Berita Politik

Sugiono Ingin Rangkap Jabatan: Sekjen Gerindra dan Menlu

412
×

Sugiono Ingin Rangkap Jabatan: Sekjen Gerindra dan Menlu

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Dunia poli­tik nasion­al kem­bali diwar­nai dinami­ka menarik men­je­lang tran­sisi pemer­in­ta­han Kabi­net Mer­ah Putih (KMP). Menteri Luar Negeri (Men­lu) Sug­iono men­gon­fir­masi dirinya akan tetap berta­han dalam jajaran kabi­net, mes­ki telah res­mi ditun­juk seba­gai Sekre­taris Jen­der­al (Sek­jen) Par­tai Gerindra oleh Ket­ua Umum Prabowo Subianto. Hal ini son­tak menim­bulkan perbin­can­gan luas di kalan­gan penga­mat poli­tik dan masyarakat.

Perny­ataan Sug­iono dis­am­paikan lang­sung kepa­da awak media saat dite­mui di kan­tor Kementer­ian Luar Negeri (Kem­lu) di Jakar­ta, pada Selasa (5/8/2025). Den­gan nada berseloroh namun tegas, Sug­iono mene­gaskan bah­wa dirinya masih men­jalankan tugas seba­gai Men­lu dan tidak berni­at mundur dalam wak­tu dekat.

“Seper­ti yang Anda lihat hari ini, saya masih men­jalankan tugas seba­gai Menteri Luar Negeri,” ujar Sug­iono kepa­da wartawan.

Perny­ataan ini mene­gaskan komit­men Sug­iono dalam men­jalankan dua per­an pent­ing sekali­gus seba­gai tokoh par­tai poli­tik dan seba­gai peja­bat negara di lev­el kementer­ian. Tidak sedik­it yang meni­lai langkah ini cukup berani dan menan­tang, mengin­gat poten­si kon­flik kepentin­gan yang bisa muncul jika seo­rang peja­bat pub­lik merangkap jabatan strate­gis di par­tai poli­tik.

  Golkar Jatim Benahi Aset Daerah

Penun­jukan Sug­iono seba­gai Sek­jen Par­tai Gerindra diu­mumkan oleh Ket­ua Umum Prabowo Subianto beber­a­pa hari sebelum­nya. Per­gant­ian kepemimp­inan di tingkat Sek­jen ini dise­but seba­gai bagian dari penye­garan struk­tur inter­nal par­tai jelang pem­ben­tukan pemer­in­ta­han baru hasil Pemilu 2024. Den­gan latar belakang militer dan pen­gala­man seba­gai Men­lu, Sug­iono dini­lai Prabowo memi­li­ki kap­a­sitas, integri­tas, dan loy­al­i­tas ting­gi untuk memegang posisi kun­ci dalam par­tai.

“Sug­iono adalah kad­er yang sudah lama bersama kami. Ia mema­ha­mi arah per­juan­gan par­tai dan bisa men­jem­bat­ani hubun­gan antara par­tai dan pemer­in­ta­han ke depan,” ungkap Prabowo dalam kon­fer­en­si pers singkat.

Penun­jukan ini dis­am­but hangat oleh kad­er Gerindra di berba­gai daer­ah. Sug­iono diang­gap mam­pu meng­har­moniskan kepentin­gan poli­tik par­tai den­gan per­an strate­gis­nya di pemer­in­ta­han pusat. Namun, rangkap jabatan antara posisi Sek­jen dan Men­lu juga men­ja­di sorotan pub­lik, teruta­ma dari kalan­gan pegiat demokrasi dan tata kelo­la pemer­in­ta­han yang baik.

Rangkap jabatan dalam kon­teks pemer­in­ta­han dan par­tai poli­tik bukan hal baru dalam sejarah poli­tik Indone­sia. Namun, isu ini selalu men­ja­di sorotan kare­na menyangkut prin­sip pemisa­han kekuasaan, akunt­abil­i­tas, dan poten­si kon­flik kepentin­gan. Banyak pihak meni­lai, keti­ka seo­rang menteri aktif juga men­ja­bat posisi pent­ing di par­tai, netral­i­tas dan fokus dalam men­gelo­la kebi­jakan luar negeri bisa ter­gang­gu oleh kepentin­gan poli­tik domestik.

  Kaesang Tegaskan PSI Bidik Jawa Tengah, Ingin Ubah “Kandang Banteng” Jadi “Kandang Gajah”

Penga­mat poli­tik dari LIPI, Dr. Maya Prana­ta, menye­butkan bah­wa kepu­tu­san Sug­iono untuk tetap men­ja­bat Men­lu sam­bil men­ja­di Sek­jen Gerindra bisa memu­nculkan per­tanyaan pub­lik ten­tang inde­pen­den­si kebi­jakan luar negeri Indone­sia.

“Kementer­ian Luar Negeri seharus­nya berdiri netral dan pro­fe­sion­al dalam mem­bawa kepentin­gan Indone­sia di pang­gung inter­na­sion­al. Jika kepala kemente­ri­an­nya juga men­ja­bat seba­gai pet­ing­gi par­tai poli­tik, maka sulit menghin­dari kesan poli­ti­sasi kebi­jakan luar negeri,” ujarnya.

Namun demikian, Maya juga menekankan bah­wa secara hukum tidak ada atu­ran eksplisit yang melarang seo­rang menteri merangkap jabatan di par­tai, sela­ma tidak melang­gar perun­dang-undan­gan dan eti­ka pemer­in­ta­han.

Dari inter­nal pemer­in­ta­han, belum ada perny­ataan res­mi dari Pres­i­den atau juru bicara istana terkait posisi Sug­iono. Beber­a­pa menteri dalam kabi­net Mer­ah Putih menang­gapi hal ini secara nor­matif, menye­butkan bah­wa penun­jukan jabatan par­tai adalah hak pre­rogatif par­tai mas­ing-mas­ing, semen­tara per­gant­ian atau pem­ber­hent­ian menteri tetap men­ja­di hak pre­rogatif Pres­i­den.

Menteri Sekre­taris Negara dalam wawan­car­anya meny­atakan, “Pres­i­den selalu meni­lai kin­er­ja menteri berdasarkan kon­tribusi mere­ka ter­hadap agen­da nasion­al. Soal rangkap jabatan, ten­tu akan diper­tim­bangkan den­gan bijak­sana bila dirasa meng­gang­gu tugas pemer­in­ta­han.”

Beber­a­pa sum­ber inter­nal menye­butkan bah­wa Pres­i­den ten­gah melakukan eval­u­asi ter­hadap beber­a­pa menteri yang kemu­ngk­i­nan akan digan­tikan, ter­ma­suk Men­lu Sug­iono, dalam rang­ka penyusunan kabi­net tran­sisi men­je­lang pemer­in­ta­han baru.

Sug­iono: Siap Men­jalani Dua Tugas Besar

Ter­lepas dari sorotan dan kri­tik, Sug­iono meny­atakan kesi­a­pan­nya untuk men­jalani dua tang­gung jawab besar secara para­lel. Dalam wawan­car­anya, ia mene­gaskan bah­wa pen­gala­man diplo­masi inter­na­sion­al­nya akan mem­perkaya strate­gi Gerindra seba­gai par­tai nasion­alis mod­ern yang ter­bu­ka pada ker­ja sama glob­al.

  Dugaan KKN MTsN 1 Pringsewu: Ujian Integritas Pengelolaan Anggaran Negara

“Saya per­caya, pen­gala­man saya seba­gai Men­lu bisa men­ja­di bekal yang baik untuk mem­perku­at posisi Gerindra dalam meng­hadapi tan­ta­n­gan nasion­al dan inter­na­sion­al. Jus­tru ini men­ja­di pelu­ang untuk menyin­ergikan keku­atan poli­tik dan diplo­masi,” ujarnya opti­mistis.

 

Sug­iono juga menampik angga­pan bah­wa dirinya akan kewala­han men­jalani dua per­an terse­but. Ia men­gatakan telah memi­li­ki tim yang sol­id baik di Kem­lu maupun di par­tai, yang akan mem­ban­tun­ya men­jalankan fungsi-fungsi kepemimp­inan secara efisien.

Fenom­e­na rangkap jabatan Sug­iono antara jabatan pub­lik dan poli­tik mem­bu­ka kem­bali perde­batan lama sep­utar batas antara negara dan par­tai. Di satu sisi, peng­gabun­gan kekuasaan ini bisa men­cip­takan sin­er­gi yang kuat antara kebi­jakan luar negeri dan strate­gi poli­tik nasion­al. Namun di sisi lain, jika tidak diawasi den­gan baik, bisa mem­bu­ka ruang kon­flik kepentin­gan dan penyalah­gu­naan kekuasaan.

Untuk saat ini, pub­lik dan par­lemen akan terus meman­tau bagaimana Sug­iono men­jalankan dua tugas strate­gis ini. Akankah langkah ini men­ja­di con­toh sin­er­gi yang baik, atau jus­tru menim­bulkan polemik lan­ju­tan? Wak­tu dan kin­er­ja akan men­ja­di penen­tu.

Sum­ber: Inilah.com
Tang­gal: 5 Agus­tus 2025
Lokasi: Jakar­ta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *