PRINGSEWU, SNIPERNEW.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah taman kanak-kanak di Kabupaten Pringsewu menuai sorotan. Sejumlah wali murid TK Nurul Qomar yang berlokasi di Desa/Pekon Way Gison I, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menyampaikan protes terkait kondisi makanan yang dibagikan kepada siswa, Sabtu (16/1/2026).
Menurut keterangan wali murid, makanan yang diterima anak-anak dinilai kurang layak konsumsi karena terlihat tidak segar dan diduga telah mengalami pembusukan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak usia dini.
Salah satu wali murid menyampaikan keluhannya melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi. Dalam pesan tersebut tertulis, “Muntuke bureng bu, gak bisa dimakan, pait,” tulis wali murid tersebut, menggambarkan kondisi makanan yang diterima anaknya.
Ungkapan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran wali murid bahwa makanan yang disalurkan dalam program tersebut tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Para orang tua menilai, makanan bergizi seharusnya tidak hanya memenuhi unsur gizi, tetapi juga aman, sehat, dan layak untuk dikonsumsi anak-anak.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional pemerintah Indonesia yang bertujuan menyediakan asupan gizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini dirancang untuk meningkatkan status gizi masyarakat, menurunkan angka stunting, mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan pelaku UMKM sebagai penyedia bahan pangan.
Namun demikian, wali murid menilai pelaksanaan program di lapangan masih membutuhkan pengawasan yang lebih ketat, khususnya terkait kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang karena dapat membahayakan kesehatan anak-anak.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak sekolah menyampaikan bahwa aspirasi wali murid telah diterima dan akan dikoordinasikan dengan pihak pelaksana program. Sekolah menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tidak mendistribusikan makanan apabila dinilai tidak layak konsumsi.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala TK Nurul Qomar belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapatkan respons, karena nomor yang dihubungi dalam kondisi tidak aktif.
Pelaksanaan Program MBG dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Pemerintah pusat dan daerah terus melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap program ini, menyusul adanya sejumlah laporan terkait makanan bermasalah di beberapa wilayah.
Wali murid berharap instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh agar tujuan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tercapai tanpa mengorbankan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Penulis: (Jamhari & iskandar)



















