Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Budidaya Mentimun Rumahan Kian Diminati, Warga Manfaatkan Paralon dan Lahan Sempit

369
×

Budidaya Mentimun Rumahan Kian Diminati, Warga Manfaatkan Paralon dan Lahan Sempit

Sebarkan artikel ini

Tegal, SniperNew.id – Budi­daya men­timun kini tidak lagi ter­batas pada lahan luas. Ino­vasi per­tan­ian urban memu­ngkinkan sia­pa saja menanam men­timun di rumah, bahkan di area sem­pit sekalipun. Salah satu metode yang ten­gah pop­uler adalah meman­faatkan pipa par­alon seba­gai media tanam ver­tikal, 22 Juni 2025.

Metode ini telah dit­er­ap­kan oleh sejum­lah war­ga di perko­taan, seper­ti Jakar­ta, Ban­dung, hing­ga Surabaya. Salah sat­un­ya adalah Suat­no (42), war­ga Tegal  yang telah mem­buk­tikan keber­hasi­lan panen men­timun dari hala­man rumah­nya yang hanya beruku­ran 2x3 meter.

  Dirjen Pajak Tinjau Layanan SPT Tahunan di Sleman

Budi­daya men­timun ruma­han meng­gu­nakan pipa par­alon meru­pakan solusi per­tan­ian ver­tikal yang efisien. Tana­man men­timun ditanam dalam lubang-lubang pada pipa yang telah diisi media tanam beru­pa cam­pu­ran tanah, sekam, dan kom­pos. Sis­tem ini memu­ngkinkan tana­man tum­buh men­jalar ke atas den­gan ban­tu­an ram­bat­an tali atau jar­ing.

Teknik ini mulai marak, keti­ka tren berke­bun di rumah meningkat. Hing­ga kini, semakin banyak masyarakat yang men­er­ap­kan­nya untuk men­cukupi kebu­tuhan kon­sum­si har­i­an bahkan untuk usa­ha ruma­han.

  Huawei Soroti Inovasi Teknologi dalam Rantai Pasok Global

Metode ini dap­at dit­er­ap­kan di hala­man sem­pit, balkon aparte­men, teras rumah, bahkan di atas dak ban­gu­nan. Yang pent­ing adalah area terse­but men­da­p­at sinar mata­hari min­i­mal 6 jam per hari.

Selain hemat lahan, metode ini juga dini­lai hemat biaya, ramah lingkun­gan, dan cocok untuk masyarakat perko­taan yang ingin mem­pro­duk­si sayu­ran sendiri. Men­timun juga ter­ma­suk tana­man yang mudah dibu­di­dayakan dan cepat panen, hanya dalam wak­tu 35–40 hari sejak tanam.

Cara budi­dayanya cukup seder­hana. Berikut langkah-langkah uta­manya:

1. Per­si­a­pan Par­alon: Gunakan par­alon berdiam­e­ter 4 — 6 inci, potong sep­a­n­jang 1–1,5 meter. Luban­gi bagian atas den­gan jarak 20 cm antar lubang.

  Dek Pelabuhan Sunyi, Penyeberangan Malam Tetap Jalan

2. Isi Media Tanam: Cam­purkan tanah, kom­pos, dan sekam padi dalam per­bandin­gan 1:1:1 lalu masukkan ke dalam par­alon.

3. Penana­man: Tanam benih atau bib­it men­timun di seti­ap lubang par­alon.

4. Penyi­ra­man: Sir­am tana­man secara ter­atur, pagi dan sore hari, teruta­ma di masa awal per­tum­buhan.

5. Per­awatan: Berikan ram­bat­an agar tana­man mer­am­bat ke atas, dan sem­prot pestisi­da ala­mi jika diper­lukan.

6. Panen: Men­timun dap­at mulai dipa­nen sete­lah usia tana­man 35–40 hari den­gan hasil mak­si­mal jika dirawat baik.

Den­gan metode ini, masyarakat tidak hanya dap­at menghe­mat pen­gelu­aran rumah tang­ga tetapi juga turut men­ja­ga keta­hanan pan­gan skala kelu­ar­ga.

Lapo­ran: (Surat­no)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *