Ketapang, SniperNew.id — Masyarakat dusun kelelawar desa pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat mengeluhkan mahalnya harga liquefied petroleum gas (LPG), khususnya jenis LPG, bersubsidi 3kg nyatanya tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), Kamis (28/11/2024).
Salah satu warga dusun kelelawar berinisal S dan L saat diwawancarai mengatakan bahwa isi ulang tabung gas 3kg tidak hanya mahal namun juga langka dan diduga dijual ke orang lain (pengusaha) atau dijual dengan dalih habis
“Saya beli isi ulang Gas LPG 3kg harga 40,45 bahkan 55 itupun sistem siapa cepat dia dapat, padahal data penerima gas bersubdisi sudah jelas harga dan waktunya kami menduga adanya permainan harga oleh pangkalan di dusun kelelawar dan penjualan kepada pihak yang tidak seharusnya menerima gas bersubdisi,” kata warga saat diwawancarai awak media SniperNeswID Ketapang Kalbar, Jum’at (15/11/2024)
Tabung gas LPG 3kg yang bersubsidi oleh pemerintah dapat dilihat dibagian tabungnya terdapat tulisan “hanya untuk masyarakat miskin”.
Memastikan, mendengarkan keluhan masyarakat dan mengumpulkan informasi tim investigasi JNNTV bersama ikatan wartawan online (IWOI) kabupaten Ketapang turun langsung ke dusun kelelawar desa Pelapis
Dari informasi dan data yang didapatkan bahwa harga gas elpiji 3kg di pangkalan milik saparidah yang merupakan istri dari kepala desa pelapis berinisial (RH) tidak sesuai dengan yang tertera si plang pangkalan
Kades Pelapis berinisial RH menjelaskan bahwa pihaknya menjual Gas LPG 3kg sesuai dengan HET.
“Bisa dilihat dari plang bahwa harga yang kami jual wakni sesuai HET Rp.33.100” kata RH saat dikonfirmasi awak media ini.
Penjelasan kades Pelapis berinisal RH tersebut dinilai tidak sesuai dengan yang masyarakat rasakan bahwa harga yang dijual yakni 40–55 ribu rupiah per tabung gas 3kg menanggapi hal tersebut ketua IWOI kabupaten Ketapang mustakim mendesak aparat penegak hukum (APH) dan dinas perdagangan KKU menindak tegas pangkalan milik saparidah.
“Kami meminta kepada APH dan Disperindag Kayong Utara untuk mencabut izin pangkalan milik saparidah di dusun kelelawar desa pelapis yang menjual gas subsidi tidak sesuai HET yang telah ditetapkan kami juga menduga ada penimbunan serta penjual gas melon tersebut yang tidak tepat sasaran dan kami meminta untuk menangkap pangkalan yang diduga Mafia migas,” tegas mustakim, Kamis (28/11/2024)
Mustakim bersama media yang terafiliasi IWOI Indonesia kab Ketapang mengungkapkan bahwa adanya hasil temuan harga yang ditawarkan dan akun FB saparidah wakni 40 ribu rupiah dan sistemnya menggunakan siapa dapat di dapat.
“Kami dapat lihat bahwa adanya perbedaan harga plang pangkalan dengan harga dan laporan masyarakat yang mencapai 40–55 ribu kami berharap APH dan dinas terkait agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat yang menjerit dengan harga gas elpiji bersubsidi,” Pungkasnya kepada awak media ini.
(Penulis: Jumadi)



















