Berita Daerah

Hentikan Bullying: Seruan Keadilan untuk Zara

208
×

Hentikan Bullying: Seruan Keadilan untuk Zara

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta – Gelom­bang seru­an untuk menghen­tikan aksi perun­dun­gan atau bul­ly­ing semakin men­guat di media sosial, menyusul kasus yang menim­pa seo­rang kor­ban berna­ma Zara. Kasus ini menim­bulkan kepri­hati­nan luas, baik di kalan­gan masyarakat maupun pub­lik fig­ur, Rabu (20/08/2025).

Melalui ung­ga­han di plat­form Threads, akun @kiffy_razak menyam­paikan pesan tegas agar prak­tik perun­dun­gan segera dihen­tikan. Dalam ung­ga­han­nya, ia menuliskan bah­wa bul­ly­ing bukan­lah tan­da keberan­ian ataupun kehe­batan, melainkan buk­ti kelema­han.

“Hen­tikan buli! Kalau kau sang­gup buli sam­pai han­cur men­tal, fizikal, malah ram­pas nyawa orang lain, itu bukan tan­da berani atau hebat. Itu buk­ti kau penge­cut yang tak mam­pu menang tan­pa menyak­i­ti,” tulis­nya.

Lebih lan­jut, ia mengin­gatkan bah­wa seti­ap kata dan tin­dakan yang digu­nakan untuk menyak­i­ti orang lain suatu saat akan kem­bali kepa­da pelakun­ya. Pesan itu juga dis­er­tai peringatan agar pelaku berhen­ti sebelum menye­sal seu­mur hidup.

Ung­ga­han terse­but dilengkapi den­gan sejum­lah tagar seper­ti #jus­tice­forzara #jus­tice­forzaraqai­ri­na #hen­tikan­bu­li #cyber­bul­lyin­gawar­ness #cyber­bul­ly­ing #doakanyang­baik­baik #staysafe #kita­ja­gaki­ta.

  PMII Kota Langsa Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Aceh Tamiang

Dalam ung­ga­han lain, dis­er­takan pula video pen­dek berisi perny­ataan bah­wa per­juan­gan menun­tut kead­i­lan bagi Zara bukan sekadar sebuah hash­tag. Teks dalam video itu berbun­yi:

“Jus­tice for Zara bukan sekadar hash­tag … Ini jer­i­tan hati seti­ap mangsa yang per­nah dip­i­jak maru­ah­nya, dibunuh keyak­i­nan­nya dan dipadam senyu­man­nya oleh tan­gan-tan­gan pem­bu­li. Hari ini kita bersuara, sebab diam itu bermak­na kita bersub­a­hat.”

Pesan terse­but menekankan bah­wa diam ter­hadap prak­tik perun­dun­gan sama saja den­gan bersekongkol. Kare­na itu, masyarakat dia­jak untuk berani bersuara meno­lak segala ben­tuk perun­dun­gan baik di dunia nya­ta maupun di ruang dig­i­tal.

Ung­ga­han ini meman­tik respons dari war­ganet. Salah satu komen­tar datang dari akun ummi5572 yang menuliskan uca­pan ter­i­ma kasih kepa­da artis Erra Fazi­ra kare­na ikut menyuarakan kead­i­lan bagi Zara.

“Ter­i­ma kasih Erra Fazira……tolong suarakan AL Zara,” tulis­nya.

Komen­tar terse­but dijawab oleh pemi­lik akun kiffy_razak den­gan sim­bol hati putih, tan­da dukun­gan moral.

Selain itu, seo­rang war­ganet berna­ma haider­alyah juga menam­bahkan komen­tar den­gan mengutip sebuah hadis Nabi Muham­mad SAW. Hadis terse­but mene­gaskan bah­wa kehan­cu­ran umat ter­dahu­lu ter­ja­di kare­na adanya keti­dakadi­lan dalam mene­gakkan hukum.

“Sesung­guh­nya yang mem­bi­nasakan umat-umat sebelum kamu ialah: apa­bi­la men­curi orang yang mulia di kalan­gan mere­ka, mere­ka mem­biarkan­nya; tetapi apa­bi­la men­curi orang yang lemah, mere­ka mene­gakkan huku­man ke atas­nya. Demi Allah, jika Fatimah bin­ti Muham­mad men­curi, nescaya aku (sendiri) akan mem­o­tong tan­gan­nya.”
(Hadis Riway­at Bukhari dan Mus­lim)

  Insan Brilian BRI BO Perdagangan Bermuhasabah Sambut Bulan Suci

Komen­tar ini menekankan pent­ingnya kead­i­lan yang berlaku sama untuk semua, tan­pa meman­dang sta­tus sosial atau keku­atan sese­o­rang.

Kasus yang menim­pa Zara men­ja­di reflek­si serius men­ge­nai dampak perun­dun­gan. Bul­ly­ing, baik dalam ben­tuk fisik, ver­bal, maupun dig­i­tal, ter­buk­ti dap­at merusak kon­disi men­tal kor­ban. Dalam kasus ter­parah, perun­dun­gan bahkan bisa men­gan­cam nyawa sese­o­rang.

Pakar psikolo­gi menye­butkan bah­wa kor­ban bul­ly­ing biasanya men­gala­mi trau­ma jang­ka pan­jang, kehi­lan­gan keper­cayaan diri, hing­ga depre­si. Oleh sebab itu, penan­ganan kasus perun­dun­gan bukan hanya soal huku­man ter­hadap pelaku, tetapi juga pemuli­han menyelu­ruh ter­hadap kor­ban.

Masyarakat kini semakin sadar bah­wa bul­ly­ing bukan­lah per­soalan sepele. Melalui kam­pa­nye cyber­bul­ly­ing aware­ness, pub­lik didorong untuk lebih peduli dan aktif melawan per­i­laku perun­dun­gan di dunia maya. Hal ini pent­ing kare­na dunia dig­i­tal ser­ingkali men­ja­di ruang bebas yang rawan dis­alah­gu­nakan untuk menye­barkan ujaran keben­cian.

Ung­ga­han yang viral di Threads ini men­gan­dung pesan moral bah­wa seti­ap orang bertang­gung jawab men­ja­ga lingkun­gan sosial­nya dari prak­tik perun­dun­gan. “Seti­ap kata, seti­ap tan­gan yang kau guna untuk menyak­i­ti akan berpatah balik men­cari kau,” demikian salah satu peringatan keras dari ung­ga­han terse­but.

  Sikat Tambang Ilegal, Pemkab Pringsewu Tak Main-Main

Seru­an ini sejalan den­gan seman­gat kita­ja­gaki­ta, sebuah frasa yang berar­ti sal­ing men­ja­ga satu sama lain. Prin­sip itu men­ja­di san­gat pent­ing di ten­gah meningkat­nya kasus perun­dun­gan, teruta­ma di kalan­gan rema­ja dan pela­jar.

Para tokoh pub­lik dan masyarakat umum dia­jak untuk tidak ting­gal diam. Den­gan bersuara, berba­gi infor­masi posi­tif, ser­ta mem­berikan dukun­gan moral, masyarakat bisa mence­gah teru­langnya kasus-kasus seru­pa.

Kasus Zara dihara­p­kan men­ja­di momen­tum untuk men­guatkan sis­tem per­lin­dun­gan bagi kor­ban bul­ly­ing. Selain itu, aparat pene­gak hukum juga didorong untuk menin­dak tegas pelaku agar menim­bulkan efek jera.

Bagi kelu­ar­ga kor­ban, dukun­gan moral masyarakat luas san­gat berar­ti. Seti­ap ung­ga­han, doa, dan seru­an kebaikan men­ja­di pen­guat bagi mere­ka yang ten­gah berdu­ka. Seper­ti dit­uliskan dalam tagar yang meny­er­tai ung­ga­han, #doakanyang­baik­baik men­ja­di sim­bol hara­pan agar kasus ini mem­bawa kesadaran bersama.

Kasus perun­dun­gan yang menim­pa Zara telah mem­bu­ka mata banyak orang ten­tang bahaya bul­ly­ing yang bisa meng­han­curkan men­tal, fisik, bahkan merenggut nyawa. Gelom­bang seru­an kead­i­lan di media sosial mene­gaskan bah­wa masyarakat tidak lagi ingin diam. Pesan uta­manya jelas: hen­tikan bul­ly­ing, kare­na seti­ap tin­dakan menyak­i­ti hanya menun­jukkan kelema­han, bukan keku­atan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *