sore (30/9/2025) menjadi bukti nyata bahwa fenomena alam langka bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan di tengah kota metropolitan. Video yang diunggah warga dan disebarkan akun Jakarta Terkini telah mengundang rasa heran sekaligus kagum dari masyarakat.

Komentar-komentar warganet yang penuh humor menambah warna dalam pemberitaan fenomena ini. Meski tidak menimbulkan kerusakan, peristiwa hujan es tetap menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem semakin sering melanda ibu kota.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, sekaligus memperhatikan informasi resmi dari BMKG agar dapat memahami fenomena semacam ini secara ilmiah, bukan hanya sekadar kehebohan sesaat di media sosial. (Ahm/Ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *