Berita Daerah

Pengecoran Pertalite di SPBU Fajarisuk Pringsewu Disorot, Warga Kecewa dan LSM HAMMER Desak Tindakan Tegas

553
×

Pengecoran Pertalite di SPBU Fajarisuk Pringsewu Disorot, Warga Kecewa dan LSM HAMMER Desak Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Dugaan prak­tik pengec­o­ran bahan bakar minyak (BBM) jenis Per­tal­ite di Sta­si­un Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Fajarisuk, Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung, kem­bali men­u­ai sorotan tajam. Pada Kamis (4/9/2025), sejum­lah war­ga men­gaku kece­wa kare­na tidak bisa men­da­p­atkan Per­tal­ite, salah satu BBM bersub­si­di yang san­gat dibu­tuhkan masyarakat.

Keke­ce­waan war­ga semakin besar kare­na diduga habis­nya stok Per­tal­ite bukan sema­ta aki­bat tingginya per­mintaan, melainkan kare­na adanya prak­tik pengec­o­ran oleh pihak ter­ten­tu. Aktiv­i­tas semacam ini dini­lai menyalahi atu­ran dis­tribusi BBM sub­si­di yang seharus­nya dipri­or­i­taskan untuk kepentin­gan masyarakat luas, khusus­nya peng­gu­na kendaraan roda dua dan roda empat prib­a­di.

Seo­rang pen­gen­dara mobil yang datang ke SPBU Fajarisuk sore hari menyam­paikan keke­ce­waan­nya. Ia menu­turkan bah­wa pada pagi harinya ia sem­pat men­da­p­at infor­masi bah­wa Per­tal­ite terse­dia di SPBU terse­but. Namun, saat ia men­datan­gi lokasi pada sore harinya, stok sudah habis.

Pen­gen­dara ini tidak ikut antre kare­na memang Per­tal­ite telah kosong saat ia tiba. Mes­ki begi­tu, ia tetap meni­lai situ­asi ini san­gat merugikan masyarakat.

Kami seba­gai peng­gu­na jalan merasa dirugikan. Pagi tadi katanya ada Per­tal­ite, tapi sore ini sudah kosong. Seharus­nya SPBU lebih menguta­makan masyarakat umum yang meng­gu­nakan kendaraan sehari-hari, bukan melayani pengec­o­ran den­gan jum­lah besar,” ujarnya den­gan nada kece­wa.

Dalam isti­lah pop­uler, “pengec­o­ran” meru­juk pada aktiv­i­tas pem­be­lian BBM dalam jum­lah besar den­gan meng­gu­nakan jeriken, drum, atau wadah lain di luar tang­ki kendaraan. BBM hasil pengec­o­ran biasanya dis­alah­gu­nakan, mis­al­nya dijual kem­bali den­gan har­ga lebih ting­gi atau dial­ihkan untuk kebu­tuhan indus­tri.

  APDESI Tanggamus Sambut Baik Keputusan Presiden Mencabut PMK 81/2025

Prak­tik ini jelas menyalahi atu­ran kare­na Per­tal­ite meru­pakan BBM bersub­si­di yang dipe­run­tukkan bagi raky­at kecil dan peng­gu­na kendaraan sehari-hari. Dis­tribusi Per­tal­ite diatur ketat oleh pemer­in­tah dan Per­t­a­m­i­na agar tepat sasaran.

Dugaan prak­tik pengec­o­ran ini ter­ja­di pada Kamis, 4 Sep­tem­ber 2025, di SPBU Fajarisuk, Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung. Pada hari terse­but, pan­tauan war­ga menun­jukkan antre­an kendaraan men­gu­lar di area SPBU. Sejum­lah war­ga men­duga antre­an pan­jang dipicu oleh adanya kendaraan ter­ten­tu yang mengisi BBM dalam jum­lah besar.

 

Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa prak­tik pengec­o­ran BBM jenis Per­tal­ite menim­bulkan kere­sa­han masyarakat:

1. Merugikan masyarakat umum – Banyak pen­gen­dara motor dan mobil prib­a­di tidak keba­gian Per­tal­ite sehing­ga ter­pak­sa mem­be­li BBM non­sub­si­di seper­ti Per­ta­max yang har­ganya lebih mahal.

2. Tidak adil- BBM sub­si­di yang seharus­nya dipe­run­tukkan bagi raky­at kecil jus­tru berpoten­si dis­alah­gu­nakan untuk keun­tun­gan prib­a­di atau bis­nis.

3. Menu­runk­an keper­cayaan pub­lik- Keja­di­an beru­lang seper­ti ini mem­bu­at masyarakat ragu pada pen­gelo­laan dis­tribusi BBM oleh pemer­in­tah maupun Per­t­a­m­i­na.

4. Melang­gar atu­ran dis­tribusi-Reg­u­lasi sudah jelas melarang pengec­o­ran kecuali untuk pihak ter­ten­tu yang memi­li­ki izin res­mi, seper­ti nelayan atau UMKM yang terdaf­tar.

 

Dampak dari dugaan prak­tik pengec­o­ran Per­tal­ite di Pringsewu cukup luas, antara lain:

  Azan Magrib Bergema di Masjid Al Munawwarah Pascabanjir

Pen­gen­dara pribadi–Sopir mobil dan motor yang bergan­tung pada Per­tal­ite harus men­gelu­arkan biaya lebih kare­na ter­pak­sa mem­be­li Per­ta­max atau BBM non­sub­si­di lain.

Trans­portasi umum–Sopir angkot, ojek, dan trav­el men­gala­mi pen­ingkatan biaya opera­sion­al yang akhirnya mem­be­bani penumpang.

Ekono­mi masyarakat–Harga trans­portasi bisa naik, sehing­ga memen­garuhi biaya hidup har­i­an war­ga.

Psikol­o­gis masyarakat–Rasa kece­wa dan keti­dakper­cayaan ter­hadap SPBU maupun pihak pen­gawas semakin besar.

Ket­ua Umum Dewan Pimp­inan Pusat Lem­ba­ga Swa­daya Masyarakat Him­punan Aksi Masyarakat Madani Ekono­mi Raky­at (DPP LSM HAMMER), Jamhari, mem­berikan perny­ataan keras terkait dugaan prak­tik pengec­o­ran Per­tal­ite di SPBU Fajarisuk.

Kami tidak akan ting­gal diam. Pengec­o­ran BBM sub­si­di seper­ti Per­tal­ite jelas merugikan raky­at kecil. Ini adalah ben­tuk pelang­garan nya­ta ter­hadap atu­ran dis­tribusi ener­gi yang seharus­nya tepat sasaran. Per­tal­ite itu hak masyarakat, bukan untuk diperda­gangkan kem­bali,” tegas Jamhari.

Ia menam­bahkan, pihaknya mende­sak aparat pene­gak hukum, pemer­in­tah daer­ah, ser­ta Per­t­a­m­i­na untuk segera turun tan­gan melakukan inves­ti­gasi menyelu­ruh.

Kami menun­tut adanya tin­dakan tegas. Jan­gan sam­pai SPBU dib­iarkan seme­na-mena melayani pengec­o­ran. Bila per­lu, cabut izin­nya jika ter­buk­ti melang­gar. Jan­gan ada kom­pro­mi den­gan prak­tik ile­gal yang menyengsarakan masyarakat,” lan­jut­nya.

Menu­rut Jamhari, kasus di Pringsewu hanyalah pun­cak gunung es. Ia men­duga masih banyak kasus seru­pa ter­ja­di di berba­gai daer­ah di Indone­sia. LSM HAMMER berkomit­men untuk men­gaw­al dis­tribusi BBM sub­si­di agar benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi bocor ke tan­gan yang tidak berhak.

Sejum­lah solusi dia­jukan oleh masyarakat, pemer­hati kebi­jakan ener­gi, dan aktivis LSM untuk men­gatasi per­soalan pengec­o­ran BBM sub­si­di:

  DPRD Balikpapan Sidak Hotel Seven Six Terkait Dugaan Perizinan Bermasalah

1. Pen­gawasan ketat di lapan­gan – Per­t­a­m­i­na bersama aparat berwe­nang harus lebih ser­ing melakukan inspeksi men­dadak di SPBU untuk mence­gah prak­tik ile­gal.

2. Pen­er­a­pan sis­tem dig­i­tal – Dis­tribusi BBM sub­si­di bisa diawasi melalui aplikasi dig­i­tal yang men­catat seti­ap transak­si berdasarkan data kendaraan res­mi.

3. Sanksi tegas – SPBU yang ter­buk­ti melang­gar atu­ran dis­tribusi harus diberi sanksi berat, mulai dari tegu­ran hing­ga pen­cabu­tan izin.

4. Edukasi masyarakat – Sosial­isasi per­lu diperku­at agar masyarakat paham bah­wa pengec­o­ran tan­pa izin adalah pelang­garan hukum yang merugikan orang banyak.

5. Koor­di­nasi lin­tas instan­si – Pemer­in­tah daer­ah, aparat pene­gak hukum, dan Per­t­a­m­i­na harus bersin­er­gi untuk memas­tikan dis­tribusi BBM benar-benar tepat sasaran.

Kasus dugaan pengec­o­ran Per­tal­ite di SPBU Fajarisuk, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, pada Kamis (4/9/2025) men­ja­di cer­min bah­wa per­soalan dis­tribusi BBM bersub­si­di masih rapuh dan rentan penyalah­gu­naan.

Masyarakat berharap pemer­in­tah, Per­t­a­m­i­na, dan aparat pene­gak hukum segera bertin­dak tegas untuk menghen­tikan prak­tik semacam ini. Keber­adaan BBM sub­si­di san­gat vital bagi kehidu­pan sehari-hari raky­at kecil, sehing­ga tidak boleh dib­iarkan hanya men­ja­di lahan keun­tun­gan bagi pihak ter­ten­tu.

Perny­ataan tegas dari Ket­ua Umum DPP LSM HAMMER, Jamhari, mem­perku­at suara masyarakat yang menun­tut kead­i­lan. Pengec­o­ran Per­tal­ite bukan hanya masalah tek­nis dis­tribusi, tetapi juga menyangkut hak raky­at atas ener­gi yang ter­jangkau. Den­gan pen­gawasan ketat, pen­er­a­pan sis­tem yang transparan, ser­ta sanksi tan­pa kom­pro­mi, dihara­p­kan keterse­di­aan BBM sub­si­di benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat yang berhak. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *