Berita Ekonomi

Budidaya Mentimun Rumahan Kian Diminati, Warga Manfaatkan Paralon dan Lahan Sempit

389
×

Budidaya Mentimun Rumahan Kian Diminati, Warga Manfaatkan Paralon dan Lahan Sempit

Sebarkan artikel ini

Tegal, SniperNew.id – Budidaya mentimun kini tidak lagi terbatas pada lahan luas. Inovasi pertanian urban memungkinkan siapa saja menanam mentimun di rumah, bahkan di area sempit sekalipun. Salah satu metode yang tengah populer adalah memanfaatkan pipa paralon sebagai media tanam vertikal, 22 Juni 2025.

Metode ini telah diterapkan oleh sejumlah warga di perkotaan, seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya. Salah satunya adalah Suatno (42), warga Tegal  yang telah membuktikan keberhasilan panen mentimun dari halaman rumahnya yang hanya berukuran 2×3 meter.

Budidaya mentimun rumahan menggunakan pipa paralon merupakan solusi pertanian vertikal yang efisien. Tanaman mentimun ditanam dalam lubang-lubang pada pipa yang telah diisi media tanam berupa campuran tanah, sekam, dan kompos. Sistem ini memungkinkan tanaman tumbuh menjalar ke atas dengan bantuan rambatan tali atau jaring.

  Dirjen Pajak Tinjau Layanan SPT Tahunan di Sleman

Teknik ini mulai marak, ketika tren berkebun di rumah meningkat. Hingga kini, semakin banyak masyarakat yang menerapkannya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi harian bahkan untuk usaha rumahan.

Metode ini dapat diterapkan di halaman sempit, balkon apartemen, teras rumah, bahkan di atas dak bangunan. Yang penting adalah area tersebut mendapat sinar matahari minimal 6 jam per hari.

  Huawei Soroti Inovasi Teknologi dalam Rantai Pasok Global

Selain hemat lahan, metode ini juga dinilai hemat biaya, ramah lingkungan, dan cocok untuk masyarakat perkotaan yang ingin memproduksi sayuran sendiri. Mentimun juga termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan dan cepat panen, hanya dalam waktu 35-40 hari sejak tanam.

Cara budidayanya cukup sederhana. Berikut langkah-langkah utamanya:

1. Persiapan Paralon: Gunakan paralon berdiameter 4 – 6 inci, potong sepanjang 1-1,5 meter. Lubangi bagian atas dengan jarak 20 cm antar lubang.

2. Isi Media Tanam: Campurkan tanah, kompos, dan sekam padi dalam perbandingan 1:1:1 lalu masukkan ke dalam paralon.

  Dek Pelabuhan Sunyi, Penyeberangan Malam Tetap Jalan

3. Penanaman: Tanam benih atau bibit mentimun di setiap lubang paralon.

4. Penyiraman: Siram tanaman secara teratur, pagi dan sore hari, terutama di masa awal pertumbuhan.

5. Perawatan: Berikan rambatan agar tanaman merambat ke atas, dan semprot pestisida alami jika diperlukan.

6. Panen: Mentimun dapat mulai dipanen setelah usia tanaman 35-40 hari dengan hasil maksimal jika dirawat baik.

Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya dapat menghemat pengeluaran rumah tangga tetapi juga turut menjaga ketahanan pangan skala keluarga.

Laporan: (Suratno)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *