Di tengah sorotan publik terhadap dunia kesehatan yang sering kali dikaitkan dengan biaya tinggi, kisah seorang dokter bernama dr. Indra Tarigan berhasil mencuri perhatian warganet.
Melalui unggahan di media sosialnya, ia menegaskan prinsip hidup yang jarang ditemui: tidak pernah mau menerima uang pemberian dari pasien maupun keluarganya, selain gaji resmi dari rumah sakit atau klinik tempatnya bekerja, Rabu (20/08/2025).
Dalam sebuah unggahan yang ditonton lebih dari 10 ribu kali, dr. Indra Tarigan menuliskan.
“Maaf… ini bukan sok baik atau pencitraan atau tidak menghargai. Tapi seumur hidup saya menjadi dokter, saya memang tidak pernah mau menerima uang pemberian dari pasien atau keluarga, selain gaji saya dari rumah sakit atau klinik.
Bukan apa-apa, karena sebutuh-butuhnya saya, saya yakin pasien dan keluarga pasti lebih membutuhkannya.”
Unggahan ini disertai sebuah video pendek yang memperlihatkan dr. Indra tengah memeriksa seorang pasien dengan penuh kesabaran dan senyum. Pasien dalam video tersebut tampak bahagia dan tersenyum lebar saat diperiksa, mencerminkan kehangatan hubungan antara dokter dan pasien.
Tak butuh waktu lama, kolom komentar unggahan dr. Indra pun dibanjiri reaksi dari warganet. Sebagian besar memberikan doa, dukungan, hingga rasa kagum atas ketulusan sang dokter.
Seorang warganet dengan akun layirene11 menulis dengan nada bercanda. “Dapat dokter aku jadi pengen hamil juga dok 😁😁. Tapi nggak ada suami gimana mau hamil yaaaa anjaaaay.”
Sementara itu, akun julaiqaretnow menuliskan pesan haru. “Dokter… tanggung jawab loh. Pagi-pagi saya sudah nangis gara-gara dokter 😢💜 sehat selalu dok. Selalu jadi manfaat buat masyarakat sekitar yang membutuhkan jasa dokter. Aamiin Allahumma aamiin.”
Ucapan doa juga datang dari ruslianasipayung. “Sehat selalu gan, juga keluarga semua sehat, anak-anak juga sukses. Dibata simasu-masu baktindu.”
Kisah Nyata Pasien: Bukan Sekadar Dokter, Tapi Penolong. Beberapa komentar bahkan berisi kisah pribadi saat berinteraksi dengan dokter Indra. Akun yangafzah menulis pengalaman saat sang dokter dengan rendah hati membantu pasien. “Dokter spesialis yang obati suamiku gayanya juga pak dokter Indra Tarigan ini. Persis begini pakai tas. Gak segan-segan bantu angkat suamiku dari kursi roda dan bukan tali pinggangnya buat periksa. Padahal perawatnya ada. Sehat-sehat terus dokter.”
Akun lain, miela1001, menyampaikan doa agar kebaikan dr. Indra tidak pernah surut meski pandangan orang berbeda-beda. “Papapun pandangan orang tentang kebaikan anda, jangan hiraukan. Teruslah baik dalam segala hal dan semoga semua itu jadi ibadah yang layak di sisi Yang Maha Kuasa. Keberkahan selalu menyertai.”
“Alhamdulillah Masih Ada Dokter Baik”
Seorang warganet dengan akun oxzarm mengingat kembali pengalamannya seusai menjalani operasi. “Alhamdulillah masih ada dokter baik di negeri ini, semoga yang lainnya seperti ini. Saya ingat pas saya selesai operasi saya takut-takut gak bawa bingkisan, abisnya dokter saya itu kayak yang ngambek.”
Komentar ini disambut gelak tawa warganet lain, namun juga menyoroti fenomena umum di dunia medis ketika sebagian pasien merasa “wajib” memberikan bingkisan atau uang tambahan di luar biaya resmi. Prinsip dr. Indra yang menolak pemberian tersebut dianggap sebagai angin segar bagi masyarakat.
Sejumlah komentar lainnya juga menunjukkan betapa sikap sang dokter membawa dampak positif dan inspirasi.
Akun putzkharisma menulis penuh perhatian. “Dokkk, mukanya sudah lelah sekali. Tolong pikirkan badan juga ya dok. Jangan ada dokter Helmy kedua. Sudah sayang kami sama dokter-dokter yang edukasi di online gini.”
Sementara itu, akun selvieritha menuliskan salam hangat. “Mejuah-juah bang @dr.indratarigan sehat selalu.”
Akun didikkrismanto pun berharap banyak dokter lain terinspirasi. “Mudah-mudahan banyak dokter yang terinspirasi dan mengikuti jejak sampean mas dokter.”
Komentar lain juga menggambarkan rasa salut dan kekaguman. Akun gambirovati menulis: “Dokter yang baik sekali… peduli pada orang yang butuh dokter terutama ibu-ibu yang sedang mau melahirkan. Saya salut sekali.”
Akun diondion4745 menambahkan. “MasyaAllahdokternya baik banget. Andai saja di sini ada dokter sebaik dr. Indra Tarigan. Sukses selalu, berkah barokah, selalu dalam kebajikan.”
Ada pula komentar dari bunda_tarsan yang memberi saran bijak. “Salut dokternya. Terima dulu sebagai rezeki, baru kemudian diberikan kembali untuk anaknya. Jadi bukan ditolak dan tidak menyakiti hati atau merasa sombong. Barakallah dokter, sehat-sehat selalu.”
Fenomena ini menunjukkan bahwa ketulusan seorang dokter bisa menyentuh banyak hati, bahkan hanya lewat sebuah unggahan sederhana di media sosial. Sosok dr. Indra Tarigan dianggap mampu memberikan contoh nyata bagaimana profesi dokter tidak semata-mata tentang materi, melainkan juga panggilan hati untuk melayani dan menolong sesama.
Meski ada berbagai pendapat soal cara beliau menolak pemberian pasien, mayoritas warganet tetap sepakat bahwa sikap ini adalah wujud kejujuran dan ketulusan hati. Dalam dunia yang semakin materialistis, sikap seperti ini dianggap langka sekaligus berharga.
Kisah dr. Indra Tarigan mengingatkan kita bahwa profesi mulia tidak hanya diukur dari gelar, tapi dari ketulusan hati dalam menjalankan tugas. Respon warganet yang penuh haru dan doa menunjukkan bahwa masyarakat sangat mendambakan sosok tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tapi juga penuh empati.
Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas ternyata bisa memberikan inspirasi besar. Seperti pesan yang kerap disampaikan banyak warganet: “Sehat selalu dokter, semoga semakin banyak yang terinspirasi mengikuti jejakmu.”
Editor: (Ahmad)












