Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Anak Dibawa Kabur, Keluarga Sentia Sari Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

104
×

Anak Dibawa Kabur, Keluarga Sentia Sari Desak Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Sebarkan artikel ini
Eko Nurjaman, ayah kandung Sentia Sari, saat menyampaikan harapannya agar pihak kepolisian Polsek Pulau Panggung segera menindaklanjuti laporannya dan menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka. (Foto: SniperNew.id)

Tangga­mus, SniperNew.id–Kelu­ar­ga besar Eko Nur­ja­man mem­inta kead­i­lan kepa­da pihak kepolisian, khusus­nya Kapolsek Pulau Pang­gung, agar segera menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran terkait dugaan kasus mem­bawa kabur seo­rang perem­puan muda berna­ma Sen­tia Sari dari rumah orang tuanya.

Per­mintaan terse­but dis­am­paikan lang­sung oleh Eko Nur­ja­man selaku ayah kan­dung Sen­tia Sari. Ia berharap aparat pene­gak hukum dap­at segera mene­tap­kan Afri­jal, yang meru­pakan putra dari A. Bahri, seba­gai ter­sang­ka dalam kasus terse­but.

Menu­rut Eko Nur­ja­man, peri­s­ti­wa itu bermu­la keti­ka anaknya diduga dibawa per­gi dari rumah tan­pa izin kelu­ar­ga pada Sab­tu, 28 Feb­ru­ari 2026. Keja­di­an terse­but mem­bu­at pihak kelu­ar­ga panik dan beru­paya men­cari keber­adaan Sen­tia Sari.

  Evaluasi Kinerja Kacabdin Pringsewu Meningkat, LSM HAMMER Desak Klarifikasi Pengelolaan Dana BOS SMAN 1 Pringsewu

“Seba­gai orang tua, saya san­gat khawatir dan kesuli­tan men­cari keber­adaan anak saya,” ujar Eko Nur­ja­man saat menyam­paikan keteran­gan­nya kepa­da awak media.

Kare­na tidak kun­jung men­e­mukan keber­adaan putrinya, Eko Nur­ja­man akhirnya mela­porkan keja­di­an terse­but secara res­mi seba­gai lapo­ran kehi­lan­gan ke Polsek Pulau Pang­gung pada 1 Maret 2026.

Sete­lah dilakukan pen­car­i­an, Sen­tia Sari akhirnya berhasil dite­mukan dalam keadaan sela­mat pada Selasa, 3 Maret 2026. Pen­e­muan terse­but, menu­rut kelu­ar­ga, tidak ter­lepas dari ban­tu­an masyarakat yang turut mem­ban­tu mem­berikan infor­masi men­ge­nai keber­adaan kor­ban.

Mes­ki demikian, kelu­ar­ga berharap agar pros­es hukum tetap ber­jalan dan aparat kepolisian dap­at menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran yang telah dibu­at. Mere­ka mem­inta agar kasus terse­but dipros­es secara pro­fe­sion­al sesuai den­gan keten­tu­an hukum yang berlaku di Indone­sia.

Dalam keteran­gan­nya, kelu­ar­ga juga men­gacu pada keten­tu­an hukum yang diatur dalam Pasal 454 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 ten­tang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Pasal terse­but men­gatur ten­tang tin­dak pidana melarikan anak dari pen­gawasan orang tua atau wali.

  Sisa Lahan 2.500 m² Belum Dibayar, Warga Tagih Hak ke Pemkot Balikpapan

Dalam keten­tu­an terse­but dije­laskan bah­wa seti­ap orang yang mem­bawa per­gi anak dari pen­gawasan orang tua atau wali tan­pa izin, den­gan tujuan untuk men­gua­sai anak terse­but, dap­at dip­i­dana den­gan anca­man huku­man pen­jara mak­si­mal tujuh tahun. Keten­tu­an ini tetap berlaku meskipun anak yang dibawa per­gi menyetu­jui tin­dakan terse­but.

Selain itu, kelu­ar­ga juga meny­ing­gung keten­tu­an hukum lain yang berkai­tan den­gan tin­dakan mem­bawa per­gi sese­o­rang tan­pa izin orang tua atau wali. Dalam KUHP lama, mis­al­nya, Pasal 332 men­gatur larangan mem­bawa per­gi seo­rang perem­puan den­gan mak­sud memi­li­ki atau menikahinya tan­pa izin wali.

Menu­rut kelu­ar­ga, tin­dakan mem­bawa kabur sese­o­rang tan­pa izin, teruta­ma jika masih bera­da dalam pen­gawasan atau tang­gun­gan orang tua, dap­at masuk dalam kat­e­gori tin­dak pidana apa­bi­la ter­da­p­at unsur pen­guasaan, pak­saan, tipu daya, atau tujuan ter­ten­tu seper­ti per­se­tubuhan.

  Berbagi Berkah Ramadhan, Ketum WLC Turun Langsung Pimpin Baksos di Tiga Titik Bandar Lampung

“Kami berharap kepa­da Kapolsek Pulau Pang­gung agar dap­at mem­berikan kead­i­lan yang sead­il-adil­nya kepa­da kelu­ar­ga kami,” kata Eko Nur­ja­man.

Ia mene­gaskan bah­wa kelu­ar­ga tidak memi­li­ki tujuan lain selain men­cari kead­i­lan dan kepas­t­ian hukum atas peri­s­ti­wa yang menim­pa anaknya.

“Kami ingin per­caya bah­wa hukum itu benar-benar ada dan dap­at mem­berikan per­lin­dun­gan bagi masyarakat,” tam­bah­nya.

Di akhir perny­ataan­nya, Eko Nur­ja­man yang didampin­gi kelu­ar­ga besar berharap agar aparat pene­gak hukum dap­at bertin­dak tegas sesuai den­gan atu­ran, pasal, ser­ta undang-undang yang berlaku di Repub­lik Indone­sia.

“Kami berharap pihak pene­gak hukum bertin­dak tegas sesuai atu­ran yang ada di repub­lik yang kita cin­tai ini,” pungkas­nya.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Polsek Pulau Pang­gung belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait perkem­ban­gan lapo­ran yang dis­am­paikan oleh kelu­ar­ga Eko Nur­ja­man. Kasus ini pun dihara­p­kan dap­at segera ditin­dak­lan­ju­ti guna mem­berikan kepas­t­ian hukum bagi semua pihak.

Lapo­ran: (Fahrul Rozi).

Edi­tor: (iskan­dar)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *