Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Ratusan Karyawan PT Bumi Sari Gelar Aksi Protes

517
×

Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Ratusan Karyawan PT Bumi Sari Gelar Aksi Protes

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id — Ratu­san karyawan PT Bumi Sari kem­bali mengge­lar aksi unjuk rasa di depan ger­bang perusa­haan seba­gai ben­tuk protes ter­hadap keter­lam­bat­an pem­ba­yaran gaji sela­ma empat bulan ter­akhir.

Aksi ini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah akun media sosial lokal pdg24jam mem­bagikan video keru­mu­nan mas­sa yang men­ge­nakan ser­agam ker­ja berwar­na oranye dan berjil­bab, tam­pak mema­dati area depan perusa­haan den­gan kon­disi terik mata­hari yang menyen­gat, Rabu (06/08).

Dalam ung­ga­han yang dibagikan sek­i­tar satu jam lalu, pdg24jam menyam­paikan keteran­gan seba­gai berikut:

“4 Bulan Belum Bayar Gaji‼️
Karyawan PT Bumi Sari kem­bali unjuk rasa menun­tut haknya terkait pem­ba­yaran gaji sela­ma 4 bulan.”
#pdg24jam

Dalam video berdurasi singkat terse­but, tam­pak ratu­san peker­ja, baik pria maupun wani­ta, mema­dati ger­bang masuk perusa­haan yang dike­lilin­gi pagar biru dan tem­bok kun­ing. Seba­gian besar dari mere­ka men­ge­nakan paka­ian ker­ja khas pabrik dan penut­up kepala, menun­jukkan bah­wa may­ori­tas peser­ta adalah buruh pabrik, kemu­ngk­i­nan besar berasal dari bagian pro­duk­si. Tidak sedik­it pula yang mem­bawa tas ker­ja, menun­jukkan bah­wa aksi ini bisa jadi dilakukan sebelum atau sesu­dah jam ker­ja.

  Isu Etika Viral, Oknum Perangkat Desa Wangandalem Pilih Mundur

Tulisan pada ger­bang bertuliskan “TAMU HARAP LAPOR SECURITY” menun­jukkan lokasi aksi bera­da tepat di akses uta­ma kelu­ar-masuk perusa­haan. Aksi terse­but tam­pak damai, namun menun­jukkan kete­gan­gan aki­bat keke­ce­waan dan tekanan ekono­mi yang sudah memu­ncak.

Aksi ini bukan kali per­ta­ma ter­ja­di. Berdasarkan pan­tauan war­ganet dan komen­tar di media sosial, keter­lam­bat­an pem­ba­yaran gaji di PT Bumi Sari sudah beru­lang kali ter­ja­di, bahkan sebelum­nya juga per­nah memicu aksi seru­pa. Namun kali ini, keter­lam­bat­an sela­ma empat bulan penuh men­ja­di pemicu uta­ma kemara­han buruh yang merasa hak-haknya dia­baikan.

Para peker­ja men­gaku telah beru­lang kali menyam­paikan keluhan secara inter­nal kepa­da pihak man­a­je­men, namun tak kun­jung men­da­p­atkan keje­lasan atau solusi pasti. Seba­gian besar dari mere­ka adalah tulang pung­gung kelu­ar­ga yang bergan­tung pada peng­hasi­lan har­i­an untuk memenuhi kebu­tuhan hidup.

Ung­ga­han dari akun pdg24jam, yang meru­pakan media lokal berba­sis di Padang, men­da­p­at banyak per­ha­t­ian dan reak­si dari war­ganet. Banyak yang menun­jukkan sol­i­dar­i­tas ter­hadap nasib para buruh dan mengkri­tik perusa­haan yang diang­gap tidak bertang­gung jawab ter­hadap kese­jahter­aan karyawan­nya.

Komen­tar seper­ti “Sudah ker­ja keras, tapi haknya tak diba­yar” dan “Semoga cepat ada solusi, kasi­han buruh­nya” mem­ban­jiri kolom komen­tar. Beber­a­pa neti­zen bahkan men­yarankan agar pemer­in­tah setem­pat atau Dinas Kete­na­gak­er­jaan segera turun tan­gan.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada tang­ga­pan res­mi dari pihak perusa­haan PT Bumi Sari. Namun, dari infor­masi yang dihim­pun, per­wak­i­lan serikat peker­ja ten­gah menyusun lapo­ran ke Dinas Tena­ga Ker­ja Kota Padang guna mem­inta medi­asi dan per­lin­dun­gan hukum ter­hadap para buruh yang merasa dirugikan.

  Detik Heroik TNI Selamatkan Warga Terbawa Banjir Aceh

Sejum­lah tokoh masyarakat dan aktivis buruh pun mulai ikut bersuara, mende­sak agar pemer­in­tah daer­ah bertin­dak tegas ter­hadap perusa­haan yang lalai dalam memenuhi kewa­jiban­nya.

“Kami mende­sak Dis­naker untuk segera memang­gil pihak man­a­je­men PT Bumi Sari dan menun­tut keje­lasan terkait pem­ba­yaran gaji. Ini menyangkut hajat hidup ratu­san kelu­ar­ga,” ujar salah satu pen­gu­rus serikat buruh lokal.

Menu­rut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 ten­tang Kete­na­gak­er­jaan, perusa­haan wajib mem­ba­yar upah peker­ja tepat wak­tu sesuai den­gan per­jan­jian ker­ja atau keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan. Keter­lam­bat­an atau pengaba­ian pem­ba­yaran gaji sela­ma empat bulan ter­ma­suk dalam kat­e­gori pelang­garan serius.

“Ini bukan sekadar per­soalan admin­is­trasi, tapi pelang­garan hukum yang berdampak lang­sung pada hak dasar peker­ja,” kata seo­rang penga­mat kete­na­gak­er­jaan dari Uni­ver­si­tas Andalas.

Jika ter­buk­ti ter­ja­di pelang­garan, PT Bumi Sari dap­at dike­nai sanksi admin­is­tratif hing­ga pidana, ter­gan­tung hasil pemerik­saan dari pihak berwe­nang.

Keter­lam­bat­an pem­ba­yaran gaji sela­ma empat bulan jelas mem­berikan dampak besar ter­hadap kehidu­pan para buruh. Banyak di antara mere­ka yang men­gaku kesuli­tan memenuhi kebu­tuhan sehari-hari, mem­ba­yar cicilan, hing­ga biaya pen­didikan anak-anak.

“Saya harus pin­jam sana-sini demi beli beras dan bayar seko­lah anak,” keluh salah satu peker­ja perem­puan yang ikut aksi.

  Sinyal Padam, Warga Marelan Terjebak Banjir Tanpa Komunikasi

Situ­asi ini juga memicu kere­sa­han di lingkun­gan masyarakat sek­i­tar perusa­haan, kare­na banyak war­ga yang ekonominya ter­gan­tung pada keber­lang­sun­gan opera­sion­al PT Bumi Sari. Bila kon­disi ini tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin akan ter­ja­di gejo­lak sosial yang lebih luas.

Dalam aksinya, para buruh menun­tut dua hal uta­ma:

1. Pem­ba­yaran penuh gaji sela­ma 4 bulan yang ter­tung­gak.

2. Jam­i­nan tidak ter­ja­di keter­lam­bat­an seru­pa di masa depan.

Beber­a­pa per­wak­i­lan buruh juga berharap perusa­haan bisa bersikap transparan men­ge­nai kon­disi keuan­gan inter­nal, sehing­ga peker­ja bisa mema­ha­mi dan men­dukung bila memang ada solusi jang­ka pan­jang yang adil bagi ked­ua belah pihak.

Mere­ka juga mem­inta pemer­in­tah ikut melakukan pen­gawasan ketat ter­hadap perusa­haan yang memi­li­ki tena­ga ker­ja dalam jum­lah besar, agar keja­di­an seru­pa tidak terus beru­lang di indus­tri lain.

Kasus keter­lam­bat­an pem­ba­yaran gaji yang menim­pa karyawan PT Bumi Sari men­ja­di potret nya­ta dari kri­sis kete­na­gak­er­jaan yang ker­ap luput dari per­ha­t­ian. Di balik ser­agam ker­ja yang tam­pak rapi dan keru­mu­nan yang tert­ib, ter­sim­pan jer­i­tan dan beban hidup ratu­san kelu­ar­ga yang berharap hak mere­ka dite­gakkan.

Aksi damai ini bukan sekadar unjuk rasa, tapi ben­tuk per­lawanan atas keti­dakadi­lan yang harus segera disikapi den­gan serius oleh perusa­haan dan pemer­in­tah.

Per­juan­gan buruh adalah cer­min dari kual­i­tas kead­i­lan sosial di negeri ini.

Edi­tor Ahmad.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *