Berita Peristiwa

Pungli Bongkar Muat di Medan Viral, Warga Soroti Dugaan Oknum Minta Uang Toko

474
×

Pungli Bongkar Muat di Medan Viral, Warga Soroti Dugaan Oknum Minta Uang Toko

Sebarkan artikel ini

Medan, SniperNew.id – Sebuah video yang diung­gah akun media sosial non_stop.id di plat­form Threads men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah menampilkan aksi dua pria yang diduga mem­inta uang dari seti­ap toko bongkar muat barang. Ung­ga­han ini viral den­gan ribuan tayan­gan dan memicu diskusi panas di kalan­gan war­ganet men­ge­nai prak­tik pung­utan liar (pungli) yang mere­sahkan pelaku usa­ha di Medan, Selasa (22/09/25).

Dalam ung­ga­han terse­but, non_stop.id menulis, “Men­gaku dr SPSI Minta Uang Tiap Toko Bongkar Barang, Alasan, Kami Ini Ker­ja, Abang Ker­janya Apa? Ban­tu Gak Ada.” Ung­ga­han itu juga menye­but, “Dua pemu­da gagah mem­inta uang tiap toko bongkar barang, marah keti­ka divideokan sama pemi­lik toko. Orang gan­teng divideoin, malah mau buka reslet­ing.”

Video yang meny­er­tainya mem­per­li­hatkan dua pria, salah sat­un­ya men­ge­nakan kaus hijau bertuliskan “NORTHEAST DENVER LEADERSHIP WEEK 2021”, ter­li­hat mendekati sese­o­rang yang diduga merekam peri­s­ti­wa. Seo­rang pria lain bera­da di samp­ingnya sam­bil memegang pon­sel. Suasana tam­pak di ping­gir jalan den­gan lalu lin­tas motor di latar belakang.

Menu­rut narasi ung­ga­han, ked­ua pria terse­but marah saat direkam dan sem­pat melakukan ger­akan yang dise­but seba­gai upaya mem­bu­ka reslet­ing celana-sebuah tin­dakan intim­i­dasi ter­hadap perekam. Tidak ada tin­dak kek­erasan fisik yang terekam, namun tin­dakan terse­but menim­bulkan keca­man dari war­ganet.

Pihak yang dise­butkan dalam ung­ga­han ini adalah dua pria yang men­gaku berasal dari Serikat Peker­ja Selu­ruh Indone­sia (SPSI). Namun, hing­ga kini belum ada kon­fir­masi res­mi apakah ked­u­anya benar anggota organ­isasi terse­but. Pemi­lik toko yang merekam video tidak dise­butkan iden­ti­tas­nya. Akun non_stop.id hanya menye­but mere­ka seba­gai peda­gang yang keber­atan den­gan per­mintaan uang.

  Duka di Fly Over UMSB Aur: Kecelakaan Motor dan Mobil Lukai Dua Warga

SPSI sendiri adalah organ­isasi buruh dan peker­ja for­mal yang telah lama berdiri di Indone­sia. Namun, beber­a­pa tahun ter­akhir, sejum­lah pihak tak bertang­gung jawab ker­ap meng­gu­nakan nama organ­isasi buruh untuk melakukan pungli, teruta­ma di sek­tor bongkar muat barang.

Lokasi keja­di­an dise­butkan ter­ja­di di Jalan Per­juan­gan Ring Road Setiabu­di, Medan, Sumat­era Utara. Ung­ga­han terse­but dibagikan sek­i­tar 40 menit sebelum tangka­pan layar diam­bil, sehing­ga peri­s­ti­wa kemu­ngk­i­nan ter­ja­di pada hari yang sama. Jalan Per­juan­gan dan kawasan Ring Road Setiabu­di dike­nal seba­gai area ramai den­gan aktiv­i­tas bongkar muat barang, toko, dan gudang dis­tribusi.

Men­ga­pa Keja­di­an Ini Ter­ja­di (Why)
Berdasarkan narasi di ung­ga­han, dua pria terse­but beralasan bah­wa mere­ka mem­inta uang kare­na “ini ker­ja.” Namun, pemi­lik toko mem­per­tanyakan ker­ja apa yang dimak­sud, sebab menu­rut­nya ked­ua pria itu tidak mem­ban­tu bongkar muat barang. Situ­asi ini menggam­barkan dugaan pungli—praktik mem­inta uang tan­pa dasar hukum dan tan­pa mem­berikan jasa nya­ta.

Pungli semacam ini telah lama men­ja­di masalah di berba­gai kota besar di Indone­sia. Pelaku usa­ha kecil dan menen­gah ser­ing kali men­geluhkan adanya oknum-oknum yang meman­faatkan nama organ­isasi untuk memak­sa peda­gang atau dis­trib­u­tor mem­berikan uang.

 

Menu­rut keteran­gan dari ung­ga­han dan video:

1. Dua pria datang ke sebuah toko atau lokasi bongkar muat barang di kawasan Setiabu­di, Medan.

2. Mere­ka mem­inta uang kepa­da pemi­lik toko atau peker­ja, men­gaku seba­gai bagian dari SPSI.

3. Pemi­lik toko yang meno­lak per­mintaan mere­ka kemu­di­an merekam peri­s­ti­wa terse­but.

4. Saat merekam, ked­ua pria tam­pak marah. Salah sat­un­ya ter­li­hat mendekati kam­era den­gan tat­a­pan tajam, semen­tara pria lain­nya tam­pak memegang pon­sel.

5. Dalam narasi ung­ga­han dise­butkan bah­wa salah satu pria melakukan ger­akan mem­bu­ka reslet­ing celana seba­gai ben­tuk intim­i­dasi.

6. Video itu kemu­di­an diung­gah ke media sosial oleh akun non_stop.id dan men­ja­di viral den­gan tagar #medan, #pungli, #viral, #bongkar­mu­at, dan #non­stopid.

Ung­ga­han terse­but memicu reak­si keras dari war­ganet. Banyak yang menge­cam tin­dakan ked­ua pria itu, menye­but­nya seba­gai per­bu­atan memalukan yang merugikan nama baik SPSI dan menam­bah beban pelaku usa­ha. Beber­a­pa komen­tar pub­lik meny­oroti bah­wa kasus seper­ti ini ser­ing ter­ja­di di wilayah bongkar muat barang di Medan dan kota-kota besar lain­nya.

  Busa Hitam Misterius Terbang di Subang, DLH Jabar Telusuri Sumbernya

War­ganet juga mende­sak pihak berwe­nang untuk menin­dak tegas oknum yang ter­li­bat pungli. Mere­ka berpen­da­p­at bah­wa aparat kea­manan dan pemer­in­tah daer­ah harus turun tan­gan untuk melin­dun­gi pelaku usa­ha kecil dan menen­gah dari intim­i­dasi semacam ini.

Seo­rang aktivis buruh di Medan yang tidak ingin dise­butkan namanya men­gatakan, prak­tik pungli den­gan men­gatas­na­makan serikat peker­ja merugikan peker­ja asli dan merusak cit­ra organ­isasi buruh.

“SPSI adalah organ­isasi res­mi yang mem­per­juangkan hak-hak peker­ja. Jika ada oknum memakai nama SPSI untuk pungli, itu bukan hanya men­coreng nama organ­isasi, tetapi juga merusak hubun­gan antara peker­ja dan pelaku usa­ha,” ujarnya.

Pakar hukum pidana dari Uni­ver­si­tas Sumat­era Utara, Dr. Ahmad Sire­gar, mene­gaskan bah­wa prak­tik semacam ini bisa dijer­at pasal pemerasan. “Jika ter­buk­ti mem­inta uang den­gan anca­man atau intim­i­dasi, pelaku bisa dijer­at Pasal 368 KUHP ten­tang pemerasan. Selain itu, tin­dakan mem­bu­ka reslet­ing celana bisa diang­gap seba­gai pele­ce­han atau intim­i­dasi, ter­gan­tung kon­teks dan buk­ti lain,” jelas­nya.

Kawasan Ring Road Setiabu­di Medan adalah jalur sibuk den­gan aktiv­i­tas logis­tik dan perda­gan­gan yang ting­gi. Banyak toko grosir, gudang, dan perusa­haan dis­tribusi berop­erasi di sana. Prak­tik pungli di sek­tor bongkar muat ser­ing ter­ja­di di area seper­ti ini, kare­na para pelaku meman­faatkan kebu­tuhan peda­gang untuk mem­per­cepat dis­tribusi barang dan menghin­dari masalah di lapan­gan.

Peda­gang dan peker­ja bongkar muat di Medan ker­ap men­geluhkan tin­dakan seru­pa. Mere­ka merasa tidak memi­li­ki banyak pil­i­han selain mem­beri uang agar tidak men­gala­mi ham­bat­an dalam kegiatan usa­ha mere­ka. Namun, kasus ter­baru ini mem­per­li­hatkan bah­wa ada pemi­lik toko yang berani merekam dan mem­pub­likasikan tin­dakan pungli, sehing­ga men­da­p­at per­ha­t­ian luas.

  Meregang Nyawa, Pelajar SMPN 1 Cabangbungin Jadi Korban Tauran

Hing­ga saat ini, belum ada keteran­gan res­mi dari kepolisian setem­pat terkait video viral terse­but. Namun, kasus pungli bongkar muat bukan hal baru di Medan. Kepolisian Sumat­era Utara sebelum­nya telah mem­ben­tuk tim khusus untuk menan­gani pungli di sek­tor trans­portasi dan bongkar muat. Pemer­in­tah kota Medan juga telah beber­a­pa kali melakukan operasi gabun­gan untuk mem­ber­sihkan prak­tik-prak­tik semacam ini.

Pihak SPSI kemu­ngk­i­nan juga akan mem­berikan klar­i­fikasi untuk men­ja­ga nama baik organ­isasi. Dalam kasus seru­pa di masa lalu, SPSI per­nah mene­gaskan bah­wa anggotanya tidak diper­bolehkan melakukan pungli dan bah­wa tin­dakan oknum tidak mewak­ili organ­isasi.

Keja­di­an ini mem­per­li­hatkan dua hal pent­ing: per­ta­ma, keberan­ian war­ga untuk men­doku­men­tasikan pungli dan mem­pub­likasikan­nya dap­at men­ja­di alat pen­gawasan sosial yang efek­tif. Ked­ua, prak­tik pungli yang men­gatas­na­makan organ­isasi res­mi menun­jukkan per­lun­ya pene­gakan hukum dan edukasi pub­lik.

Bagi pelaku usa­ha, keja­di­an ini mem­berikan hara­pan bah­wa masalah pungli bisa men­da­p­at per­ha­t­ian serius. Namun, tan­pa langkah konkret dari aparat pene­gak hukum, masalah seru­pa dap­at terus beru­lang. Pub­lik juga diin­gatkan untuk berhati-hati saat men­doku­men­tasikan kasus pungli, kare­na tin­dakan terse­but bisa memicu reak­si agre­sif dari pelaku.

Video viral dari non_stop.id ten­tang dugaan pungli bongkar muat di Jalan Per­juan­gan Ring Road Setiabu­di, Medan, men­ja­di alarm bagi aparat pene­gak hukum dan masyarakat. Keja­di­an ini bukan sekadar insi­d­en lokal, tetapi mencer­minkan per­soalan sis­temik di sek­tor bongkar muat dan dis­tribusi barang.

Masyarakat berharap aparat segera bertin­dak, organ­isasi buruh menin­dak oknum yang men­coreng nama baik, dan para pelaku usa­ha men­da­p­at per­lin­dun­gan dari pungli. Media sosial kem­bali mem­buk­tikan per­an­nya seba­gai sarana kon­trol sosial, namun tang­gung jawab akhir tetap bera­da pada pihak berwe­nang untuk memas­tikan hukum dite­gakkan.

Den­gan kasus ini men­cu­at, pub­lik menung­gu langkah-langkah konkret dari kepolisian Medan dan SPSI untuk mene­gakkan atu­ran dan memulihkan keper­cayaan masyarakat ter­hadap organ­isasi buruh yang seharus­nya melin­dun­gi, bukan menin­das. (Ahd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *