Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Kriminal

Pendukung Kotak Kosong Dianiaya Ketua RT di Maros, Diduga Karena Beda Pilihan Politik

371
×

Pendukung Kotak Kosong Dianiaya Ketua RT di Maros, Diduga Karena Beda Pilihan Politik

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id  – Mem­anas­nya suasana Pilka­da Maros 2024 beru­jung pada insi­d­en pen­ga­ni­ayaan. Muham­mad Nasir (48), seo­rang pen­dukung kotak kosong, diduga men­ja­di kor­ban kek­erasan yang dilakukan oleh seo­rang Ket­ua RT di Dusun Takkalasi, Keca­matan Marusu, Kabu­pat­en Maros. Miris­nya, aksi ini ter­ja­di saat ter­la­por diduga sedang pes­ta minu­man keras di belakang rumah orang tua kor­ban, Rabu (20/11) petang.

Kor­ban men­gungkap­kan, insi­d­en bermu­la keti­ka ia berbin­cang san­tai den­gan Ket­ua RT terse­but men­ge­nai pil­i­han poli­tik mere­ka. Nasir den­gan ten­ang meny­atakan dukun­gan­nya untuk kotak kosong, semen­tara ter­la­por men­dukung pasan­gan calon nomor urut 2, Chaidir Syam dan Andi Mue­taz­im Man­syur. Namun, situ­asi berubah tegang keti­ka perny­ataan Nasir memicu ama­rah ter­la­por, yang tiba-tiba memukul wajah­nya hing­ga lebam.

  Dua Banjing Loncat Diciduk Polisi Kualuh Hulu 

“Saya hanya bilang dukung kotak kosong, tiba-tiba dia emosi. Saat saya mau pulang, dia lang­sung memukul wajah saya. Pada­hal mere­ka lagi pes­ta miras di belakang rumah orang tua saya,” ujar Nasir sete­lah mela­porkan keja­di­an ini ke Pol­res Maros pada Kamis malam (21/11).

Pen­garuh Miras Diduga Jadi Penye­bab

Kasat Reskrim Pol­res Maros, Iptu Aditya Pan­du, menye­butkan bah­wa insi­d­en ini dipicu oleh kesalah­pa­haman yang diper­parah oleh pen­garuh minu­man keras. “Ter­la­por diduga mabuk dan ter­su­lut emosi sete­lah menden­gar perny­ataan kor­ban. Dia memukul kor­ban den­gan tan­gan kosong satu kali. Kami masih men­dala­mi kasus ini dan akan segera menangkap pelaku,” ungkap Aditya.

  "Misteri Sapi Tanpa Organ: Waspadai Aksi Pencurian Hewan Ternak Jelang Idul Adha 2025"

Kelu­ar­ga kor­ban yang menyak­sikan keja­di­an lang­sung mel­erai dan men­gusir ter­la­por dari lokasi. “Kami kaget, Ket­ua RT malah melakukan hal seper­ti ini. Pada­hal kor­ban hanya menyam­paikan pen­da­p­at­nya soal Pilka­da,” ujar salah satu anggota kelu­ar­ga kor­ban.

Pilka­da Mem­anas, Polisi Dim­inta Tegas

Insi­d­en ini menam­bah daf­tar kete­gan­gan poli­tik di Maros jelang pen­coblosan pada 27 Novem­ber 2024. Banyak pihak khawatir bah­wa perbe­daan pil­i­han poli­tik bisa memicu gesekan yang lebih besar jika tidak segera ditan­gani.

  Bukan Horor, Ini Ciamis: Makam Keramat dengan Jejak Sejarah Panjang

“Kami mengim­bau masyarakat untuk tetap men­ja­ga kon­du­siv­i­tas men­je­lang hari pen­coblosan. Kasus ini sedang kami tan­gani den­gan serius untuk memas­tikan tidak ada insi­d­en seru­pa yang ter­ja­di,” tegas Aditya.

Demokrasi Harus Damai

Kasus ini men­ja­di pengin­gat pent­ing bah­wa perbe­daan pil­i­han poli­tik adalah hal wajar dalam demokrasi. Namun, kek­erasan tidak boleh men­ja­di alat untuk menye­le­saikan perbe­daan terse­but.

Masyarakat berharap, aparat segera men­gusut tun­tas kasus ini dan mem­berikan kead­i­lan bagi kor­ban. Selain itu, para calon pemimpin juga dihara­p­kan mengede­pankan kam­pa­nye damai agar Pilka­da Maros 2024 berlang­sung aman dan demokratis.

“Dukun­gan saya tetap untuk kotak kosong, mes­ki saya men­gala­mi ini. Demokrasi harus damai, bukan den­gan kek­erasan,” tut­up (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *