Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Diduga Pangkalan Gas LPG 3Kg Subsidi Melon Milik Saparidah Diduga Dijual Bukan Harga HET

490
×

Diduga Pangkalan Gas LPG 3Kg Subsidi Melon Milik Saparidah Diduga Dijual Bukan Harga HET

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id — Masyarakat dusun kelelawar desa pelapis Keca­matan Kepu­lauan Kari­ma­ta, Kabu­pat­en Keta­pang, Provin­si Kali­man­tan Barat men­geluhkan mahal­nya har­ga liq­ue­fied petro­le­um gas (LPG), khusus­nya jenis LPG, bersub­si­di 3kg nyatanya tidak sesuai den­gan har­ga ecer­an tert­ing­gi (HET), Kamis (28/11/2024).

Salah satu war­ga dusun kelelawar berin­isal S dan L saat diwawan­car­ai men­gatakan bah­wa isi ulang tabung gas 3kg tidak hanya mahal namun juga lang­ka dan diduga dijual ke orang lain (pen­gusa­ha) atau dijual den­gan dal­ih habis

  Pangulu Nagori Dolok Saribu Bangun Klarifikasi Terkait Pemberitaan Miring Pengangkatan Gamot.

“Saya beli isi ulang Gas LPG 3kg har­ga 40,45 bahkan 55 itupun sis­tem sia­pa cepat dia dap­at, pada­hal data pener­i­ma gas bersub­disi sudah jelas har­ga dan wak­tun­ya kami men­duga adanya per­mainan har­ga oleh pangkalan di dusun kelelawar dan pen­jualan kepa­da pihak yang tidak seharus­nya mener­i­ma gas bersub­disi,” kata war­ga saat diwawan­car­ai awak media SniperNeswID Keta­pang Kalbar, Jum’at (15/11/2024)

Tabung gas LPG 3kg yang bersub­si­di oleh pemer­in­tah dap­at dil­i­hat diba­gian tabungnya ter­da­p­at tulisan “hanya untuk masyarakat miskin”.

Memas­tikan, menden­garkan keluhan masyarakat dan mengumpulkan infor­masi tim inves­ti­gasi JNNTV bersama ikatan wartawan online (IWOI) kabu­pat­en Keta­pang turun lang­sung ke dusun kelelawar desa Pelapis

Dari infor­masi dan data yang dida­p­atkan bah­wa har­ga gas elpi­ji 3kg di pangkalan milik sapari­dah yang meru­pakan istri dari kepala desa pelapis berin­isial (RH) tidak sesuai den­gan yang tert­era si plang pangkalan

  GPKN Soroti MoU APDESI-HAM, Jangan Jadikan Hukum Tameng Dana Desa

Kades Pelapis berin­isial RH men­je­laskan bah­wa pihaknya men­jual Gas LPG 3kg sesuai den­gan HET.

“Bisa dil­i­hat dari plang bah­wa har­ga yang kami jual wakni sesuai HET Rp.33.100” kata RH saat dikon­fir­masi awak media ini.

Pen­je­lasan kades Pelapis berin­isal RH terse­but dini­lai tidak sesuai den­gan yang masyarakat rasakan bah­wa har­ga yang dijual yakni 40–55 ribu rupi­ah per tabung gas 3kg menang­gapi hal terse­but ket­ua IWOI kabu­pat­en Keta­pang mus­takim mende­sak aparat pene­gak hukum (APH) dan dinas perda­gan­gan KKU menin­dak tegas pangkalan milik sapari­dah.

“Kami mem­inta kepa­da APH dan Dis­perindag Kay­ong Utara untuk men­cabut izin pangkalan milik sapari­dah di dusun kelelawar desa pelapis yang men­jual gas sub­si­di tidak sesuai HET yang telah dite­tap­kan kami juga men­duga ada pen­im­bunan ser­ta pen­jual gas mel­on terse­but yang tidak tepat sasaran dan kami mem­inta untuk menangkap pangkalan yang diduga Mafia migas,” tegas mus­takim, Kamis (28/11/2024)

  Pembangunan Rumah Negara tipe D dan E pada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tahun Anggaran 2024 diduga Mangkrak

Mus­takim bersama media yang ter­afil­iasi IWOI Indone­sia kab Keta­pang men­gungkap­kan bah­wa adanya hasil temuan har­ga yang ditawarkan dan akun FB sapari­dah wakni 40 ribu rupi­ah dan sis­tem­nya meng­gu­nakan sia­pa dap­at di dap­at.

“Kami dap­at lihat bah­wa adanya perbe­daan har­ga plang pangkalan den­gan har­ga dan lapo­ran masyarakat yang men­ca­pai 40–55 ribu kami berharap APH dan dinas terkait agar segera menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran masyarakat yang men­jer­it den­gan har­ga gas elpi­ji bersub­si­di,” Pungkas­nya kepa­da awak media ini.

(Penulis: Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *