Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Dugaan Tindak Pidana Penipuan Terkait Program PTSL Terungkap di Desa Singasari

319
×

Dugaan Tindak Pidana Penipuan Terkait Program PTSL Terungkap di Desa Singasari

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id - Puluhan war­ga Kam­pung Jem­bem Desa Sin­gasari, Keca­matan Jong­gol, Kabu­pat­en Bogor Jawa Barat, dike­jutkan oleh fak­ta bah­wa mere­ka telah men­ja­di kor­ban dugaan tin­dak pidana penipuan den­gan modus pro­gram Pendaf­taran Tanah Sis­tem­a­tis Lengkap (PTSL), Kamis (4/7–2024).

Tokoh Masyarakat Desa Sin­gasari Angkat Bicara Terkait Dugaan Penipuan Pro­gram PTSL, war­ga Desa Sin­gasari kor­ban penipuan bermodus PTSL akan mela­porkan Oknum Aparatur Desa Sin­gasari Ke Kajati Jabar.

Kesedi­han melan­da war­ga desa Sin­gasari saat Kan­tor Badan Per­tana­han Negara (BPN) Kabu­pat­en Bogor II men­je­laskan bah­wa Desa Sin­gasari, bukan­lah bagian dari daf­tar Desa pener­i­ma pro­gram PTSL tahun anggaran 2021.

Pasal­nya, kare­na sejak tahun 2021 – 2022 diduga dari ratu­san war­ga yang men­ja­di kor­ban telah mem­ba­yar den­gan beragam jum­lah nom­i­nal uang kepa­da Oknum Aparatur Desa Sin­gasari, ada yang diberi kwi­tan­si ada juga yang tidak.

  Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

Namun, sete­lah sekian lama menung­gu hing­ga beber­a­pa tahun lamanya, Surat Ser­ti­fikat Tanah yang mere­ka idam idamkan, tidak per­nah mere­ka ter­i­ma, bahkan tidak per­nah ada keje­lasan kapan akan sele­sai jadinya ser­ti­fikat Tanah mere­ka (war­ga) sam­pai saat ini.

Sehing­ga, war­ga akhirnya menyadari bah­wa mere­ka telah ditipu oleh Oknum Aparatur Desa Sin­gasari den­gan modus Pro­gram PTSL, bahkan diduga oknum Kades Eus Sujana, S , Ds turut juga dan menikmati uang pen­gu­ru­san pro­gram PTSL terse­but. Saat dirinya men­ja­bat seba­gai Ben­da­hara Desa Sin­gasari.

Rasa kece­wa war­ga semakin ter­li­hat saat mere­ka men­gan­cam untuk mem­bu­ka skan­dal dugaan penipuan ini melalui jalur hukum. Mere­ka mengk­laim telah mem­ba­yar biaya PTSL sejak tahun 2021 ratu­san ribu rupi­ah bahkan jutaan rupi­ah.

Berdasarkan infor­masi, dari nara­sum­ber ter­per­caya, sebanyak 42 (empat puluh dua) war­ga Kam­pung Jem­bem. Diduga kena ditipu puluhan juta rupi­ah, oleh oknum aparatur desa dalam pen­gu­ru­san pro­gram PTSL terse­but.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Celakanya lagi, awal­nya war­ga sudah men­gelu­arkan uang untuk men­ga­jukan pen­gu­ru­san Ser­ti­fikat pro­gram PTSL. Namun yang diter­i­ma oleh war­ga Surat beru­pa Segel jual beli bukan­nya surat Ser­ti­fikat Tanah PTSL, Diduga pem­ber­ian Surat segel oleh oknum aparat desa Sin­gasari guna untuk menu­tupi kebo­hon­gan mere­ka ter­hadap war­ga. Seper­ti ada pepatah bilang ” Sepa­ndai-pandainya kita menut­up bangkai pasti akan ter­ci­um juga bau nya dan sepa­ndai-pandainya bajing lon­cat pasti akan jatuh juga ”

Menu­rut salah seo­rang war­ga RT 03 RW 006 Kam­pung Jem­bem, yang minta dira­hasi­akan namanya. Sebut saja SM Kor­ban dugaan penipuan den­gan pro­gram PTSL oleh Oknum aparatur desa menu­turkan.” Sekre­taris Desa (Sekdes) sudah ketaku­tan pada saat itu, dan Surat Segel jual beli yang diter­i­ma war­ga peng­gan­ti pro­gram PTSL terse­but, “CACAT DEMI HUKUM”, sebut war­ga.

“Kare­na surat segel yang diter­i­ma war­ga diduga hasil dari di scan­ner bukan segel asli, celakanya lagi surat segel terse­but, di tan­da tan­gani oleh Kades Euis Sujana, S.,Ds pada tang­gal 04 Okto­ber 2023. Namun ada juga war­ga mener­i­ma Surat Segel pada tang­gal 10 Jan­u­ari 2022 di tan­da tan­gani oleh Alm Kades Isu­jana Cakra, S.E (bapak dari Kades sekarang ) tidak meng­gu­nakan Cap stem­pel Desa,” Ujar nya den­gan nada tegas.

  Putus Fanbelt, UKW Lulus, Semangat Tak Putus

Hal sena­da juga dikatakan oleh war­ga Kam­pung Jem­bem, berin­isial A menu­turkan. ”Kita men­gelu­arkan uang Rp 5 Juta sam­pai – sam­pai men­jual kamb­ing, agar untuk men­da­p­atkan ser­ti­fikat tanah pro­gram PTSL, diki­rain pada benar diatas­nya. Makanya kalau seper­ti anak kecil saya sudah kepen­gen gebukin aja itu Sekdes, sebut A den­gan nada tegas.

Selan­jut­nya awak media kon­fir­masi Sekdes Gunawan melalui pesan What­sApp 0857 7757 xxxx. Namun Sekdes Gunawan tidak mem­berikan keteran­gan terkait hal diatas. Sebelum­nya Sekdes Gunawan akan memang­gil Oknum RW dan Oknum RT yang mener­i­ma uang dari war­ga Kam­pung Cikaret.

Sam­pai beri­ta ini dikir­im ke redak­si tim awak media masih mengumpulkan data dan sejum­lah keteran­gan terkait dugaan penipuan pro­gram PTSL terse­but.

Kaper­wil (SniperNew.id) Jabar.
— T.S –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *