Berita Investigasi

MBG Mesuji Diduga Tercemar Belatung, Orang Tua Minta Pengawasan Diperketat

482
×

MBG Mesuji Diduga Tercemar Belatung, Orang Tua Minta Pengawasan Diperketat

Sebarkan artikel ini

Mesuji, SniperNew.id — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 14 Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, diduga bermasalah setelah salah satu siswa menemukan ulat belatung pada makanan yang diterimanya, Kamis (13/11/2025).

Informasi tersebut pertama kali diketahui setelah sejumlah siswa kelas 5A mengaku melihat ulat belatung pada makanan yang dibagikan. Salah satu siswa, yang meminta identitasnya tidak disebutkan, mengatakan bahwa makanan yang diterima temannya berinisial F mengandung ulat belatung.

  LSM GPHKN Akan Laporkan Dugaan Penyelewengan BOS SDN 1 Kotaway, Kasui Way Kanan

“Ya Pak, tadi makanan dari MBG ada ulat belatung. Temenku inisial F yang dapat,” ujar salah satu siswa kepada awak media.

Pihak sekolah pun memberikan penjelasan. Wali kelas 5A, melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya temuan tersebut.

“Izin menyampaikan Pak, terkait itu memang benar ada indikasi dari buah salaknya. Tapi saya sudah lapor ke dapur MBG,” ujarnya.

Kekhawatiran muncul dari para orang tua murid. Salah seorang wali murid menyatakan resah dan meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap bahan makanan dan proses penyajiannya.

  Proyek Jalan Poros Maros-Bone Disorot Dugaan Kualitas Material Buruk dan Pemasangan Batu Tidak Sesuai Standar

“Kami khawatir. Pengawasan harus diperketat. Kalau tidak bisa diawasi dengan baik, lebih baik program MBG dihentikan saja. Kami tidak mau anak kami menjadi korban seperti di tempat lain,” ungkapnya.

Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Juadi, turut menyoroti insiden ini. Ia menyayangkan dugaan kurangnya sterilitas dapur dan lemahnya pengawasan pihak terkait sehingga kejadian seperti ini dapat terjadi.

  Masyarakat Desa Baru Daerah Ketapang Minta APH Periksa Direktur CV.Wiseva Mendalam

“Ini sangat disayangkan. Dugaan dapur tidak steril dan kurangnya pengawasan jelas perlu ditindaklanjuti,” ujarnya.

Juadi berharap seluruh instansi yang berwenang segera mengambil langkah cepat untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, baik di sekolah tersebut maupun di tempat lain.

“Kami berharap instansi terkait segera mengambil langkah tepat dan cepat agar peristiwa ini tidak terulang,” tegasnya.

Penulis/Laporan: (Juadi/Sufiyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *