Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Kuasa Hukum Kalapas Ingatkan Bahaya Menghakimi Tanpa Bukti

299
×

Kuasa Hukum Kalapas Ingatkan Bahaya Menghakimi Tanpa Bukti

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, SNIPERNEW.id —  Kuasa hukum Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Warungkiara menegaskan pentingnya menjunjung asas praduga tidak bersalah dalam menyikapi berbagai tudingan yang beredar di ruang publik.


Perny­ataan terse­but dis­am­paikan menyusul aksi unjuk rasa dela­pan aktivis di Suk­abu­mi yang menun­tut pen­copotan Kala­pas Warungkiara terkait dugaan peredaran tele­pon seluler di dalam lapas ser­ta pen­gelo­laan lim­bah indus­tri sapi.

  Miliaran Rupiah Kerugian Keuangan PT Angkasa Pura II dan Indikasi Dua Kegiatan Fiktif Jadi Temuan BPK

Kuasa hukum Kala­pas, Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., Man­ag­ing Part­ner Kasi­h­hati Law Firm, meni­lai tun­tu­tan terse­but pre­matur dan tidak sejalan den­gan prin­sip negara hukum.

Indone­sia adalah negara hukum. Sela­ma belum ada putu­san pen­gadi­lan yang berkeku­atan hukum tetap, klien kami harus diang­gap tidak bersalah. Tuduhan tan­pa buk­ti berpoten­si men­ja­di pem­bunuhan karak­ter,” tegas Lilik, Selasa (16/12/2025).

Ia menekankan bah­wa pen­copotan peja­bat negara harus melalui mekanisme hukum dan admin­is­trasi yang sah, bukan tekanan mas­sa. Jika ter­da­p­at dugaan pelang­garan, menu­rut­nya, lapo­ran seharus­nya dis­am­paikan kepa­da Inspek­torat Jen­der­al Kemenkumham atau aparat pene­gak hukum yang berwe­nang.

  Keadilan Mahal Bagi Orang Kecil: 8 Bulan Josniko Tarigan Berjuang Lawan Trauma dan Ketidakpastian Hukum

Lilik menyam­paikan bah­wa kli­en­nya meno­lak tuduhan speku­latif, namun tetap ter­bu­ka dan siap diperik­sa oleh pihak berwe­nang ser­ta berse­dia mener­i­ma kon­sekuen­si hukum apa­bi­la ter­buk­ti bersalah.

Transparan­si pent­ing, tetapi tidak boleh berubah men­ja­di peng­haki­man di jalanan. Negara hukum bek­er­ja den­gan buk­ti, bukan opi­ni,” ujarnya.

Ia juga mengin­gatkan bah­wa kebe­basan berpen­da­p­at harus dijalankan secara bertang­gung jawab agar tidak menced­erai demokrasi.

  Hukum Dipertanyakan, Judi Dadu Milik “Cabak” Tak Tersentuh Aparat.

“Jan­gan sam­pai kita mem­ban­gun budaya meng­haki­mi tan­pa buk­ti. Ini berba­haya bagi demokrasi,” pungkas­nya.

 

Lapo­ran: [Sufiyawan])

Edi­tor: [iskan­dar]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *