Terupdate

Cegah Bullying  Dilingkungan Sekolah, Kapolres Pekalongan Pimpin Apel Besar Patroli Keamanan 

226
×

Cegah Bullying  Dilingkungan Sekolah, Kapolres Pekalongan Pimpin Apel Besar Patroli Keamanan 

Sebarkan artikel ini

Peka­lon­gan, SniperNew.id — Pol­da Jateng — AKBP Doni Prakoso Widaman­to, S.I.K selaku Kapol­res Peka­lon­gan memimpin apel besar Patroli Kea­manan Seko­lah (PKS) yang dilang­sungkan di SMAN 1 Kedung­wu­ni, Kamis (25/07).

Apel ini dalam rang­ka mence­gah bul­ly­ing ataupun perun­dun­gan di lingkun­gan seko­lah, sekali­gus launch­ing pro­gram “Jateng Zero Bul­ly­ing.”

Hadir pula dalam apel terse­but, Kepala Cabang Dinas Pen­didikan Wilayah XII Jawa Ten­gah Sumam­to, S.Pd., M.M., Kepala Kan­tor Kemen­tri­an Aga­ma Kab. Peka­lon­gan H. Imam Tobroni, Kapolsek Kedung­wu­ni Kom­pol Giyarto, para Kasat dan Per­wira Pol­res Peka­lon­gan, Kepala Seko­lah dan guru BK SMA N 1 Kedung­wu­ni, SMK N 1 Kedung­wu­ni, MAN Kedung­wu­ni dan MASS Pro­to Kedung­wu­ni ser­ta anggota Bhabinkamtib­mas, anggota Sat Lan­tas dan anggota Sat Reskrim Pol­res Peka­lon­gan.

  Ikatan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Konsisten Membantu Alumni Meraih Cita Cita Menjadi CPNS

AKBP Doni dalam sambu­tan­nya menyam­paikan, bah­wa untuk mem­per­lu­as ruang lingkup tugas­nya, nama Polisi Kea­manan Seko­lah digan­ti men­ja­di Patroli Kea­manan Seko­lah. Yang mana tugas uta­manya men­gatur lalu lin­tas di lingkun­gan seko­lah dan lingkun­gan sek­i­tar seko­lah, teruta­ma saat menye­berangkan siswa-siswi berangkat maupun pulang seko­lah.

“Tujuan PKS sendiri adalah menum­buhkan kedisi­plinan pada anak, sebab untuk men­ja­di PKS diper­lukan kedisi­plinan yang ting­gi. Dan den­gan kedisi­plinan terse­but, dihara­p­kan anak juga memi­li­ki jiwa kepemimp­inan, baik untuk memimpin diri sendiri maupun orang lain. keti­ka siswa sudah memi­li­ki kedisi­plinan, maka kecil kemu­ngk­i­nan siswa akan melang­gar tata tert­ib seko­lah,” ujarnya.

Dirinya menam­bahkan, masalah lalu lin­tas telah men­ja­di per­ha­t­ian serius pemer­in­tah, teruta­ma dalam men­cip­takan budaya tert­ib berlalu lin­tas. Salah satu upaya untuk mem­ban­gun karak­ter budaya tert­ib berlalu lin­tas sejak usia dini adalah melalui pen­didikan for­mal.

“Jadi­lah pelo­por kese­la­matan, kare­na kese­la­matan adalah yang per­ta­ma dan uta­ma,” kata Kapol­res.

Diungkap­kan AKBP Doni, melalui PKS, petu­gas Kepolisian juga bisa men­jalin kedekatan den­gan anak. Hal itu juga dap­at mem­buk­tikan bah­wa polisi meru­pakan saha­bat anak, sehing­ga anak tidak takut den­gan polisi.

  Diduga Kasus Penganiyaan Eko Saputra Anggota Dewan Gerindra Tetap Diproses Polres Pesawaran

“Kepa­da para adik-adik PKS, kalian adalah orang ter­pil­ih untuk mem­berikan con­toh atau suri tauladan dan menanamkan kea­manan, kelan­car­an ser­ta ketert­iban berlalu lin­tas kepa­da rekan — rekan­nya di seko­lah mas­ing-mas­ing,” ungkap­nya.

Kapol­res Peka­lon­gan dalam kesem­patan itu juga men­gungkap­kan kepri­hati­nan yang men­dalam atas maraknya per­i­laku meny­im­pang di kalan­gan pela­jar, seper­ti tawu­ran, perusakan, bul­ly­ing, per­i­laku krim­i­nal lain­nya ser­ta penyalah­gu­naan narko­ba.

“Saya berharap adik-adik untuk menghin­dari per­i­laku bul­ly­ing di lingkun­gan seko­lah kare­na bul­ly­ing adalah tin­dakan yang tidak baik dan dap­at menim­bulkan trau­ma bagi para kor­ban­nya,” tuturnya

Dije­laskan­nya, bul­ly­ing / perun­dun­gan meru­pakan segala ben­tuk penin­dasan atau kek­erasan yang dilakukan den­gan sen­ga­ja oleh satu orang atau sekelom­pok orang yang lebih kuat atau berkuasa ter­hadap orang lain, den­gan tujuan untuk terus menyak­i­ti dan dilakukan secara menerus. Baik den­gan cara memukul, menghi­na, atau men­jahili mere­ka. Meskipun hanya seba­gai lelu­con, itu adalah hal yang tidak dap­at dibenarkan.

  Peringati Hari Koperasi Ke - 77, Pemerintah Kota Bekasi Ajak UMKM Adaptif dengan Perkembangan Zaman

Pence­ga­han dan penan­ganan kek­erasan meru­pakan tang­gung jawab Bersama dan Pol­da Jawa Ten­gah memi­li­ki pro­gram yaitu stop bul­ly­ing atau zero bul­ly­ing. Kemu­di­an untuk mewu­jud­kan Jawa Ten­gah zero bul­ly­ing di sat­u­an pen­didikan, kita harus berkomit­men dan aktif dalam upaya pence­ga­han poten­si perun­dun­gan dan kek­erasan dalam ben­tuk apapun (bul­ly­ing) di lingkun­gan sat­u­an pen­didikan yang ada di Jawa Ten­gah. Dan akhirnya, anak-anak ini memi­li­ki lingkun­gan yang nya­man untuk bertum­buh kem­bang sehing­ga dap­at men­ca­pai cita-cita di masa depan.

“Pol­ri hadir untuk mem­berikan rasa aman dan nya­man di lingkun­gan masyarakat, Pol­ri hadir untuk menyi­ap­kan gen­erasi emas yang memi­li­ki nilai-nilai disi­plin, bertang­gung jawab dan kecin­taan ter­hadap tanah air ser­ta berwawasan glob­al,” pungkas AKBP Doni.

Kapol­res Peka­lon­gan berharap, anak-anak seba­gai gen­erasi bangsa men­ja­di prib­a­di yang berkarak­ter. Anak- anak tidak hanya pandai dalam bidang akademik saja, tetapi juga kecer­dasan spir­i­tu­al, men­tal yang baik. (Muji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *