Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Ibu-Ibu Tersandung Viral: Terobos Jalan Basah di Bengkong Batam, Motor Tertinggal di Lokasi

455
×

Ibu-Ibu Tersandung Viral: Terobos Jalan Basah di Bengkong Batam, Motor Tertinggal di Lokasi

Sebarkan artikel ini

Batam, SniperNew.id – Sebuah video yang menampilkan aksi seo­rang ibu-ibu men­er­o­bos jalan yang baru saja dicor di kawasan Bengkong, Kota Batam, Kepu­lauan Riau, men­dadak viral di media sosial. Video terse­but per­ta­ma kali diung­gah oleh akun Threads berna­ma andreli_48, dan telah diton­ton lebih dari 400 kali dalam beber­a­pa jam sete­lah diung­gah, Selasa (07/10).

Dalam ung­ga­han itu, narasi yang dis­am­paikan mem­per­li­hatkan adanya keke­salan dari war­ga setem­pat, khusus­nya seo­rang pria yang dise­but seba­gai Ket­ua RT di wilayah terse­but. Ia ter­den­gar marah kare­na tin­dakan ibu-ibu pen­gen­dara motor terse­but diang­gap merusak hasil ker­ja war­ga yang baru saja menye­le­saikan pengec­o­ran jalan lingkun­gan.

Menu­rut infor­masi yang dis­am­paikan oleh akun andreli_48, peri­s­ti­wa itu ter­ja­di di wilayah RT 06 RW 04 Kelu­ra­han Bengkong Indah, Keca­matan Bengkong, Kota Batam. Saat itu, war­ga sek­i­tar baru saja menye­le­saikan pengec­o­ran jalan lingkun­gan yang dilakukan secara swa­daya. Belum lama sete­lah beton jalan diratakan dan dib­iarkan men­ger­ing, tiba-tiba seo­rang ibu-ibu datang men­gen­darai sepe­da motor dan lang­sung men­er­o­bos jalur yang masih basah.

Aki­bat­nya, per­mukaan jalan yang baru dicor men­ja­di rusak, semen­tara motor yang dik­endarai ibu terse­but ter­per­osok dan tidak bisa kelu­ar dari area basah terse­but. Dalam video yang diung­gah, tam­pak seo­rang pria yang dise­but seba­gai Pak RT setem­pat memarahi pelaku dan mem­inta per­tang­gung­jawa­ban atas kerusakan yang ditim­bulkan.

Dari reka­man terse­but, ter­den­gar suara pria itu yang den­gan nada ting­gi mem­inta agar pelaku segera datang untuk mem­per­tang­gung­jawabkan per­bu­atan­nya. Namun hing­ga beri­ta ini dit­ulis, berdasarkan infor­masi dari war­ga yang diku­tip akun andreli_48, motor terse­but masih bera­da di lokasi keja­di­an dan belum diam­bil oleh pemi­liknya.

  Puluhan Warga Terjebak di Puncak Hutanabolon Akibat Longsor 

Dari penelusuran infor­masi yang dibagikan, pria yang ter­den­gar dalam video dise­but seba­gai Ket­ua RT setem­pat, mes­ki iden­ti­tas­nya belum dise­butkan secara res­mi. Ia dike­tahui adalah tokoh masyarakat di lingkun­gan Bengkong Indah yang juga turut men­gawasi pros­es pengec­o­ran jalan di wilayah­nya.

Dalam narasi video, ia ter­li­hat kesal kare­na jalan yang baru saja dicor dan belum sem­pat mengeras sudah dilalui oleh pen­gen­dara yang tidak sabar menung­gu pros­es pengerasan sele­sai.

“Sudah dikasih tahu jan­gan lewat dulu, masih basah, malah diter­o­bos,” katanya den­gan nada ting­gi, seba­gaimana ter­den­gar dalam reka­man video terse­but.

War­ga sek­i­tar juga menye­but bah­wa tin­dakan ibu-ibu itu bukan hanya merusak hasil ker­ja gotong roy­ong masyarakat, tapi juga menim­bulkan kesan tidak meng­har­gai usa­ha bersama dalam mem­per­bai­ki fasil­i­tas lingkun­gan.

Keja­di­an berlang­sung di RT 06 RW 04, Kelu­ra­han Bengkong Indah, Keca­matan Bengkong, Kota Batam, Provin­si Kepu­lauan Riau. Bengkong sendiri meru­pakan salah satu wilayah padat pen­duduk di Batam, den­gan aktiv­i­tas war­ga yang cukup ting­gi. Jalan yang baru dicor terse­but meru­pakan akses uta­ma menu­ju beber­a­pa rumah war­ga di wilayah terse­but.

Menu­rut keteran­gan yang dihim­pun oleh akun andreli_48, proyek pengec­o­ran jalan dilakukan secara swa­daya oleh masyarakat setem­pat den­gan dukun­gan tena­ga ker­ja war­ga dan dana kas RT. Jalan terse­but memang ser­ing rusak aki­bat curah hujan ting­gi dan beban kendaraan bermo­tor yang melin­tas seti­ap hari.

Ung­ga­han terse­but dibu­at empat jam sebelum beri­ta ini dit­ulis, namun tidak dise­butkan tang­gal pasti keja­di­an dalam narasi asli. Berdasarkan wak­tu ung­ga­han di Threads, peri­s­ti­wa diperki­rakan ter­ja­di pada awal Okto­ber 2025. Hing­ga kini, motor yang digu­nakan oleh pelaku dila­porkan masih bera­da di lokasi, belum diam­bil, dan belum ada per­mintaan maaf atau klar­i­fikasi dari pihak yang bersangku­tan.

  Hentikan Aksi Main Hakim Sendiri! LSM HAMMER Desak Aparat Tegas Lindungi Hukum dan Kemanusiaan

Dari keteran­gan narasi dan infor­masi lapan­gan, dugaan semen­tara penye­bab keja­di­an ini adalah keti­dak­tahuan atau keti­daksabaran pen­gen­dara motor. Jalan yang baru dicor memang tam­pak seper­ti sudah ker­ing di bagian luar, namun sebe­narnya masih lunak dan belum siap dilalui kendaraan bermo­tor.

Tin­dakan men­er­o­bos jalan yang masih basah ini men­gak­i­batkan dua keru­gian sekali­gus:

1. Kerusakan pada jalan yang baru dicor, kare­na bekas ban motor mem­bu­at per­mukaan beton men­ja­di tidak rata.

2. Keru­gian bagi pelaku sendiri, kare­na sepe­da motor yang dik­endarai ter­je­bak di beton basah dan tidak bisa dikelu­arkan.

Selain itu, keja­di­an ini juga menim­bulkan keke­salan masyarakat kare­na diang­gap merusak hasil ker­ja gotong roy­ong yang sudah dilakukan war­ga sela­ma beber­a­pa hari.

Berdasarkan lapo­ran dari akun andreli_48, motor yang digu­nakan ibu-ibu terse­but masih bera­da di lokasi keja­di­an hing­ga beber­a­pa jam sete­lah peri­s­ti­wa berlang­sung. War­ga telah memindahkan motor terse­but ke ping­gir jalan agar tidak meng­ha­lan­gi area yang masih dalam pros­es pengerasan.

Namun, hing­ga saat ini pemi­lik motor belum datang untuk mengam­bil kendaraan­nya ataupun mem­berikan pen­je­lasan kepa­da pihak RT setem­pat. Ket­ua RT yang dise­but dalam video juga telah mem­inta agar pelaku datang untuk bertang­gung jawab atas kerusakan jalan dan mem­ban­tu mem­per­baikinya.

Salah satu war­ga berna­ma Uni Yel­ni, yang dise­but dalam ung­ga­han itu, men­gon­fir­masi bah­wa kendaraan masih bera­da di tem­pat keja­di­an. Ia menam­bahkan bah­wa masyarakat berharap pelaku dap­at menye­le­saikan masalah ini secara baik-baik, tan­pa harus meli­batkan aparat pene­gak hukum.

  Mobil Dinas Camat Pantan Cuaca Hanyut, Jembatan Blangkejeren Ambruk

Ung­ga­han video ini men­da­p­atkan berba­gai tang­ga­pan dari war­ganet di plat­form Threads. Seba­gian besar neti­zen meni­lai tin­dakan ibu-ibu terse­but seba­gai ben­tuk kelala­ian dan kurangnya kepedu­lian ter­hadap ker­ja keras war­ga. Beber­a­pa komen­tar juga men­yarankan agar pihak RT mem­berikan edukasi kepa­da war­ga terkait pent­ingnya menaati ram­bu dan peringatan saat ada peker­jaan per­baikan jalan.

“Kalau sudah dikasih tan­da jan­gan lewat, ya sabar dulu. Kasi­han war­ga yang ker­ja keras cor jalan,” tulis salah satu peng­gu­na.

Namun, ada pula komen­tar yang lebih mene­nangkan, mem­inta agar masyarakat tidak lang­sung menyalahkan pelaku sebelum menge­tahui alasan sebe­narnya. Bisa jadi, pelaku tidak menge­tahui bah­wa jalan terse­but baru dicor atau dalam keadaan masih lem­bek.

Hing­ga kini belum ada keteran­gan res­mi dari pihak RT terkait langkah lan­ju­tan yang akan diam­bil. Namun, menu­rut infor­masi yang diter­i­ma, pihak RT ten­gah menung­gu itikad baik dari pelaku untuk datang dan men­je­laskan kro­nolo­gi dari sudut pan­dan­gnya.

Beber­a­pa war­ga menye­but bah­wa peri­s­ti­wa seper­ti ini seharus­nya men­ja­di pem­be­la­jaran bersama agar masyarakat lebih berhati-hati dan mematuhi tan­da peringatan di jalan, teruta­ma jika sedang ada kegiatan pem­ban­gu­nan atau per­baikan.

Keja­di­an ibu-ibu men­er­o­bos jalan yang baru dicor di Bengkong Indah, Kota Batam, men­ja­di con­toh nya­ta bagaimana kurangnya kehati-hat­ian bisa menim­bulkan keru­gian bagi diri sendiri dan lingkun­gan sek­i­tar. Meskipun tam­pak sepele, tin­dakan itu berim­bas pada rusaknya fasil­i­tas umum yang dik­er­jakan secara gotong roy­ong.

Pihak RT dan war­ga berharap agar pelaku segera datang untuk menye­le­saikan per­soalan secara kekelu­ar­gaan. Semen­tara itu, masyarakat diim­bau untuk lebih mem­per­hatikan tan­da dan peringatan di area pub­lik agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang di masa depan.

Reporter: (Redak­si SniperNew.id)
Sum­ber: (Threads @andreli_48)
Lokasi: (Bengkong Indah, Kota Batam, Kepu­lauan Riau).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *