Berita Ekonomi

Banjarmasin Cari Solusi Kelangkaan Gas Melon, ASN Diminta Tak Gunakan 3 Kg

378
×

Banjarmasin Cari Solusi Kelangkaan Gas Melon, ASN Diminta Tak Gunakan 3 Kg

Sebarkan artikel ini

Ban­jar­masin, SniperNew.id – Pemer­in­tah Kota (Pemko) Ban­jar­masin terus beru­paya men­cari solusi terkait kelangkaan dan kesuli­tan masyarakat dalam men­da­p­atkan tabung gas elpi­ji uku­ran 3 kilo­gram atau yang akrab dise­but “gas mel­on”. Hal ini dis­am­paikan oleh Wak­il Wali Kota Ban­jar­masin, Hj. Anan­da, saat mewak­ili Wali Kota Ban­jar­masin, Ibnu Sina, dalam High Lev­el Meet­ing Tim Pen­gen­dali Inflasi Daer­ah (TPID) Kota Ban­jar­masin, Selasa (26/08).

Perte­muan terse­but dip­impin oleh Sekre­taris Daer­ah Kota Ban­jar­masin, M. Yamin, dan mem­ba­has sejum­lah per­soalan strate­gis yang memen­garuhi kesta­bi­lan har­ga ser­ta daya beli masyarakat, ter­ma­suk keterse­di­aan gas sub­si­di. Dalam kesem­patan itu, Hj. Anan­da mene­gaskan pent­ingnya men­cari jalan kelu­ar agar kesuli­tan masyarakat dalam menukar tabung gas mel­on 3 kilo­gram dap­at segera diatasi.

“Per­masala­han gas mel­on ini nya­ta dan dirasakan lang­sung oleh war­ga. Maka dari itu, pemer­in­tah daer­ah harus men­car­ikan solusi agar kebu­tuhan masyarakat tetap ter­penuhi,” ujar Hj. Anan­da.

  BUMDes Nawaripi Jaya Resmi Terdaftar di Kemendes PDTT, Siap Dukung Ekonomi Mimika

Lebih lan­jut, ia menekankan agar Aparatur Sip­il Negara (ASN) di lingkun­gan Pemko Ban­jar­masin tidak meng­gu­nakan gas mel­on di rumah tang­ga mas­ing-mas­ing. Menu­rut­nya, gas elpi­ji 3 kilo­gram meru­pakan pro­duk bersub­si­di yang dipe­run­tukkan khusus bagi masyarakat kecil dan pelaku usa­ha mikro.

“Jan­gan sam­pai ada ASN yang masih meng­gu­nakan gas mel­on. Itu akan menam­bah beban dan mem­per­parah kelangkaan. ASN seharus­nya meng­gu­nakan tabung non-sub­si­di. Kalau ASN ikut memakai, otoma­tis masyarakat kecil yang seharus­nya berhak jus­tru semakin sulit,” tegas­nya.

Dalam forum terse­but, Hj. Anan­da juga menyam­paikan bah­wa pen­gen­dalian inflasi di daer­ah tidak hanya berfokus pada har­ga bahan pokok, tetapi juga memas­tikan dis­tribusi dan keterse­di­aan ener­gi rumah tang­ga seper­ti elpi­ji ber­jalan den­gan baik. Ia mengin­gatkan bah­wa salah satu fak­tor pemicu inflasi adalah kelangkaan barang kebu­tuhan masyarakat, sehing­ga harus diantisi­pasi sejak dini.

Kelangkaan gas elpi­ji 3 kilo­gram di Ban­jar­masin beber­a­pa wak­tu ter­akhir memang banyak dikeluhkan masyarakat. War­ga men­gaku kesuli­tan men­da­p­atkan tabung gas mel­on, bahkan ada yang ter­pak­sa mem­be­li den­gan har­ga jauh di atas keten­tu­an. Kon­disi ini mem­bu­at seba­gian pelaku usa­ha kecil, seper­ti peda­gang goren­gan, warung makan, dan usa­ha rumah tang­ga lain­nya, ikut ter­dampak.

  Panen Dana Desa Bangkitkan Sawah Wonosobo

Menu­rut Hj. Anan­da, pemer­in­tah daer­ah akan mem­perku­at koor­di­nasi den­gan pihak Per­t­a­m­i­na ser­ta dis­trib­u­tor untuk memas­tikan penyalu­ran gas sub­si­di tepat sasaran. Selain itu, pen­gawasan di tingkat pangkalan juga akan dit­ingkatkan agar tidak ter­ja­di prak­tik penyalah­gu­naan dis­tribusi.

“Kami ingin memas­tikan dis­tribusi benar-benar sam­pai ke masyarakat yang berhak. Jan­gan sam­pai ada kebo­co­ran dis­tribusi atau malah berpin­dah tan­gan ke pihak yang tidak semestinya,” jelas­nya.

Ia menam­bahkan, per­an ser­ta masyarakat juga san­gat pent­ing dalam men­ja­ga keber­lang­sun­gan dis­tribusi gas mel­on. Masyarakat diim­bau untuk mela­porkan jika men­e­mukan adanya pen­im­bunan, per­mainan har­ga, atau oknum yang menyalah­gu­nakan dis­tribusi.

Dalam kesem­patan itu, Hj. Anan­da juga mem­berikan catatan pent­ing kepa­da selu­ruh peja­bat dan ASN di lingkup Pemko Ban­jar­masin agar mem­beri con­toh yang baik kepa­da masyarakat den­gan tidak meng­gu­nakan gas sub­si­di. “Ini soal kete­ladanan. Kalau peja­bat saja meng­gu­nakan gas sub­si­di, bagaimana kita bisa mengim­bau masyarakat kecil untuk tert­ib? Jadi saya minta selu­ruh ASN benar-benar taat,” katanya.

Selain per­soalan gas mel­on, rap­at TPID Kota Ban­jar­masin juga mem­ba­has langkah-langkah pen­gen­dalian har­ga pan­gan, teruta­ma men­je­lang momen ter­ten­tu seper­ti akhir tahun, bulan Ramadan, maupun hari besar keaga­maan. Pemer­in­tah daer­ah akan terus melakukan operasi pasar, mon­i­tor­ing har­ga, ser­ta bek­er­ja sama den­gan lin­tas instan­si untuk menekan poten­si inflasi.

  Gelombang Solidaritas Mengalir untuk Aceh–Sumatera

Upaya Pemko Ban­jar­masin ini sejalan den­gan ara­han pemer­in­tah pusat yang menekankan pent­ingnya men­ja­ga daya beli masyarakat di ten­gah kon­disi ekono­mi glob­al yang masih belum sta­bil. Pemer­in­tah daer­ah dim­inta aktif melakukan ino­vasi kebi­jakan agar inflasi tetap terk­endali dan masyarakat kecil ter­lin­dun­gi.

Hj. Anan­da mene­gaskan, komit­men pemer­in­tah kota tidak hanya sebatas rap­at koor­di­nasi, tetapi juga diwu­jud­kan dalam tin­dakan nya­ta di lapan­gan. “Kita ingin memas­tikan masyarakat tidak kesuli­tan men­da­p­atkan gas mel­on. Solusi konkret harus segera dilak­sanakan, bukan hanya wacana,” ucap­nya.

Di akhir penyam­pa­ian­nya, Hj. Anan­da kem­bali mengin­gatkan bah­wa kebi­jakan peng­gu­naan gas elpi­ji sub­si­di harus berpi­hak pada masyarakat kecil. Ia juga berharap ASN men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam mem­berikan teladan ser­ta men­dukung kebi­jakan pemer­in­tah.

“Kebi­jakan ini untuk kebaikan bersama. Jika dis­tribusi gas mel­on tepat sasaran, maka masyarakat kecil akan ter­ban­tu, usa­ha mikro bisa tetap ber­jalan, dan inflasi pun bisa dik­enda­likan,” tutup­nya.

(Edi­tor: Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *