Gdańsk, SniperNew.id – Mengakhiri rangkaian diplomasi dan promosi budaya Indonesia di Gdańsk, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus politisi senior DPR RI, Fadli Zon, melakukan kunjungan khusus ke Museum of the Second World War pada Rabu, 18 Juni 2025.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik berbasis sejarah dan kebudayaan antara Indonesia dan Polandia. Museum yang terletak di pusat kota Gdańsk ini dikenal sebagai salah satu institusi sejarah paling penting dan modern di Eropa Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon tidak hanya sekadar melihat-lihat. Ia didampingi langsung oleh Direktur Museum, sejarawan terkemuka Polandia, Prof. Rafał Wnuk. Keduanya membahas pentingnya pelestarian memori sejarah global, terutama mengenai dampak Perang Dunia II terhadap negara-negara yang pernah mengalami penjajahan dan konflik bersenjata.
“Saya sangat terkesan dengan narasi sejarah yang disajikan museum ini. Sangat relevan jika kita melihat sejarah dunia sebagai pelajaran kolektif umat manusia,” ujar Fadli Zon dalam unggahan akun media sosialnya @fadlizon pada Kamis, 20 Juni 2025.
Museum of the Second World War dikelola oleh Kementerian Kebudayaan dan Warisan Budaya Nasional Polandia, dan dibuka pertama kali pada tahun 2017. Tempat ini bukan hanya menyajikan arsip sejarah dari perspektif Polandia, tetapi juga menyoroti sisi kemanusiaan dari tragedi global tersebut.
Kunjungan ini sekaligus memperkuat peran budaya sebagai instrumen diplomasi lunak (soft diplomacy) antara Indonesia dan mitra-mitra Eropa Timur. Menurut Fadli Zon, promosi budaya Indonesia di luar negeri harus terus dilakukan melalui berbagai medium, termasuk lewat sejarah dan kebudayaan internasional.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025 di Gdańsk, kota pelabuhan bersejarah yang juga menjadi titik awal invasi Jerman ke Polandia tahun 1939—yang memicu Perang Dunia II.
Selain Fadli Zon dan Prof. Rafał Wnuk, turut hadir sejumlah pejabat lokal dan pengelola museum yang mendampingi selama kunjungan berlangsung.
Fadli Zon berharap kerja sama kebudayaan dan sejarah seperti ini bisa menjadi jembatan pemahaman antarbangsa. Ia juga mengusulkan adanya pertukaran pameran antara museum di Indonesia dan Polandia sebagai bentuk kolaborasi lebih lanjut.
“Kita tidak hanya belajar sejarah, tapi juga membangun masa depan lewat pelajaran masa lalu,” pungkasnya.
Editor: (Red)


















