Berita Peristiwa

Heboh Kasus Keracunan MBG, Netizen Ramai Tuntut Evaluasi Program

321
×

Heboh Kasus Keracunan MBG, Netizen Ramai Tuntut Evaluasi Program

Sebarkan artikel ini

Jagat maya ten­gah dihe­bohkan den­gan kabar ker­a­cu­nan mas­sal yang diduga berasal dari pro­gram MBG (Makan Bersama Gratis).

Infor­masi ini men­cu­at sete­lah sejum­lah akun media sosial men­gung­gah video dan komen­tar yang menun­jukkan suasana pen­jem­putan kor­ban meng­gu­nakan ambu­lans, ser­ta beragam keluhan masyarakat terkait kual­i­tas pro­gram terse­but.

Dalam salah satu ung­ga­han video di plat­form Threads, ter­li­hat dere­tan ambu­lans ten­gah melin­tas di jalanan untuk men­jem­put kor­ban. Video itu dibubuhi tulisan. “Hari demi hari pen­jem­putan kor­ban ker­a­cu­nan MBG 😥”

Ung­ga­han itu dis­er­tai narasi dari akun berna­ma @pengembara87211 yang menuliskan: “Pen­jem­putan kor­ban MBG yg ker­a­cu­nan.

Di luar negeri peja­bat­nya men­gun­durkan diri jika pro­gram bermasalah. Peja­bat di sini hanya mement­ingkan kur­si jabatan­nya & Par­tai‼️ malah bilangnya ketele­do­ran doang. Nung­gu ada yg MD kah?????”

Peri­s­ti­wa ini lang­sung men­u­ai ragam komen­tar dari war­ganet. Beber­a­pa di antaranya meny­oroti serius­nya kasus ker­a­cu­nan hing­ga ada kor­ban yang dalam kon­disi kri­tis.

Akun @wardayuliah_ menuliskan. “Di TV baru­san ker­a­cu­nan MBG di Kali­man­tan, lupa Kali­man­tan mana, 2 orang kri­tis.”

Akun lain, @anang.dharmawan.940, meny­oroti soal pemak­saan pelak­sanaan pro­gram mes­ki menim­bulkan masalah. “Pro­gram pem­bawa ben­cana…!!! Dan tetap dipak­sakan…!!! Apa gak tolol namanya…!!!!”

  Kebakaran Lahap Rumah Warga di Jorong Batu Balantai, Agam

Semen­tara @nurmaidarosdiana__ men­gungkap­kan keke­salan­nya.  “Hapuskan pro­gram yg men­gan­cam banyak nyawa.”

Tidak sedik­it pula komen­tar emo­sion­al dari war­ganet lain yang mem­inta tang­gung jawab. Mis­al­nya @aindorotada menuliskan. “Masyarakat. Orang tua murid dan guru harus mengam­bil sikap tegas. Meno­lak MBG. Jika memang harus, buang saja makanan itu ke tem­pat sam­pah. Semuanya. Biar ven­dor-nya lihat.”

Hal seru­pa diungkap­kan oleh @djuwadi08. “Dari­pa­da berisiko, mend­ing tolak pro­gram MBG. Wali murid lebih tahu makanan favorit anaknya dari­pa­da pemer­in­tah.”

Ada juga komen­tar berna­da kon­spir­atif dari @putra_rantau_0402: “Otak aku kok berfikir ini tu seper­ti ada yang dis­en­ga­ja, kare­na keja­di­an bukan sekali, tapi di berba­gai tem­pat & terus beru­lang. Harus­nya sekali keja­di­an sudah harus berbe­nah. Ini malah kaya biasa aja.”

Ungka­pan kepri­hati­nan juga mem­ban­jiri kolom komen­tar. Banyak orang tua merasa cemas kare­na yang men­ja­di kor­ban ker­a­cu­nan adalah anak-anak seko­lah.

Akun @widyaas.t_ menulis den­gan nada sedih. “Kasi­han dimana-mana anak-anak ker­a­cu­nan. Bukan­nya menye­hatkan malah menyak­i­ti kan 😢😢”

Semen­tara akun @sandisandi7158 men­yarankan agar pro­gram dihen­tikan semen­tara untuk inves­ti­gasi. “Udah, pada­hal stop dulu MBG-nya di daer­ah terse­but. Suruh usut dulu ada apa geran­gan.”

Bahkan ada komen­tar yang menun­tut penin­dakan hukum. “Pen­jarakan juru masak,” tulis akun @pepayasaparatoos.

Tak kalah meno­hok, akun @sumpenoprayetno meny­eret nama peja­bat dalam komen­tarnya. “Ini yg di bilang ZULKIFLI HASAN anak-anak.”

Kasus ker­a­cu­nan mas­sal yang diduga berasal dari pro­gram makan gratis MBG. Kor­ban, seba­gian besar anak seko­lah, men­gala­mi gejala ker­a­cu­nan hing­ga ada yang dise­but kri­tis.

  Cuaca Ekstrem Picu Longsor dan Banjir di Beberapa Wilayah Sumatera Utara

Kor­ban: Anak-anak seko­lah pener­i­ma pro­gram MBG. Pemer­in­tah seba­gai penye­leng­gara pro­gram. Vendor/juru masak yang menyi­ap­kan makanan. Pub­lik dan war­ganet yang ramai mem­berikan tang­ga­pan.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di sorotan pub­lik pada pekan keem­pat Sep­tem­ber 2025, sete­lah ramai dibicarakan di media sosial dan pem­ber­i­taan tele­visi lokal.

Lokasi keja­di­an dise­but ter­ja­di di salah satu wilayah di Kali­man­tan (mes­ki detail provin­si belum dise­butkan jelas oleh war­ganet).

Diduga ter­ja­di kare­na kelala­ian dalam pros­es pen­go­la­han dan dis­tribusi makanan pro­gram MBG. Beber­a­pa komen­tar pub­lik meni­lai lemah­nya pen­gawasan, kual­i­tas bahan makanan yang tidak stan­dar, ser­ta adanya indikasi ketele­do­ran dari pihak ven­dor.

Makanan dibagikan kepa­da siswa dalam rang­ka pro­gram MBG. Sete­lah men­gon­sum­si, beber­a­pa siswa men­gala­mi gejala ker­a­cu­nan seper­ti mual, muntah, dan lemas.

Kor­ban kemu­di­an dilarikan ke rumah sak­it meng­gu­nakan ambu­lans. Dua orang dise­but bera­da dalam kon­disi kri­tis. Keja­di­an ini viral sete­lah diung­gah oleh war­ganet ke media sosial.

Kasus ini memu­nculkan tun­tu­tan dari pub­lik agar pro­gram MBG dieval­u­asi. Beber­a­pa bahkan mem­inta agar dihen­tikan semen­tara demi kese­la­matan siswa.

Komen­tar seper­ti dari akun @anang.dharmawan.940 yang menye­but pro­gram ini “pem­bawa ben­cana” semakin mene­gaskan keke­ce­waan masyarakat. Ada pula suara agar peja­bat terkait bertang­gung jawab atau bahkan men­gun­durkan diri, seba­gaimana laz­im ter­ja­di di negara lain jika pro­gram pemer­in­tah menim­bulkan masalah serius.

Selain itu, seba­gian war­ganet juga menyalahkan ven­dor makanan. Ada yang men­yarankan agar kon­trak ven­dor dieval­u­asi, bahkan ada yang menun­tut agar juru masak dipros­es hukum jika ter­buk­ti lalai.

  Senyum Tegar Ibu Syari’ah di Tengah Duka Bencana Aceh, Potret Ketabahan yang Menyentuh Hati

Bukan kali ini saja pro­gram MBG men­u­ai sorotan. Sejum­lah lapo­ran sebelum­nya juga per­nah men­gaitkan pro­gram ini den­gan insi­d­en ker­a­cu­nan di beber­a­pa daer­ah. Namun, peri­s­ti­wa di Kali­man­tan kali ini men­ja­di sorotan kare­na viral di media sosial den­gan video pen­jem­putan kor­ban meng­gu­nakan ambu­lans.

Masyarakat menun­tut agar pemer­in­tah transparan dalam menyam­paikan infor­masi terkait jum­lah kor­ban, penye­bab pasti ker­a­cu­nan, dan langkah konkret yang diam­bil. Eval­u­asi ter­hadap ven­dor, stan­dar gizi, ser­ta mekanisme pen­gawasan dis­tribusi makanan men­ja­di poin yang mende­sak untuk diper­bai­ki.

Sejum­lah pihak juga mende­sak agar inves­ti­gasi inde­pen­den dilakukan, bukan hanya sebatas perny­ataan “ketele­do­ran” sema­ta. Pub­lik meni­lai hal ini menyangkut nyawa anak-anak bangsa yang seharus­nya dilin­dun­gi.

Kasus ker­a­cu­nan aki­bat pro­gram MBG di Kali­man­tan menam­bah daf­tar pan­jang kon­tro­ver­si pro­gram makan gratis yang sejatinya ditu­jukan untuk meningkatkan gizi anak seko­lah. Alih-alih menye­hatkan, insi­d­en ini jus­tru menim­bulkan ketaku­tan dan kere­sa­han di ten­gah masyarakat.

Seru­an eval­u­asi, transparan­si, hing­ga tun­tu­tan penghent­ian semen­tara pro­gram kini mengge­ma di ruang pub­lik. Semua pihak kini menung­gu tin­dak lan­jut pemer­in­tah, apakah akan segera melakukan inves­ti­gasi menyelu­ruh, mengeval­u­asi ven­dor, dan mem­per­ke­tat pen­gawasan, atau jus­tru mem­biarkan kere­sa­han ini berlarut-larut.

Kare­na pada akhirnya, kese­la­matan anak-anak seba­gai gen­erasi penerus bangsa jauh lebih pent­ing dari­pa­da sekadar pro­gram penci­traan. (abd/ahh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *