Bali, SniperNew.id – Memasuki hari keempat, banjir yang melanda Banjar Tengading, Desa Antiga Klod, Kecamatan Karangasem, Bali, masih belum surut. Puluhan kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut hingga saat ini masih terdampak banjir dan belum bisa beraktivitas seperti biasa. Sebagian warga bahkan masih mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan keluarga mereka.
Peristiwa banjir ini menjadi perhatian serius warga. Mereka meminta pemerintah Kabupaten Karangasem segera memberikan bantuan pompa penyedot air agar genangan dapat surut lebih cepat dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Banjir terjadi sejak empat hari lalu dan terus bertahan hingga hari ini. Genangan air yang cukup tinggi membuat warga kesulitan untuk beraktivitas. Rumah-rumah warga tergenang, perabot rumah tangga rusak, dan akses jalan terganggu. Situasi ini diperparah karena hingga kini belum ada tanda-tanda surutnya banjir secara signifikan.
Puluhan kepala keluarga di Banjar Tengading menjadi korban terdampak banjir. Mereka tidak hanya kehilangan kenyamanan tempat tinggal, tetapi juga mengalami kerugian material. Banyak dari mereka yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka sudah tidak layak dihuni akibat genangan air yang terus bertahan.
Seorang warga Banjar Tengading, melalui unggahan di media sosial, menyampaikan bahwa hingga kini masyarakat hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah. “Kami berharap ada bantuan pompa untuk menyedot air, supaya kami bisa kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Banjir ini terjadi di Banjar Tengading, Desa Antiga Klod, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Desa ini termasuk salah satu daerah yang rawan banjir karena memiliki beberapa titik genangan yang sulit surut jika curah hujan tinggi dan saluran pembuangan air tidak berfungsi optimal.
Banjir mulai terjadi empat hari yang lalu dan hingga berita ini ditulis, genangan air masih bertahan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena semakin lama banjir bertahan, semakin besar pula potensi kerugian yang dialami warga.
Menurut keterangan warga, banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Karangasem beberapa hari terakhir. Saluran air di sekitar permukiman diduga tidak mampu menampung debit air yang cukup besar sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi pemukiman. Ketiadaan pompa penyedot air membuat genangan bertahan lebih lama.
Warga Banjar Tengading kini menaruh harapan besar pada pemerintah Kabupaten Karangasem agar segera memberikan solusi. Mereka berharap pemerintah menyediakan pompa air atau mengerahkan tim untuk menyedot genangan. “Kalau air tidak segera surut, kami tidak bisa kembali ke rumah. Aktivitas sehari-hari terhenti, anak-anak tidak bisa sekolah dengan normal,” kata salah satu warga.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai penyaluran bantuan khusus pompa air dari pemerintah daerah. Namun, biasanya pemerintah melalui BPBD Karangasem akan melakukan peninjauan dan memberikan bantuan logistik serta menyiapkan langkah-langkah penanggulangan.
Situasi masih memprihatinkan. Warga yang tetap bertahan di rumah berjuang dengan perabotan yang terendam, sementara yang mengungsi mengandalkan bantuan dari keluarga atau tetangga. Aktivitas perekonomian, seperti berdagang dan bertani, terganggu akibat banjir ini.
Masyarakat berharap bantuan segera datang. Mereka juga mengajak sesama warga untuk saling membantu, baik dengan tenaga maupun dukungan logistik, sampai banjir benar-benar surut. Pemerintah diharapkan segera merespons kebutuhan pompa penyedot air, memperbaiki saluran air, dan menyiapkan langkah mitigasi agar banjir serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, terutama di daerah rawan genangan seperti Banjar Tengading. Partisipasi semua pihak — pemerintah, masyarakat, dan relawan — dibutuhkan untuk memastikan keselamatan warga dan pemulihan kondisi pascabanjir dapat berlangsung cepat. (Ahm)












