Terupdate

Pro Kontra Relokasi PLTG 25 MW,  Bupati Nias Utara Ambil Langkah

1174
×

Pro Kontra Relokasi PLTG 25 MW,  Bupati Nias Utara Ambil Langkah

Sebarkan artikel ini

Nias Utara, SniperNew.id – Rencana relokasi mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 25 Megawatt dari Kepulauan Nias ke Pulau Sulawesi yang diusulkan oleh PLN Pusat telah menimbulkan Pro dan Kontra di kalangan masyarakat dan pejabat daerah.

Isu ini semakin memanas dengan berbagai tanggapan dari aktivis, organisasi masyarakat, politikus, dan tokoh-tokoh setempat.

PLN Pusat berencana untuk memindahkan PLTG 25MW yang saat ini berada di Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli  ke Pulau Sulawesi.

Relokasi ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan daya listrik di Sulawesi, di mana PLN Batam telah ditugaskan untuk mengelola proses pemindahan dan keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerataan distribusi energi listrik di Indonesia.

  Camat Matan Hilir Utara Bantah dugaan Kongkalikong, Berikut Uraiannya!

Kepada awak media hari ini, Jumat (02/08/24) Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, mengatakan bahwa ia mengambil langkah proaktif untuk mengatasi isu ini. Ia melakukan pertemuan dengan Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Adi Lumaksono di Jakarta untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana relokasi.

Amizaro mengungkapkan, bahwa setelah diskusi tersebut, ia memperoleh jaminan bahwa PLN akan menjaga Pasokan Listrik di Kepulauan Nias, dengan mengirimkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) secara bertahap untuk menggantikan kapasitas yang hilang dari pemindahan PLTG.

“Isu yang berkembang saat ini masih sebatas rencana. PLN berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan listrik di Kepulauan Nias tidak akan terganggu,” ujar Amizaro.

  Tiga Bapaslon Bupati Pasaman Perbaiki Berkas Pendaftaran Ke KPU

Bupati menekankan bahwa perencanaan ini belum bersifat final dan akan melibatkan pembahasan lebih lanjut melalui Rapat Forkada dan Forkompida Kepulauan Nias.

PLN menjelaskan bahwa saat ini kapasitas terpasang di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Nias mencapai 70 MW, dengan beban puncak saat ini 27 MW dan kapasitas tertinggi 36 MW. Pembangkit yang ada terdiri dari 1 unit PLTG 25 MW, 5 unit PLTD 5.5 MW, dan beberapa unit kecil dengan kapasitas antara 500 kW hingga 1 MW.

Lebih lanjut, Amizaro mengatakan bahwa upaya yang ia lakukan telah mendapatkan penjelasan dimana PLN mengakui bahwa PLTG 25 MW sebagai pembangkit terbesar, sering menyebabkan defisit sistem ketika mengalami gangguan atau pemeliharaan.

Untuk mengurangi risiko ini, PLN berencana mengganti unit PLTG 25 MW dengan 20 unit PLTD 1 MW dan tambahan 2.5 MW. Saat ini, unit pengganti sudah terpasang sebanyak 10 MW dan diperkirakan akan meningkat menjadi 20 hingga 22.5 MW dalam waktu dekat.

  Pasangan Calon Walikota Gunungsitoli KARYA-YUNIUS Mendaftar di DPC Partai Gerindra

PLN berkomitmen untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat setelah semua unit pengganti terpasang. Bupati Amizaro juga akan terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan bahwa pasokan listrik di Kepulauan Nias tetap stabil dan masyarakat tidak mengalami gangguan.

“Kami berharap semua pihak dapat bekerjasama untuk mencapai solusi yang terbaik dan memastikan ketersediaan energi di Kepulauan Nias tetap terjaga,” ujar Amizaro.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian dan kekhawatiran di masyarakat mengenai rencana relokasi PLTG.

Proses selanjutnya akan melibatkan diskusi lebih lanjut dan sosialisasi untuk memastikan bahwa perubahan ini diterima dengan baik oleh semua pihak terkait. (Efory Zendrato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *