Berita Peristiwa

Polisi Bubarkan Massa Aksi di Depan DPR dengan Water Cannon

834
×

Polisi Bubarkan Massa Aksi di Depan DPR dengan Water Cannon

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Aparat kepolisian mem­bubarkan mas­sa aksi yang mengge­lar demon­strasi di depan kom­pleks par­lemen, Jakar­ta, Senin (25/8/2025) siang. Berdasarkan pan­tauan, langkah pem­bubaran dilakukan den­gan menyem­pro­tkan water can­non atau meri­am air sek­i­tar pukul 12.40 WIB.

Peri­s­ti­wa ini bermu­la keti­ka mas­sa aksi hen­dak bergeser dari ger­bang uta­ma DPR di Jalan Gatot Sub­ro­to menu­ju ger­bang Pan­casi­la yang bera­da di sisi belakang kom­pleks par­lemen. Aparat kepolisian yang ber­ja­ga di sek­i­tar lokasi lang­sung mengam­bil langkah penga­manan den­gan men­garahkan kendaraan tak­tis dan men­em­bakkan sem­protan air ke arah keru­mu­nan mas­sa untuk mem­bubarkan barisan.

Sek­i­tar ten­gah hari, ratu­san pen­gun­juk rasa berkumpul di depan ger­bang uta­ma DPR/MPR RI, Jalan Gatot Sub­ro­to, Jakar­ta. Mas­sa aksi datang dari berba­gai ele­men, ter­ma­suk maha­siswa, organ­isasi masyarakat, dan indi­vidu war­ga. Mere­ka menyuarakan aspi­rasi di depan pagar gedung par­lemen.

Situ­asi awal ter­pan­tau relatif terk­endali, meskipun arus lalu lin­tas di sek­i­tar lokasi tersendat aki­bat mas­sa aksi yang memenuhi jalur. Sejum­lah kendaraan tak­tis kepolisian, ter­ma­suk mobil barikade dan water can­non, sudah disi­a­gakan di lokasi sejak pagi untuk men­gan­tisi­pasi perkem­ban­gan situ­asi.

  Seorang Anak Tenggelam Di Sungai Lalowosula Kolaka

Sek­i­tar pukul 12.40 WIB, mas­sa mulai berg­er­ak dari ger­bang uta­ma DPR ke arah ger­bang Pan­casi­la di sisi belakang kom­pleks par­lemen. Per­pin­da­han ini dilakukan den­gan ber­jalan kaki sam­bil tetap men­gibarkan ben­dera dan menyuarakan tun­tu­tan mere­ka. Namun, langkah terse­but men­da­p­at peng­ha­lan­gan dari aparat yang ber­ja­ga.

Polisi kemu­di­an mem­berikan peringatan agar mas­sa tidak bergeser ke arah lain yang diang­gap berpoten­si meng­gang­gu kea­manan dan ketert­iban. Sete­lah beber­a­pa kali imbauan tidak diin­dahkan, water can­non dis­em­pro­tkan ke arah keru­mu­nan untuk memukul mundur barisan mas­sa.

Dalam reka­man gam­bar yang beredar, ter­li­hat mas­sa aksi berta­han di depan kendaraan tak­tis meskipun dis­em­prot air bertekanan ting­gi. Seba­gian peser­ta aksi mem­bawa ben­dera mer­ah putih dan men­ge­nakan paka­ian san­tai, beber­a­pa di antaranya meng­gu­nakan jaket ojek dar­ing.

Ter­li­hat pula keru­mu­nan mas­sa yang ter­dorong mundur aki­bat sem­protan air. Mes­ki situ­asi berlang­sung ricuh seje­nak, tidak tam­pak adanya tin­dak kek­erasan fisik secara lang­sung dari aparat kepa­da pen­gun­juk rasa. Polisi berfokus meng­gu­nakan water can­non untuk men­ja­ga jarak mas­sa dari area pagar gedung par­lemen.

Selain kendaraan tak­tis, aparat yang dilengkapi tameng dan helm juga mem­ben­tuk barikade di sisi jalan. Beber­a­pa anggota media dan jur­nalis tam­pak men­doku­men­tasikan jalan­nya aksi dari jarak dekat.

Mas­sa aksi sem­pat melakukan per­lawanan pasif den­gan tetap berta­han di jalur sem­protan air. Beber­a­pa peser­ta aksi ter­li­hat men­gangkat tan­gan seba­gai tan­da damai. Ada pula yang mengabadikan momen terse­but meng­gu­nakan tele­pon seluler meskipun air terus menyem­bur dari kendaraan tak­tis.

  Rektorat ULM Kayu Tangi Banjarmasin Terbakar Hebat

Seba­gian pen­gun­juk rasa akhirnya mundur ke tepi jalan atau berg­erom­bol di titik lain untuk menghin­dari sem­protan air. Namun, situ­asi kem­bali terk­endali sete­lah beber­a­pa saat, dan arus lalu lin­tas per­la­han dibu­ka kem­bali di seba­gian ruas jalan.

Langkah aparat kepolisian ini meru­pakan bagian dari upaya menga­mankan jalan­nya aksi unjuk rasa agar tidak menim­bulkan gang­guan lebih luas di sek­i­tar kawasan DPR/MPR. Peng­gu­naan water can­non meru­pakan salah satu metode pen­gen­dalian mas­sa yang diatur dalam prose­dur tetap kepolisian untuk mem­bubarkan keru­mu­nan den­gan cara non-lethal atau tidak mematikan.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada lapo­ran res­mi men­ge­nai jum­lah peser­ta aksi yang terke­na dampak lang­sung sem­protan air, ser­ta belum dike­tahui apakah ada kor­ban luka atau kerusakan materi aki­bat insi­d­en ini. Pihak kepolisian juga belum mem­berikan keteran­gan lengkap men­ge­nai alasan tak­tis pem­bubaran terse­but, ter­ma­suk apakah mas­sa telah melang­gar batas wak­tu atau rute aksi yang telah dis­ep­a­kati.

Demon­strasi yang dige­lar pada Senin (25/8/2025) ini meru­pakan bagian dari rangka­ian aksi penyam­pa­ian aspi­rasi di depan gedung par­lemen. Mas­sa menun­tut agar wak­il raky­at mem­per­hatikan isu-isu yang mere­ka angkat dalam aksi terse­but. Namun, rin­cian tun­tu­tan mas­sa aksi belum sepenuh­nya terkon­fir­masi dari sum­ber res­mi di lapan­gan.

Lokasi demon­strasi di depan kom­pleks par­lemen memang men­ja­di titik yang ser­ing dip­il­ih berba­gai kelom­pok untuk menyuarakan pen­da­p­at, mengin­gat keber­adaan­nya seba­gai pusat leg­is­latif negara. Jalan Gatot Sub­ro­to, tem­pat ger­bang uta­ma DPR bera­da, meru­pakan jalur pro­tokol yang padat dan vital di ibu kota, sehing­ga penga­manan di kawasan ini biasanya dilakukan secara ketat.

  Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Pemkab Pesisir Barat, Warga Harap Perhatian Pemerintah

Sete­lah dilakukan pem­bubaran den­gan water can­non, seba­gian mas­sa aksi ter­li­hat mening­galkan lokasi secara berta­hap. Aparat kepolisian tetap ber­ja­ga di sek­i­tar kom­pleks par­lemen untuk memas­tikan situ­asi tetap kon­dusif dan mence­gah mas­sa kem­bali berkumpul dalam jum­lah besar.

Kendaraan tak­tis, ter­ma­suk barikade dan water can­non, masih sia­ga di sek­i­tar lokasi beber­a­pa jam sete­lah insi­d­en. Aparat lalu lin­tas juga dik­er­ahkan untuk men­gatur arus kendaraan yang sem­pat tersendat aki­bat keru­mu­nan demon­stran.

Peri­s­ti­wa pem­bubaran mas­sa aksi di depan kom­pleks par­lemen pada 25 Agus­tus 2025 menun­jukkan langkah tegas aparat kepolisian dalam men­gen­da­likan keru­mu­nan yang berusa­ha bergeser dari ger­bang uta­ma DPR ke arah ger­bang Pan­casi­la. Sem­protan water can­non digu­nakan seba­gai sarana pem­bubaran mas­sa agar tidak ter­ja­di perge­ser­an aksi ke titik yang diang­gap sen­si­tif atau berpoten­si meng­gang­gu ketert­iban umum.

Hing­ga kini, situ­asi dila­porkan telah kem­bali terk­endali dan tidak ada keteran­gan res­mi men­ge­nai adanya kor­ban atau kerusakan. Mas­sa aksi seba­gian besar mem­bubarkan diri sete­lah penyem­protan, semen­tara aparat kepolisian tetap melakukan pen­ja­gaan di lokasi untuk memas­tikan kon­disi aman.

Peri­s­ti­wa ini mene­gaskan bah­wa dinami­ka aksi unjuk rasa di ibu kota masih mem­bu­tuhkan per­ha­t­ian semua pihak agar aspi­rasi dap­at dis­am­paikan tan­pa meng­gang­gu kea­manan, ser­ta agar langkah pen­ert­iban tetap ber­jalan sesuai kori­dor hukum dan prin­sip hak asasi manu­sia. (Lin­da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *