Berita Peristiwa

Pipa PT Vale Bocor, Sawah Warga Luwu Timur Tercemar: Warga Minta Tanggung Jawab Perusahaan

551
×

Pipa PT Vale Bocor, Sawah Warga Luwu Timur Tercemar: Warga Minta Tanggung Jawab Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Luwu Timur, SniperNew.id – War­ga Desa Lio­ka, Keca­matan Towu­ti, Kabu­pat­en Luwu Timur, Sulawe­si Sela­tan, digegerkan den­gan bau menyen­gat bahan bakar yang ter­ci­um sejak Sab­tu pagi (23/8/2025). Sete­lah ditelusuri, sum­ber bau terse­but berasal dari kebo­co­ran pipa milik PT Vale Indone­sia Tbk yang men­galir dari Malili menu­ju Sorowako. Insi­d­en ini memicu kere­sa­han war­ga kare­na ali­ran bahan bakar terse­but diduga mence­mari salu­ran iri­gasi dan lahan per­sawa­han war­ga.

Video keja­di­an ini per­ta­ma kali diung­gah oleh akun Face­book @lilymalanti dan diber­i­takan oleh por­tal beri­ta fin.co.id. Dalam video yang viral di media sosial itu, ter­li­hat war­ga memerik­sa salu­ran iri­gasi yang airnya tam­pak menghi­tam dan berbau menyen­gat. Beber­a­pa war­ga juga memasang peng­ha­lang seder­hana meng­gu­nakan batu dan batang kayu untuk men­gu­ran­gi ali­ran cairan yang diduga men­gan­dung minyak terse­but agar tidak semakin melu­as ke lahan per­tan­ian.

Bau ini bikin war­ga khawatir, kare­na sawah kami bisa rusak dan air untuk kebu­tuhan sehari-hari jadi tidak bisa dipakai,” ujar salah satu war­ga dalam reka­man video terse­but.

Kebo­co­ran pipa bahan bakar ini menim­bulkan kekhawati­ran besar di kalan­gan masyarakat. Selain meng­gang­gu aktiv­i­tas per­tan­ian, war­ga khawatir pence­maran bahan bakar ini dap­at berdampak pada kese­hatan dan eko­sis­tem sek­i­tar. Air yang biasanya digu­nakan untuk men­gairi sawah dan kebu­tuhan sehari-hari kini ter­ce­mar, mem­bu­at war­ga harus men­cari sum­ber air alter­natif.

Ket­ua Posko Per­juan­gan Raky­at (Pospera) Towu­ti, Amrul­lah, yang turun lang­sung meman­tau lokasi kebo­co­ran, meni­lai keja­di­an ini seba­gai ben­tuk kerusakan lingkun­gan serius. Ia mende­sak pihak perusa­haan segera melakukan langkah cepat untuk menghen­tikan kebo­co­ran dan melakukan pemuli­han lingkun­gan.

  Terkekang-kejang, Sopir Truk Batu Bara Jadi Korban Pengeroyokan di Jalinsum Dharmasraya

“Kami meni­lai insi­d­en ini bukan hal sepele. Dampaknya lang­sung dirasakan masyarakat. Perusa­haan harus bertang­gung jawab dan segera melakukan tin­dakan pemuli­han,” tegas Amrul­lah dalam perny­ataan­nya kepa­da media.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun dari war­ga dan pem­ber­i­taan, bau bahan bakar mulai ter­ci­um sejak Sab­tu dini hari. War­ga yang penasaran kemu­di­an menelusuri sum­ber bau terse­but dan men­e­mukan adanya cairan berwar­na hitam yang kelu­ar dari salu­ran iri­gasi. Sete­lah ditelusuri lebih jauh, ali­ran terse­but dike­tahui berasal dari pipa milik PT Vale Indone­sia Tbk yang men­galir dari Malili menu­ju Sorowako.

PT Vale Indone­sia Tbk adalah perusa­haan tam­bang nikel terbe­sar di Indone­sia yang memi­li­ki jaringan pipa untuk men­dukung opera­sion­al per­tam­ban­gan dan pen­go­la­han min­er­al­nya. Kebo­co­ran pipa di jalur ini diduga ter­ja­di aki­bat fak­tor tek­nis yang hing­ga saat ini masih dalam penye­lidikan lebih lan­jut.

War­ga kemu­di­an mela­porkan temuan terse­but kepa­da pihak berwe­nang, ter­ma­suk pemer­in­tah desa dan pihak perusa­haan. Hing­ga Ming­gu pagi (24/8/2025), war­ga bersama aparat setem­pat masih beru­paya melakukan penang­gu­lan­gan daru­rat agar ali­ran bahan bakar tidak merem­bes lebih luas ke sawah dan pemuki­man.

Desa Lio­ka dike­nal seba­gai salah satu sen­tra per­tan­ian di Keca­matan Towu­ti. Banyak war­ga meng­gan­tungkan hidup dari hasil sawah yang kini ter­an­cam ter­ce­mar. Jika air iri­gasi terus ter­ce­mar bahan bakar, poten­si keru­gian bagi petani bisa men­ca­pai puluhan juta rupi­ah per hek­tare aki­bat gagal panen.

Kalau airnya sudah ter­ce­mar minyak, padi tidak bisa tum­buh nor­mal. Kita ini mau panen seben­tar lagi, tapi kalau airnya rusak, ya habis­lah hasil panen kami,” keluh seo­rang petani yang diwawan­car­ai di lokasi keja­di­an.

Selain sawah, ali­ran bahan bakar ini juga dikhawatirkan masuk ke kolam ikan dan sum­ber air bersih yang digu­nakan war­ga sehari-hari. Situ­asi ini mem­bu­at war­ga semakin cemas dan berharap ada langkah cepat dari pemer­in­tah maupun perusa­haan.

  Akibat Pungtung, Area Tanaman Sagu di Pekalongan Terbakar

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak PT Vale Indone­sia Tbk belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi terkait kebo­co­ran pipa terse­but. Namun, war­ga berharap perusa­haan segera men­gir­imkan tim tek­nis untuk mem­per­bai­ki pipa, menang­gu­lan­gi pence­maran, dan mem­berikan kom­pen­sasi kepa­da war­ga yang ter­dampak.

Aktivis lingkun­gan di Luwu Timur juga meny­oroti pent­ingnya tang­gung jawab sosial perusa­haan (CSR) dalam menan­gani insi­d­en ini. “Perusa­haan seharus­nya memi­li­ki SOP tang­gap daru­rat yang cepat. Jan­gan sam­pai masyarakat menang­gung dampaknya sendiri­an,” ujar seo­rang aktivis lingkun­gan yang mem­inta namanya tidak dise­butkan.

Semen­tara itu, aparat desa dan keca­matan Towu­ti telah melakukan koor­di­nasi den­gan pemer­in­tah kabu­pat­en untuk mem­fasil­i­tasi langkah penang­gu­lan­gan. Dinas Lingkun­gan Hidup (DLH) Kabu­pat­en Luwu Timur ren­cananya akan mengam­bil sam­pel air untuk diu­ji di lab­o­ra­to­ri­um guna menge­tahui tingkat pence­maran.

Ket­ua Pospera Towu­ti, Amrul­lah, mene­gaskan bah­wa pihaknya akan terus men­gaw­al kasus ini agar masyarakat men­da­p­atkan kead­i­lan. Menu­rut­nya, insi­d­en ini harus men­ja­di peringatan bagi perusa­haan-perusa­haan tam­bang untuk lebih mem­per­hatikan kese­la­matan lingkun­gan.

“Kalau pipa bahan bakar bisa bocor dan mence­mari sawah war­ga, berar­ti ada yang tidak beres dalam pen­gawasan dan pemeli­haraan infra­struk­tur perusa­haan. Jan­gan sam­pai ada kor­ban lebih banyak aki­bat kelala­ian,” katanya.

Ia juga mende­sak pihak kepolisian dan pemer­in­tah daer­ah untuk meng­in­ves­ti­gasi penye­bab kebo­co­ran secara mende­tail dan memas­tikan ada langkah per­baikan jang­ka pan­jang.

Video kebo­co­ran pipa ini den­gan cepat menye­bar di media sosial, khusus­nya Face­book dan Threads. Banyak neti­zen menyam­paikan sim­pati kepa­da war­ga Desa Lio­ka dan mende­sak pihak berwe­nang untuk segera bertin­dak.

Ung­ga­han video di Threads oleh akun res­mi fin.co.id yang menampilkan kon­disi salu­ran iri­gasi penuh minyak dan war­ga yang berusa­ha melakukan penang­gu­lan­gan daru­rat, telah diton­ton ribuan kali hanya dalam beber­a­pa jam. Banyak komen­tar war­ganet yang menge­cam perusa­haan tam­bang terse­but dan mem­inta adanya transparan­si infor­masi terkait insi­d­en ini.

  Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Cipedes, Bandung

Kasus kebo­co­ran pipa ini kem­bali mem­bu­ka diskusi pub­lik ten­tang pen­gawasan perusa­haan tam­bang dan dampaknya ter­hadap masyarakat sek­i­tar. Luwu Timur meru­pakan salah satu daer­ah peng­hasil nikel terbe­sar di Indone­sia, namun per­soalan lingkun­gan seper­ti pence­maran air dan kerusakan lahan masih ser­ing ter­ja­di.

Pakar lingkun­gan Uni­ver­si­tas Hasanud­din, Makas­sar, meni­lai insi­d­en ini seba­gai buk­ti per­lun­ya reg­u­lasi yang lebih ketat. “Indus­tri tam­bang memi­li­ki risiko ting­gi ter­hadap lingkun­gan. Pemer­in­tah dan perusa­haan harus serius mem­per­ke­tat stan­dar kea­manan infra­struk­tur seper­ti pipa penyalur bahan bakar dan lim­bah agar keja­di­an seper­ti ini tidak teru­lang,” ujarnya.

War­ga Desa Lio­ka kini berharap ada langkah nya­ta dari PT Vale Indone­sia Tbk dan pemer­in­tah daer­ah untuk mem­per­bai­ki kon­disi lingkun­gan mere­ka. Selain mem­per­bai­ki pipa yang bocor, war­ga juga menun­tut adanya pem­ber­si­han salu­ran iri­gasi dan gan­ti rugi bagi petani yang sawah­nya ter­dampak.

“Kami tidak mau jan­ji-jan­ji saja. Air bersih adalah kebu­tuhan pokok kami. Kalau perusa­haan peduli, harus ada tin­dakan nya­ta,” kata seo­rang war­ga den­gan nada tegas.

Peri­s­ti­wa ini dihara­p­kan men­ja­di pem­be­la­jaran bagi semua pihak bah­wa pen­gawasan lingkun­gan harus men­ja­di pri­or­i­tas di ten­gah pesat­nya aktiv­i­tas per­tam­ban­gan. War­ga mem­inta semua pihak duduk bersama untuk men­cari solusi agar insi­d­en seru­pa tidak ter­ja­di di masa depan.

Kebo­co­ran pipa bahan bakar milik PT Vale Indone­sia Tbk di Desa Lio­ka, Keca­matan Towu­ti, Luwu Timur, bukan hanya men­ja­di masalah tek­nis perusa­haan, tetapi juga kri­sis lingkun­gan yang berdampak lang­sung pada masyarakat. Pemer­in­tah, perusa­haan, dan pihak terkait harus segera mengam­bil langkah tang­gap daru­rat, memulihkan eko­sis­tem, ser­ta mem­berikan kom­pen­sasi yang adil bagi war­ga. Insi­d­en ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya kese­la­matan lingkun­gan dan per­lin­dun­gan masyarakat di kawasan indus­tri per­tam­ban­gan. (Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *