Berita Ekonomi

Bibit Super Unggul Pekalongan Lampung Rp.15000, Murah Asli Siap Antar hingga Kudus

615
×

Bibit Super Unggul Pekalongan Lampung Rp.15000, Murah Asli Siap Antar hingga Kudus

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah, SniperNew.id – Kebutuhan masyarakat akan bibit tanaman unggul terus meningkat seiring berkembangnya sektor pertanian dan perkebunan di Indonesia. Fenomena ini terlihat dari geliat usaha jual beli bibit super unggul di Pekalongan, Lampung Tengah, yang kian diminati petani maupun masyarakat umum, Senin (29/09).

Wahyu, salah satu pelaku usaha bibit tanaman unggul di daerah tersebut, menawarkan berbagai jenis bibit dengan harga terjangkau namun berkualitas tinggi. Dalam keterangannya kepada SniperNew.id, Senin (29/09), ia menyebutkan harga bibit hanya Rp15.000 per pohon. Meski murah, bibit yang ditawarkan dijamin keaslian dan kualitasnya, bahkan siap diganti jika ada yang mati setelah ditanam.

“Bibit yang kami jual semuanya asli, super unggul, dan siap tumbuh. Jika ada yang mati, kami ganti. Semua bibit juga siap diantar langsung ke pemesan, termasuk hingga ke Kudus, Lampung,” ungkap Wahyu.

Adapun jenis bibit unggul yang disediakan Wahyu antara lain:

Bibit Aren Super Rp. 10.000

Alpukat Aligator Rp. 15000

Durian Montong. Rp. 15000

Jengkol Super. Rp. 8000

Pete Super Rp. 10000

Mangga berbagai varietas Rp. 16000

Bibit kelapa Nias Rp. 20000

Bibit kelapa Ulung. Rp. 40000

Semua bibit ini banyak diminati karena dinilai mampu memberikan hasil panen lebih cepat, ukuran buah lebih besar, serta produktivitas lebih tinggi dibandingkan bibit biasa.

  Dirjen Pajak Tinjau Layanan SPT Tahunan di Sleman

Sebagai bukti kepercayaan pembeli, Wahyu menunjukkan foto pengiriman bibit ke salah satu pelanggan di Desa Banyurip, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Bibit alpukat, durian, dan aren super diturunkan langsung di rumah Bapak Sugianto, seorang warga yang memesan untuk ditanam di kebunnya.

“Banyak warga yang pesan bukan hanya untuk konsumsi pribadi, tapi juga untuk investasi jangka panjang. Mereka sadar bahwa menanam pohon buah unggul adalah tabungan masa depan,” jelas Wahyu.

Harga yang ditawarkan Rp15.000 per bibit dianggap sangat bersaing dibanding harga pasaran bibit unggul sejenis di tempat lain, yang bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp50.000 per batang. Murahnya harga tidak lantas membuat kualitas diabaikan.

“Kami menjaga kualitas bibit mulai dari pembibitan, perawatan, hingga siap tanam. Jaminan penggantian juga kami berikan untuk meningkatkan kepercayaan pembeli,” tambahnya.

Target pasar usaha ini tidak terbatas pada petani besar saja. Banyak pemilik lahan rumah, pekarangan, hingga kebun kecil yang membeli bibit unggul. Hal ini sejalan dengan tren masyarakat untuk kembali ke alam, bercocok tanam, dan menghasilkan panen dari lahan sendiri.

Menurut Wahyu, peminat bibit super unggul datang dari berbagai daerah, tidak hanya Lampung Tengah, tetapi juga Kudus, Pringsewu, hingga beberapa wilayah di Jawa Tengah. Sistem pengantaran langsung menjadi keunggulan tersendiri bagi usahanya.

Beberapa faktor yang mendorong tingginya permintaan bibit unggul, antara lain:

1. Kesadaran akan nilai ekonomi tanaman jangka panjang
Banyak masyarakat yang menanam durian, alpukat, atau kelapa unggul bukan hanya untuk dikonsumsi, tapi juga dijual dengan nilai tinggi.

  Harga Pangan Stabil Jelang Akhir Tahun Nasional

2. Harga bibit murah dengan kualitas terjamin. Rp15.000 per bibit dianggap terjangkau, apalagi dengan garansi penggantian jika bibit mati.

3. Tren menanam di kalangan masyarakat perkotaan
Urban farming dan gerakan kembali ke alam mendorong masyarakat untuk menanam di pekarangan rumah.

4. Dukungan transportasi dan layanan antar. Pemesanan lebih mudah karena bibit bisa diantar langsung ke rumah pembeli.

Untuk melakukan pemesanan, Wahyu menyediakan nomor WhatsApp patner usaha di 0878-2503-9969. Proses transaksi dilakukan sederhana, pembeli tinggal memilih jenis bibit, jumlah, dan alamat pengiriman.

“Biasanya pembeli langsung menghubungi lewat WhatsApp. Kami kirim foto stok bibit, mereka pilih, lalu kami antar. Sistem ini memudahkan semua pihak,” ujar Wahyu.

Usaha bibit unggul ini tidak hanya memberi keuntungan bagi penjual, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. Dengan meningkatnya permintaan bibit, beberapa warga sekitar ikut terlibat dalam proses pembibitan, perawatan, hingga pengiriman.

Selain itu, pembeli yang menanam bibit unggul juga berpotensi memperoleh keuntungan besar di masa depan. Misalnya, durian Montong yang dikenal memiliki harga jual tinggi di pasaran. Alpukat Aligator juga banyak diburu karena ukurannya besar dan rasanya khas.

“Dengan menanam pohon unggul, masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah. Satu pohon durian saja bisa menghasilkan jutaan rupiah ketika panen. Bayangkan jika punya puluhan pohon,” jelas Wahyu.

Beberapa petani yang telah membeli bibit dari Wahyu mengaku puas dengan kualitasnya. Sutrisno, seorang petani di Pringsewu, mengatakan bibit yang ia beli tumbuh subur dan sehat.

  Yodan Space Gandeng Sate Batibul, Hadir di Pacific Mall

“Saya sudah beli bibit durian dan alpukat. Alhamdulillah semuanya tumbuh bagus. Harga murah, pelayanan cepat, dan ada garansi. Ini yang bikin saya percaya,” katanya.

Wahyu berharap usahanya bisa terus berkembang dan menjangkau pasar lebih luas, tidak hanya di Lampung, tapi juga ke provinsi lain. Ia juga berencana menambah variasi bibit baru sesuai kebutuhan pasar.

“Harapan saya, masyarakat makin semangat menanam. Selain untuk kebutuhan sendiri, juga bisa menjadi ladang ekonomi. Kalau semua orang menanam, maka masa depan pertanian kita akan cerah,” tutup Wahyu.

Menurut pakar agribisnis lokal, usaha jual beli bibit unggul seperti yang dilakukan Wahyu memiliki prospek cerah. Pertanian berbasis bibit unggul terbukti meningkatkan produktivitas, mempercepat panen, serta menghasilkan kualitas buah yang lebih disukai pasar.

Dengan harga murah dan akses mudah, peluang usaha ini juga bisa menggerakkan roda ekonomi desa. Selain memberikan lapangan kerja, usaha bibit unggul bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan.

Bisnis bibit unggul di Pekalongan, Lampung Tengah, yang dijalankan oleh Wahyu menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Dengan strategi harga murah, kualitas terjamin, layanan antar, dan jaminan penggantian, usaha ini mampu menarik minat pembeli dari berbagai daerah.

Fenomena ini bukan hanya soal jual beli bibit, melainkan juga bagian dari kesadaran masyarakat untuk berinvestasi melalui tanaman produktif. Dengan menanam pohon unggul hari ini, masyarakat sedang menanam masa depan ekonominya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *