Berita Daerah

FPK Ajak Mahasiswa UAP Jaga Kondusivitas dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

189
×

FPK Ajak Mahasiswa UAP Jaga Kondusivitas dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Forum Pem­bau­ran Kebangsaan (FPK) mengge­lar kegiatan penyu­luhan dan pem­bi­naan kepa­da maha­siswa Uni­ver­si­tas Aisyah Pringsewu (UAP) di Aula Kam­pus UAP, Gad­in­gre­jo, Kabu­pat­en Pringsewu, Senin (16/9/2025) pagi. Acara berlang­sung sejak pukul 09.00 hing­ga 12.00 WIB dan diiku­ti antu­sias oleh para maha­siswa.

Forum Pem­bau­ran Kebangsaan (FPK) meru­pakan wadah yang ter­gabung dari berba­gai macam suku yang ada di Indone­sia. Tujuan­nya, seper­ti dije­laskan Ket­ua FPK Pringsewu, Drs. H. Wanawir AM., MM., M. Pd., adalah untuk mem­berikan penge­tahuan dan pema­haman kepa­da gen­erasi muda, khusus­nya maha­siswa, agar tidak mudah ter­pro­vokasi oleh isu-isu yang bisa memec­ah belah per­sat­u­an.

“FPK ini ter­gabung dari berba­gai macam suku yang ada di Indone­sia. Tujuan­nya untuk mem­berikan penge­tahuan ke maha­siswa UAP agar tidak mudah ter­pro­vokasi. Kita sal­ing men­ja­ga agar situ­asi tetap kon­dusif, ser­ta mem­berikan ara­han agar tidak menyalah­gu­nakan narko­ba,” ungkap Drs. H. Wanawir AM., MM., M. Pd, dalam sambu­tan­nya.

Lebih lan­jut, ia men­je­laskan bah­wa keber­adaan FPK san­gat pent­ing seba­gai gar­da depan dalam men­ja­ga keruku­nan antar-suku, ter­lebih di wilayah Pringsewu yang dihu­ni masyarakat dari latar belakang budaya berbe­da.

  "Kata-Kata Mutiara Bertema Syukur Jadi Tren Inspirasi di Media Sosial"

FPK tidak hanya fokus pada isu kebangsaan dan keruku­nan, melainkan juga mem­ban­tu pemer­in­tah daer­ah di berba­gai bidang, ter­ma­suk mence­gah poten­si kon­flik sosial, tawu­ran, atau gesekan antar kelom­pok yang bisa meng­gang­gu ketert­iban umum.

“Intinya FPK ini mem­ban­tu pemer­in­tah di bidang apa saja, agar Pringsewu tetap kon­dusif. Tidak ada tawu­ran, tidak ada perang antar suku. Di sini­lah per­an FPK,” tam­bah­nya.

Dalam kesem­patan itu, dita­mpilkan pula paparan men­ge­nai Tugas FPK Kabupaten/Kota sesuai Bab III, Pasal (6) Ayat (2), yaitu:

1. Men­jar­ing aspi­rasi masyarakat dalam bidang pem­bau­ran kebangsaan.

2. Menye­leng­garakan forum dia­log den­gan pimp­inan organ­isasi sosial kemasyarakatan, pemu­ka adat, suku, dan masyarakat.

3. Menye­leng­garakan sosial­isasi kebi­jakan yang berkai­tan den­gan masalah kebangsaan (mis­al­nya ten­tang 4 pilar kebangsaan).

4. Meru­muskan rekomen­dasi kepa­da Bupati/Walikota seba­gai bahan per­tim­ban­gan dalam menyusun kebi­jakan pem­bau­ran kebangsaan.

Perny­ataan dan pen­je­lasan terse­but menun­jukkan bah­wa keber­adaan FPK tidak hanya sebatas forum ser­e­mo­ni­al, tetapi benar-benar hadir mem­berikan solusi dalam men­ja­ga situ­asi aman dan damai.

Acara di Kam­pus UAP Gad­in­gre­jo men­ja­di salah satu ben­tuk nya­ta dari per­an FPK. Kegiatan ini dihadiri para maha­siswa, dosen, ser­ta sejum­lah per­wak­i­lan pemer­in­tah dan tokoh masyarakat. Den­gan tema besar pem­bau­ran kebangsaan, para maha­siswa diberi pema­haman ten­tang pent­ingnya men­jun­jung ting­gi nilai-nilai per­sat­u­an, gotong roy­ong, ser­ta menghin­dari per­i­laku negatif seper­ti peng­gu­naan narko­ba.

  Rizky Aditya Korban Penganiayaan Desak Satreskrim Polres Batubara Tangkap Kedua Pelaku.

Dalam sesi penyu­luhan, maha­siswa dia­jak untuk berdiskusi men­ge­nai tan­ta­n­gan keb­hinekaan di era mod­ern, ter­ma­suk bahaya penyalah­gu­naan narko­ba yang ker­ap menyasar gen­erasi muda.

FPK menekankan, maha­siswa seba­gai agen peruba­han (agent of change) memi­li­ki tang­gung jawab besar untuk men­ja­ga kon­du­siv­i­tas lingkun­gan sek­i­tar, baik di kam­pus maupun masyarakat.

Isu narko­ba men­da­p­at per­ha­t­ian serius dalam kegiatan ini. FPK mengin­gatkan bah­wa narko­ba bukan hanya merusak kese­hatan, tetapi juga dap­at meng­han­curkan masa depan gen­erasi penerus bangsa. Maha­siswa dia­jak untuk berani berka­ta tidak pada narko­ba ser­ta men­jauhi per­gaulan bebas yang berpoten­si men­jeru­muskan.

Selain itu, poten­si tawu­ran maupun gesekan antar kelom­pok juga diba­has. Menu­rut FPK, kon­flik ser­ing kali beraw­al dari kesalah­pa­haman kecil yang kemu­di­an melu­as jika tidak segera dice­gah. Den­gan adanya FPK, maha­siswa dihara­p­kan bisa men­ja­di duta per­dama­ian yang menye­barkan pesan per­sat­u­an di ten­gah masyarakat maje­muk.

Suasana kegiatan berlang­sung hangat dan penuh keakra­ban. Para maha­siswa ter­li­hat antu­sias mengiku­ti jalan­nya acara. Beber­a­pa di antaranya bahkan aktif men­ga­jukan per­tanyaan terkait strate­gi pence­ga­han narko­ba ser­ta cara mem­ban­gun tol­er­an­si antar teman dari suku dan latar belakang berbe­da.

Pihak kam­pus menyam­but baik kegiatan ini kare­na sejalan den­gan misi pen­didikan ting­gi, yaitu tidak hanya menc­etak lulu­san berkom­pe­ten­si akademik, tetapi juga berkarak­ter, cin­ta tanah air, dan men­jun­jung ting­gi nilai per­sat­u­an.

  Disdukcapil Pesisir Barat Tegaskan Komitmen Validasi Data Pemilih Akurat Nasional

FPK mene­gaskan bah­wa men­ja­ga kon­du­siv­i­tas daer­ah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan per­lu kolab­o­rasi semua pihak, ter­ma­suk maha­siswa. Den­gan adanya sin­er­gi antara pemer­in­tah, tokoh masyarakat, lem­ba­ga pen­didikan, dan organ­isasi kemasyarakatan, maka cita-cita untuk mewu­jud­kan Pringsewu yang aman dan damai bisa ter­ca­pai.

“Kita semua pun­ya per­an. Pemer­in­tah, tokoh adat, kam­pus, hing­ga maha­siswa harus sal­ing bersin­er­gi. Den­gan begi­tu, tidak ada celah bagi pro­vokasi ataupun per­pec­a­han,” tegas­nya.

Kegiatan seper­ti ini dihara­p­kan tidak berhen­ti pada satu kam­pus saja, tetapi juga dap­at menyasar seko­lah-seko­lah, komu­ni­tas pemu­da, dan masyarakat luas. Den­gan demikian, pesan keb­hinekaan, per­sat­u­an, dan bahaya narko­ba bisa terse­bar luas dan mem­ben­tuk gen­erasi muda yang tang­guh.

FPK juga berharap maha­siswa yang hadir dap­at men­ja­di agen sosial­isasi di lingkun­gan mas­ing-mas­ing. Mere­ka dihara­p­kan bisa menu­larkan seman­gat cin­ta damai dan meno­lak segala ben­tuk pro­vokasi yang berpoten­si memec­ah belah bangsa.

Kegiatan FPK di Kam­pus UAP Gad­in­gre­jo men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa men­ja­ga kon­du­siv­i­tas daer­ah adalah tang­gung jawab bersama. Den­gan keter­li­batan maha­siswa, FPK opti­mis bah­wa Pringsewu dap­at terus men­ja­di daer­ah yang aman, damai, dan bebas dari kon­flik sosial maupun penyalah­gu­naan narko­ba.

Penulis: (Jan­hari)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *