Berita Daerah

Viral di Threads: Tips Sederhana Selamatkan Mobil Saat Banjir, Netizen Ramai Beri Tanggapan

189
×

Viral di Threads: Tips Sederhana Selamatkan Mobil Saat Banjir, Netizen Ramai Beri Tanggapan

Sebarkan artikel ini

Bali, SniperNew.d –  Banjir besar yang melanda sebagian wilayah Bali memunculkan berbagai cerita dan pengalaman warganet di media sosial. Salah satu unggahan di platform Threads, dari akun bernama a.dewiangriani, viral setelah membagikan tips sederhana untuk menyelamatkan kendaraan roda empat saat banjir. Postingan tersebut mengundang perhatian ribuan pengguna dengan lebih dari 10.924 tayangan dan puluhan komentar, Rabu (10/09).

Dalam unggahannya, a.dewiangriani menuliskan saran praktis. “Lain kali kalau kejadian banjir lagi dan punya kendaraan, segera kempesi semua ban ya. Keluarkan ban serep dan kempesi semua ban mobil yang terpasang biar gak kebawa air. Karena kalau ban masih banyak angin, otomatis mobil akan terangkat. Akhirnya mudah dibawa air. Kalau dikempesin, mobil akan jadi berat, nggak mudah kebawa air kecuali banjirnya besar dan arusnya kuat banget. #prayforbali”

Di bawah unggahan itu, terdapat video singkat memperlihatkan beberapa mobil terendam air banjir dan arus yang cukup deras. Tulisan “Pray for Bali” tertera di video, memperlihatkan suasana dramatis di kawasan pemukiman dengan kendaraan yang tampak nyaris terseret arus.

Tips tersebut menjadi bahan diskusi setelah Bali mengalami banjir yang merendam jalanan dan pemukiman warga. Unggahan a.dewiangriani mengklaim bahwa mengempiskan ban mobil dapat membantu mencegah kendaraan terbawa arus air. Meskipun bukan tips resmi dari lembaga kebencanaan, saran itu dianggap sebagian warganet sebagai informasi menarik dan potensial untuk dipraktikkan.

Di sisi lain, beberapa netizen menanggapi dengan skeptis, menyatakan bahwa dalam situasi darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan diri, bukan mobil. Beberapa juga mengingatkan bahwa banjir besar dengan arus kuat tetap dapat menyeret kendaraan, meski ban telah dikempiskan.

  Bupati Pesawaran: Guru Honorer 10 Tahun Bukan Sekadar Pahlawan, Tapi Inspirasi Hidup!

Akun a.dewiangriani, pemilik unggahan, dikenal sebagai pengguna aktif media sosial Threads yang kerap berbagi pengalaman sehari-hari. Postingan ini juga mendapat banyak tanggapan dari warganet lain, di antaranya:

gustistefanus menulis.  “Kenapa begini. Kenapa begitu. Lain kali… Nak mekejang paling… Keadaan darurat seperti ini orang sudah bingung menyelamatkan diri masing-masing. Memang paling gampang komentar.”

desta_zs96 berkomentar. “Mana ada kepikiran sampai ngempesin bannya. Wkwkwkk… yang penting nyawa nomor 1. Banjir itu teguran Allah SWT murka sama perbuatan maksiat di suatu wilayah negara.”

ritaryta14552 mendoakan. “Semoga banjirnya tidak menelan korban jiwa. Aamiin.”

Ribuan pengguna lainnya ikut menyukai, membagikan, dan memperdebatkan isi unggahan tersebut.

Unggahan itu dipublikasikan 4 jam sebelum tangkapan layar dibuat, dan berdasarkan konteks, peristiwa banjir diperkirakan terjadi pada awal September 2025. Gelombang banjir yang melanda Bali pada periode ini sempat menjadi sorotan media lokal dan nasional. Postingan tersebut kemudian cepat menyebar di Threads, aplikasi berbasis percakapan dan komunitas, yang belakangan populer di Indonesia.

Lokasi banjir yang menjadi latar unggahan adalah Bali, salah satu destinasi wisata utama Indonesia. Video memperlihatkan kawasan permukiman yang tergenang air cukup tinggi hingga menutupi sebagian besar badan mobil. Warganet menyematkan tagar #prayforbali sebagai bentuk solidaritas dan doa agar kondisi segera membaik.

Menurut unggahan a.dewiangriani, mobil yang bannya penuh angin cenderung mengapung karena ban berfungsi seperti pelampung. Ketika air banjir masuk, tekanan udara dalam ban menciptakan daya angkat yang membuat mobil mudah terbawa arus. Dengan mengempiskan ban, mobil menjadi lebih berat dan daya angkat berkurang, sehingga kemungkinan terseret arus lebih kecil.

  Silaturahmi Reses, drg. Putih Sari Temui Masyarakat Tempuran Karawang

Namun, para pakar keselamatan umumnya menekankan bahwa langkah ini bukan solusi utama. Dalam kondisi banjir ekstrem dengan arus deras, mengempiskan ban saja tidak cukup untuk menyelamatkan kendaraan. Penyebab banjir sendiri di Bali kerap terkait curah hujan tinggi, saluran air tersumbat, serta kondisi geografis tertentu.

Reaksi warganet beragam. Ada yang menganggap tips ini bermanfaat dan akan diingat jika menghadapi kondisi serupa. Ada pula yang menilai saran tersebut sulit dipraktikkan dalam keadaan panik. Komentar gustistefanus menyoroti bahwa dalam situasi darurat, orang cenderung fokus menyelamatkan diri, bukan memikirkan teknis kendaraan.

Sementara itu, komentar ritaryta14552 lebih menitikberatkan pada doa agar banjir tidak memakan korban jiwa. Ini menunjukkan solidaritas warganet terhadap masyarakat Bali yang sedang terdampak musibah.

Berdasarkan pantauan, sejumlah warganet lain mulai berdiskusi tentang langkah-langkah preventif menghadapi banjir, seperti memarkir mobil di tempat lebih tinggi, memutus arus listrik, hingga menyiapkan tas darurat. Unggahan ini secara tidak langsung memicu kesadaran publik akan pentingnya pengetahuan mitigasi bencana, bahkan dalam hal sederhana seperti menyelamatkan kendaraan.

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang kerap melanda berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bali. Dengan meningkatnya intensitas hujan ekstrem akibat perubahan iklim, ancaman banjir semakin sering terjadi. Dalam kondisi ini, masyarakat dituntut lebih tanggap terhadap penanggulangan bencana.

Tips sederhana seperti yang dibagikan a.dewiangriani mungkin tidak sepenuhnya sesuai prosedur resmi, tetapi memunculkan diskusi publik yang positif. Masyarakat diingatkan bahwa edukasi kebencanaan bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga penyelamat, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Menurut beberapa ahli transportasi, langkah mengempiskan ban memang dapat mengurangi daya apung mobil, tetapi tidak serta-merta menjamin keselamatan kendaraan. Mobil yang sudah terendam air tetap rentan mengalami kerusakan mesin, kelistrikan, hingga interior. Karena itu, langkah pencegahan seperti memindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi atau menghindari berkendara saat hujan deras lebih dianjurkan.

  Warga Lumbirejo Protes Hambatan Sertifikasi Tanah Diduga Akibat Surat Palsu PT BLJ

Netizen juga menggunakan momen ini untuk menyoroti kondisi infrastruktur drainase di Bali. Beberapa menilai pemerintah daerah perlu lebih serius menangani saluran air dan tata ruang kota untuk mencegah banjir berulang. Namun, banyak pula yang menekankan pentingnya empati dan dukungan moral bagi korban bencana.

Unggahan #prayforbali sendiri telah menjadi simbol doa dan kepedulian warganet Indonesia. Berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Threads, ramai dengan unggahan solidaritas. Beberapa pengguna bahkan menggalang donasi untuk membantu warga terdampak.

Fenomena viralnya tips mengempiskan ban mobil ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi sarana berbagi informasi, meskipun bukan semua informasi bersifat ilmiah atau resmi. Dalam konteks banjir Bali, unggahan ini bukan hanya tentang trik menyelamatkan mobil, tetapi juga tentang solidaritas, diskusi publik, dan kesadaran mitigasi bencana.

Masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan diri dan keluarga di atas kendaraan atau barang-barang material. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mengingatkan warga untuk selalu mengikuti panduan resmi penanggulangan bencana dan mempersiapkan rencana evakuasi.

Dengan ramainya diskusi di Threads dan media sosial lain, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa informasi praktis—benar atau salah—dapat cepat menyebar. Oleh karena itu, literasi digital dan kesadaran kritis masyarakat sangat diperlukan agar tips seperti ini dipahami secara tepat.

Tagar #prayforbali terus bergema, menandakan harapan dan doa masyarakat Indonesia untuk pemulihan Bali dari bencana banjir. Warganet berharap kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan melalui perencanaan kota yang lebih baik, kesadaran lingkungan, dan kesiapsiagaan yang lebih matang.

(SniperNew.id – Liputan Terkini)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *