Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

MBG Mesuji Diduga Tercemar Belatung, Orang Tua Minta Pengawasan Diperketat

457
×

MBG Mesuji Diduga Tercemar Belatung, Orang Tua Minta Pengawasan Diperketat

Sebarkan artikel ini

Mesu­ji, SniperNew.id — Pro­gram Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 14 Sim­pang Pematang, Keca­matan Sim­pang Pematang, Kabu­pat­en Mesu­ji, Lam­pung, diduga bermasalah sete­lah salah satu siswa men­e­mukan ulat belatung pada makanan yang dite­r­i­manya, Kamis (13/11/2025).

  LSM GPHKN Akan Laporkan Dugaan Penyelewengan BOS SDN 1 Kotaway, Kasui Way Kanan

Infor­masi terse­but per­ta­ma kali dike­tahui sete­lah sejum­lah siswa kelas 5A men­gaku meli­hat ulat belatung pada makanan yang dibagikan. Salah satu siswa, yang mem­inta iden­ti­tas­nya tidak dise­butkan, men­gatakan bah­wa makanan yang diter­i­ma teman­nya berin­isial F men­gan­dung ulat belatung.

“Ya Pak, tadi makanan dari MBG ada ulat belatung. Temenku inisial F yang dap­at,” ujar salah satu siswa kepa­da awak media.

Pihak seko­lah pun mem­berikan pen­je­lasan. Wali kelas 5A, melalui pesan What­sApp, mem­be­narkan adanya temuan terse­but.

“Izin menyam­paikan Pak, terkait itu memang benar ada indikasi dari buah salaknya. Tapi saya sudah lapor ke dapur MBG,” ujarnya.

  Proyek Jalan Poros Maros-Bone Disorot Dugaan Kualitas Material Buruk dan Pemasangan Batu Tidak Sesuai Standar

Kekhawati­ran muncul dari para orang tua murid. Salah seo­rang wali murid meny­atakan resah dan mem­inta pemer­in­tah mem­per­ke­tat pen­gawasan ter­hadap bahan makanan dan pros­es penya­jian­nya.

“Kami khawatir. Pen­gawasan harus diper­ke­tat. Kalau tidak bisa diawasi den­gan baik, lebih baik pro­gram MBG dihen­tikan saja. Kami tidak mau anak kami men­ja­di kor­ban seper­ti di tem­pat lain,” ungkap­nya.

Ket­ua Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII), Jua­di, turut meny­oroti insi­d­en ini. Ia menyayangkan dugaan kurangnya steril­i­tas dapur dan lemah­nya pen­gawasan pihak terkait sehing­ga keja­di­an seper­ti ini dap­at ter­ja­di.

  Masyarakat Desa Baru Daerah Ketapang Minta APH Periksa Direktur CV.Wiseva Mendalam

“Ini san­gat dis­ayangkan. Dugaan dapur tidak ster­il dan kurangnya pen­gawasan jelas per­lu ditin­dak­lan­ju­ti,” ujarnya.

Jua­di berharap selu­ruh instan­si yang berwe­nang segera mengam­bil langkah cepat untuk memas­tikan keja­di­an seru­pa tidak teru­lang, baik di seko­lah terse­but maupun di tem­pat lain.

“Kami berharap instan­si terkait segera mengam­bil langkah tepat dan cepat agar peri­s­ti­wa ini tidak teru­lang,” tegas­nya.

Penulis/Laporan: (Juadi/Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *