Berita Daerah

Tari Tradisional Meriahkan Lomba Antar Kecamatan di Tanggamus

782
×

Tari Tradisional Meriahkan Lomba Antar Kecamatan di Tanggamus

Sebarkan artikel ini

Tangga­mus, SniperNew.id — Keme­ri­ahan budaya daer­ah kem­bali hadir di Kabu­pat­en Tangga­mus, Lam­pung. Sebuah ung­ga­han dari akun media sosial Face­book berna­ma Ans Va, pada Ming­gu (24/8/2025), menampilkan momen istime­wa dari per­wak­i­lan Keca­matan Kota Agung, Kabu­pat­en Tangga­mus yang sedang mengiku­ti lom­ba tari daer­ah antar keca­matan se-kabu­pat­en Tangga­mus.

Dalam ung­ga­han terse­but ter­tulis:

 “Penampi­lan KECAMATAN KOTA AGUNG KABUPATEN TANGGAMUS dalam rang­ka lom­ba tari daer­ah antar keca­matan sek­abu­pat­en Tangga­mus Lam­pung #vod #sorotan #jangkauan­lu­as”

 

Ung­ga­han ini dis­er­tai sebuah video pen­dek yang mem­per­li­hatkan pang­gung den­gan latar oranye bertuliskan “TANGGAMUS Lam­pung” lengkap den­gan orna­men khas budaya Lam­pung. Pada bagian ten­gah pang­gung, ter­da­p­at span­duk kegiatan den­gan gam­bar dua tokoh peja­bat daer­ah, seba­gai tan­da bah­wa acara ini meru­pakan bagian dari rangka­ian res­mi pemer­in­tah daer­ah.

Di atas pang­gung, penari perem­puan tampil men­ge­nakan busana tra­di­sion­al khas Lam­pung.

Mere­ka memakai kos­tum dom­i­nan war­na kun­ing emas den­gan hiasan kepala, dipadu den­gan kain songket ser­ta lengan baju mer­ah menyala. Keti­ganya tam­pak anggun menampilkan tar­i­an yang selaras den­gan musik pen­gir­ing, menan­dakan bah­wa mere­ka sudah ter­latih dan siap mewak­ili Keca­matan Kota Agung dalam ajang ini.

  Ngopi Serasi #20 dan Safari Ramadan Hadir di Banyuwangi

Lom­ba tari antar keca­matan ini dige­lar dalam rang­ka meme­ri­ahkan per­ayaan tingkat kabu­pat­en Tangga­mus. Tujuan­nya tidak hanya untuk melestarikan budaya dan kesen­ian daer­ah, tetapi juga seba­gai sarana mem­per­erat hubun­gan antar masyarakat dari berba­gai keca­matan.

Kabu­pat­en Tangga­mus sendiri dike­nal kaya den­gan tra­disi dan seni budaya. Berba­gai tar­i­an khas Lam­pung seper­ti Tari Sigeh Penguten,

Tari Melint­ing, dan Tari Cangget ker­ap dita­mpilkan dalam acara adat maupun fes­ti­val. Kehadi­ran lom­ba ini men­ja­di momen­tum pent­ing bagi para gen­erasi muda untuk terus menc­in­tai sekali­gus men­ja­ga warisan budaya leluhur mere­ka.

Selain itu, kegiatan ini juga men­ja­di ruang ekspre­si bagi para sen­i­man lokal, khusus­nya pela­jar dan komu­ni­tas tari di tingkat keca­matan. Den­gan adanya lom­ba, para peser­ta memi­li­ki wadah untuk menun­jukkan kemam­puan sekali­gus berkom­petisi secara sehat.

Penampi­lan Keca­matan Kota Agung men­ja­di salah satu sorotan dalam ajang ini. Den­gan busana tra­di­sion­al yang ser­agam, para penari ter­li­hat per­caya diri dan kom­pak.

Seti­ap ger­akan tari tam­pak penuh mak­na, menggam­barkan kekayaan filosofi seni tari Lam­pung yang sarat nilai peng­hor­matan, keang­gu­nan, dan keber­samaan.

Meskipun hanya ter­li­hat beber­a­pa menit dalam ung­ga­han video di media sosial, namun suasana pang­gung menun­jukkan bah­wa acara terse­but berlang­sung meri­ah.

Deko­rasi pang­gung dihi­asi den­gan sim­bol khas Lam­pung seper­ti orna­men siger (mahko­ta adat) dan gam­bar lum­ba-lum­ba yang juga men­ja­di ikon Kabu­pat­en Tangga­mus.

  Pelajar Pesawaran Tembus Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Kegiatan budaya seper­ti ini men­da­p­atkan per­ha­t­ian luas dari masyarakat, khusus­nya war­ga Tangga­mus.

Melalui media sosial, ung­ga­han penampi­lan Keca­matan Kota Agung men­da­p­at berba­gai komen­tar posi­tif dari neti­zen yang men­gapre­si­asi upaya pelestar­i­an seni tari.

Beber­a­pa masyarakat meni­lai bah­wa ajang ini san­gat pent­ing untuk gen­erasi muda, agar mere­ka tidak melu­pakan budaya asli daer­ah­nya di ten­gah arus glob­al­isasi.

Tidak sedik­it pula yang berharap agar kegiatan seru­pa dap­at dilak­sanakan rutin seti­ap tahun, sehing­ga dap­at men­ja­di agen­da budaya tetap Kabu­pat­en Tangga­mus.

Lom­ba tari daer­ah bukan hanya ten­tang sia­pa yang men­ja­di juara, melainkan juga ten­tang nilai keber­samaan dan pelestar­i­an tra­disi. Tari tra­di­sion­al Lam­pung memi­li­ki filosofi yang erat kai­tan­nya den­gan kehidu­pan masyarakat, mulai dari sikap sal­ing meng­har­gai, menyam­but tamu, hing­ga sim­bol doa kese­la­matan.

Den­gan tampil­nya per­wak­i­lan Keca­matan Kota Agung, hal ini sekali­gus mem­per­li­hatkan bah­wa seti­ap keca­matan di Tangga­mus memi­li­ki poten­si seni budaya yang patut dibang­gakan.

Acara ini dap­at men­ja­di wadah pem­bi­naan gen­erasi penerus seni, sekali­gus mem­perke­nalkan kekayaan budaya Lam­pung kepa­da masyarakat luas, baik di tingkat lokal maupun nasion­al.

Provin­si Lam­pung sela­ma ini memang dike­nal den­gan banyak fes­ti­val budaya, baik tingkat provin­si maupun kabupaten/kota.

Tangga­mus seba­gai salah satu kabu­pat­en yang memi­li­ki wilayah luas dan beragam etnis, selalu aktif menampilkan seni tari dalam berba­gai per­ayaan.

Melalui kegiatan lom­ba tari antar keca­matan, Kabu­pat­en Tangga­mus turut mene­gaskan iden­ti­tas­nya seba­gai daer­ah yang men­jun­jung ting­gi warisan leluhur. Ajang ini juga dihara­p­kan dap­at menarik per­ha­t­ian wisa­tawan yang berkun­jung, sehing­ga mam­pu meningkatkan poten­si pari­wisa­ta dan perekono­mi­an lokal.

  Pelantikan DPRa PKS Suradadi, Ketua DPC Tekankan Soliditas dan Kerja Nyata

Masyarakat berharap lom­ba tari antar keca­matan ini tidak berhen­ti hanya pada per­ayaan ter­ten­tu, tetapi dap­at dijadikan agen­da rutin tahu­nan.

Pemer­in­tah daer­ah bersama masyarakat dap­at men­jadikan­nya seba­gai fes­ti­val budaya yang lebih besar, meli­batkan lebih banyak peser­ta, dan menampilkan ker­aga­man seni tra­di­sion­al dari seti­ap keca­matan di Tangga­mus.

Selain itu, dukun­gan ter­hadap sen­i­man muda juga dihara­p­kan semakin kuat. Den­gan adanya wadah seper­ti lom­ba tari, gen­erasi muda akan lebih ter­mo­ti­vasi untuk bela­jar, berlatih, dan melestarikan tar­i­an tra­di­sion­al. Hal ini san­gat pent­ing agar kebu­dayaan lokal tetap hidup dan berkem­bang di masa depan.

Ung­ga­han penampi­lan Keca­matan Kota Agung di ajang lom­ba tari antar keca­matan se-Kabu­pat­en Tangga­mus, Lam­pung, men­ja­di cer­mi­nan seman­gat pelestar­i­an budaya di daer­ah. Den­gan busana tra­di­sion­al khas Lam­pung dan tar­i­an yang penuh mak­na, penampi­lan terse­but tidak hanya meme­ri­ahkan acara, tetapi juga mem­berikan pesan bah­wa seni budaya daer­ah adalah iden­ti­tas yang harus dija­ga bersama.

Melalui kegiatan ini, dihara­p­kan gen­erasi muda Tangga­mus semakin bang­ga den­gan budayanya, masyarakat semakin kom­pak dalam men­dukung pelestar­i­an seni, dan Kabu­pat­en Tangga­mus kian dike­nal seba­gai daer­ah yang kaya akan tra­disi budaya.

Edi­tor: (Dar­mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *