Berita Daerah

FPK Pringsewu Gaet Mahasiswa UMPRI: Jaga Kebhinekaan Lewat Sosialisasi Kebangsaan

263
×

FPK Pringsewu Gaet Mahasiswa UMPRI: Jaga Kebhinekaan Lewat Sosialisasi Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Seman­gat men­ja­ga per­sat­u­an dalam keber­aga­man kem­bali digaungkan di Kabu­pat­en Pringsewu. Forum Pem­bau­ran Kebangsaan (FPK) Kabu­pat­en Pringsewu men­ga­jak maha­siswa Uni­ver­si­tas Muham­madiyah Pringsewu (UMPRI) untuk turut aktif mer­awat nilai-nilai keb­hinekaan melalui kegiatan sosial­isasi pem­bau­ran kebangsaan. Acara berlang­sung pada Senin, 22 Sep­tem­ber 2025, bertem­pat di Aula Rek­torat UMPRI, dan men­ja­di penut­up rangka­ian kegiatan sosial­isasi FPK di berba­gai seko­lah dan per­gu­ru­an ting­gi di wilayah terse­but.

Sosial­isasi berta­juk “Bhin­neka Tung­gal Ika” ini meru­pakan bagian dari upaya FPK Pringsewu dan Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu untuk menanamkan wawasan kebangsaan kepa­da gen­erasi muda. Sebelum­nya, kegiatan seru­pa telah dilak­sanakan di SMA Negeri 1 Gad­in­gre­jo, SMA Negeri 1 Adiluwih, SMA Negeri 1 Page­laran, SMA Muham­madiyah Pringsewu, dan Uni­ver­si­tas Aisyah Pringsewu.

Kegiatan di UMPRI dibu­ka secara res­mi oleh Wak­il Rek­tor I UMPRI, Ns. Gunawan Irianto, M.Kes., Sp.Kom., Ph.D., yang mewak­ili Rek­tor UMPRI. Dalam sambu­tan­nya, Gunawan meny­atakan apre­si­asinya atas terse­leng­garanya sosial­isasi ini.

“Ini meru­pakan kehor­matan bagi kami, civ­i­tas akademi­ka UMPRI, kare­na diberikan kesem­patan untuk men­da­p­atkan sosial­isasi pem­bau­ran kebangsaan. Kami menyam­but baik kegiatan ini seba­gai bagian dari pen­didikan karak­ter dan penana­man nilai kebangsaan bagi maha­siswa,” ujar Gunawan.

Ia juga mene­gaskan bah­wa per­gu­ru­an ting­gi tidak hanya men­ja­di tem­pat untuk mengem­bangkan ilmu penge­tahuan, tetapi juga wadah pem­ben­tukan karak­ter dan kesadaran kebangsaan.

Sosial­isasi meng­hadirkan dua nara­sum­ber uta­ma: Kepala Kes­bang­pol Pringsewu, Agus Catur Dewan­to, SP., dan Sekre­taris Forum Pem­bau­ran Kebangsaan Kabu­pat­en Pringsewu, Azharul Fazri Sia­gian. Dalam pema­paran­nya, Fazri menekankan pent­ingnya mer­awat keruku­nan di ten­gah keber­aga­man yang ada di Kabu­pat­en Pringsewu.

  Gugur dalam Tugas, Dedikasi Deden Maulana untuk Laut Nusantara

“Pringsewu bisa kita sebut miniatur Indone­sia, kare­na pen­duduknya ter­diri dari berba­gai macam suku dan etnis, demikian pula aga­ma. Semua aga­ma yang diakui pemer­in­tah ada di Kabu­pat­en Pringsewu. Seba­gai gen­erasi penerus bangsa, kita harus menanamkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bah­wa Indone­sia ter­diri dari ribuan etnis dan ratu­san subet­nis. Per­sat­u­an dan kesat­u­an harus kita jaga agar sem­boy­an Bhin­neka Tung­gal Ika tetap tegak sep­a­n­jang masa,” tegas Fazri.

Ia menam­bahkan, keber­aga­man budaya dan etnis di Indone­sia adalah kekayaan yang tidak dim­i­li­ki oleh negara lain. Namun, ia mengin­gatkan agar kekayaan ini tidak men­ja­di sum­ber per­pec­a­han.

“Di beber­a­pa negara, dis­in­te­grasi menye­babkan pec­ah­nya sebuah negara. Seba­gai anak bangsa, kita berke­wa­jiban men­ja­ga dan mer­awat per­sat­u­an ser­ta men­ja­ga kekayaan ini,” lan­jut­nya.

Kepala Kes­bang­pol Pringsewu, Agus Catur Dewan­to, SP., dalam pre­sen­tasinya men­je­laskan bah­wa FPK Pringsewu berfungsi seba­gai per­pan­jan­gan tan­gan Bupati Pringsewu dalam men­ja­ga dan mer­awat keruku­nan ser­ta har­mon­isasi antar suku dan golon­gan.

“FPK hadir bukan hanya seba­gai forum diskusi, tetapi juga mitra strate­gis pemer­in­tah daer­ah untuk memas­tikan nilai-nilai kebangsaan terus ter­ja­ga. Sosial­isasi ini pent­ing dis­am­paikan kepa­da gen­erasi muda agar semakin mem­perku­at kesadaran cin­ta tanah air dalam bingkai keb­hinekaan,” terang Agus.

Selain berbicara ten­tang pent­ingnya keb­hinekaan, Agus juga mema­parkan Pro­gram Bupati Pringsewu. Ia meny­oroti visi dan misi pemer­in­tah daer­ah dalam mewu­jud­kan Pringsewu yang mak­mur dan har­mo­nis.

“Pringsewu Mak­mur bukan hanya slo­gan, tetapi visi nya­ta yang mem­bu­tuhkan dukun­gan dari selu­ruh ele­men masyarakat, ter­ma­suk maha­siswa seba­gai agen peruba­han,” tam­bah­nya.

Sek­i­tar ser­a­tus maha­siswa UMPRI meng­hadiri sosial­isasi terse­but. Mere­ka berasal dari berba­gai organ­isasi kam­pus seper­ti Badan Ekseku­tif Maha­siswa (BEM), Ikatan Maha­siswa Muham­madiyah (IMM), Unit Kegiatan Maha­siswa (UKM), dan Him­punan Maha­siswa Juru­san. Kehadi­ran mere­ka menun­jukkan antu­si­asme kaum muda ter­hadap isu-isu kebangsaan dan pent­ingnya men­ja­ga per­sat­u­an.

  Jeritan Lapai–Batu Busuak: Suara Korban Banjir dari Media Sosial

Salah satu peser­ta, Rah­ma (21), maha­siswa Fakul­tas Kegu­ru­an dan Ilmu Pen­didikan UMPRI, meny­atakan bah­wa kegiatan ini mem­bu­ka wawasan­nya ten­tang arti pent­ing keb­hinekaan.

“Sela­ma ini kami bela­jar ten­tang Bhin­neka Tung­gal Ika di bangku kuli­ah, tetapi melalui sosial­isasi ini kami lebih mema­ha­mi per­an nya­ta yang bisa dilakukan. Kami jadi lebih sadar bah­wa men­ja­ga keruku­nan bukan hanya tugas pemer­in­tah, tetapi juga tang­gung jawab kita semua,” ujarnya.

Sosial­isasi pem­bau­ran kebangsaan ini tidak hanya menyasar maha­siswa, tetapi juga pela­jar seko­lah menen­gah. Menu­rut FPK Pringsewu, langkah ini pent­ing untuk mem­ben­tuk karak­ter cin­ta tanah air sejak dini. Den­gan mem­berikan pema­haman ten­tang pent­ingnya per­sat­u­an dan tol­er­an­si, dihara­p­kan gen­erasi muda mam­pu men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam men­ja­ga keu­tuhan NKRI.

Azharul Fazri Sia­gian menekankan bah­wa perbe­daan bukan alasan untuk ter­pec­ah. “Jus­tru kare­na kita berbe­da, Indone­sia men­ja­di kaya. Kebu­dayaan kita, bahasa kita, dan tra­disi yang beragam adalah warisan berhar­ga yang harus dirawat. Jan­gan sam­pai perbe­daan men­ja­di alasan per­pec­a­han,” katanya.

Dalam kon­teks ini, per­gu­ru­an ting­gi seper­ti UMPRI memi­li­ki per­an strate­gis. Kam­pus bukan hanya tem­pat trans­fer ilmu, tetapi juga tem­pat pem­ben­tukan nilai-nilai moral dan kebangsaan. Den­gan meli­batkan maha­siswa dalam sosial­isasi semacam ini, pemer­in­tah daer­ah dan FPK berharap gen­erasi muda memi­li­ki pema­haman lebih men­dalam ten­tang pent­ingnya men­ja­ga kehar­mon­isan sosial.

Wak­il Rek­tor I UMPRI, Gunawan Irianto, men­gungkap­kan bah­wa pihaknya berkomit­men men­dukung pro­gram-pro­gram kebangsaan semacam ini. “Kami berharap kegiatan ini men­ja­di pemicu seman­gat maha­siswa untuk terus aktif men­ja­ga kehar­mon­isan. UMPRI siap bersin­er­gi den­gan FPK dan pemer­in­tah daer­ah dalam mem­ban­gun gen­erasi yang cin­ta tanah air,” jelas­nya.

  Camat Ambarawa Tegaskan Bendera Robek Akibat Kurang Kontrol

Kegiatan sosial­isasi yang dilakukan FPK Pringsewu dipan­dang seba­gai langkah strate­gis untuk men­ja­ga sta­bil­i­tas sosial di wilayah terse­but. Kabu­pat­en Pringsewu, yang dike­nal seba­gai daer­ah mul­ti­kul­tur­al, ker­ap dijadikan con­toh tol­er­an­si antaru­mat beraga­ma dan antar suku. Melalui kegiatan ini, FPK berharap pesan tol­er­an­si dap­at terus menye­bar, tidak hanya di lingkun­gan kam­pus tetapi juga ke masyarakat luas.

Menu­rut penga­mat sosial lokal, kegiatan seper­ti ini san­gat rel­e­van mengin­gat tan­ta­n­gan glob­al­isasi dan arus infor­masi yang begi­tu cepat.

“Gen­erasi muda rentan ter­pa­par isu-isu yang bisa memec­ah belah. Sosial­isasi semacam ini pent­ing agar mere­ka memi­li­ki ben­teng nilai-nilai kebangsaan,” kata salah satu penga­mat yang hadir.

Sosial­isasi pem­bau­ran kebangsaan di UMPRI men­ja­di momen­tum pent­ing untuk mem­perku­at rasa per­sat­u­an di Kabu­pat­en Pringsewu. Den­gan meli­batkan maha­siswa seba­gai agen peruba­han, FPK Pringsewu tidak hanya menyam­paikan pesan tol­er­an­si, tetapi juga men­ga­jak gen­erasi muda untuk men­ja­di bagian aktif dalam men­ja­ga kehar­mon­isan.

Keber­aga­man yang dim­i­li­ki Pringsewu baik dari segi suku, etnis, maupun aga­ma bukan­lah peng­ha­lang, melainkan modal besar untuk mem­ban­gun masa depan yang lebih baik. Seper­ti yang dite­gaskan Azharul Fazri Sia­gian, Bhin­neka Tung­gal Ika bukan sekadar sem­boy­an, tetapi roh per­sat­u­an yang harus terus dija­ga. Den­gan sin­er­gi antara pemer­in­tah daer­ah, per­gu­ru­an ting­gi, dan gen­erasi muda, cita-cita Pringsewu Mak­mur dan Indone­sia yang damai dap­at terus ter­wu­jud.

Kegiatan ini men­ja­di pengin­gat bah­wa mer­awat keb­hinekaan bukan peker­jaan sesaat, tetapi komit­men berke­lan­ju­tan yang memer­lukan per­an semua pihak. Den­gan seman­gat per­sat­u­an, Pringsewu dap­at terus men­ja­di con­toh nya­ta bagaimana perbe­daan bisa bersatu dalam har­moni.

Penulis: (Jamhari).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *