Berita Ekonomi

Laundry di Batam Tertangkap Gunakan Gas Subsidi 3 Kg, Disperindag Lakukan Sidak

567
×

Laundry di Batam Tertangkap Gunakan Gas Subsidi 3 Kg, Disperindag Lakukan Sidak

Sebarkan artikel ini

Batam, SniperNew.id – Sejum­lah tem­pat usa­ha laun­dry di Kota Batam terungkap meng­gu­nakan gas elpi­ji bersub­si­di uku­ran 3 kilo­gram yang seharus­nya dipe­run­tukkan bagi rumah tang­ga miskin dan masyarakat kurang mam­pu. Fak­ta ini terungkap sete­lah Dinas Perindus­tri­an dan Perda­gan­gan (Dis­perindag) Kota Batam melakukan inspeksi men­dadak (sidak) pada Selasa (26/08)). Pagi

Dalam video yang diung­gah akun res­mi media lokal batam­new­son­line, ter­li­hat petu­gas Dis­perindag Batam melakukan pemerik­saan di salah satu usa­ha laun­dry. Pada reka­man terse­but, ter­li­hat beber­a­pa tabung gas elpi­ji 3 kilo­gram yang digu­nakan untuk keper­lu­an usa­ha, pada­hal gas sub­si­di jenis ini tidak dipe­run­tukkan bagi sek­tor komer­sial.

Petu­gas yang men­ge­nakan rompi bertuliskan “Dis­perindag Kota Batam” memerik­sa area usa­ha yang penuh den­gan tumpukan paka­ian dan per­lengka­pan laun­dry. Mere­ka memas­tikan bah­wa pemi­lik usa­ha meng­gu­nakan gas sub­si­di secara tidak semestinya. Dalam video, ter­li­hat pula teks bertuliskan: “Dis­perindag Sidak Laun­dry Pakai Gas Untuk Orang Miskin.”

  SETARA Hadir di Bandung: Wadah Tukang Bangun Keterampilan Baru Bersama Tiga Roda

Sesuai atu­ran pemer­in­tah, gas elpi­ji 3 kilo­gram bersub­si­di hanya ditu­jukan untuk kebu­tuhan rumah tang­ga miskin, nelayan kecil, dan usa­ha mikro. Peng­gu­naan di sek­tor komer­sial seper­ti laun­dry, restoran, atau usa­ha berskala menen­gah dan besar, dila­rang keras.

Kepala Dis­perindag Kota Batam men­je­laskan, sidak ini dilakukan untuk memas­tikan dis­tribusi gas elpi­ji sub­si­di tepat sasaran. “Kami men­e­mukan sejum­lah pelaku usa­ha laun­dry yang meman­faatkan gas sub­si­di. Ini jelas pelang­garan kare­na gas 3 kilo­gram seharus­nya untuk masyarakat miskin dan rumah tang­ga, bukan untuk usa­ha,” ujarnya.

Ia menam­bahkan bah­wa pihaknya akan mem­berikan tegu­ran keras dan peringatan kepa­da pelaku usa­ha yang ter­buk­ti melang­gar atu­ran. Selain itu, pemer­in­tah juga akan terus meningkatkan pen­gawasan untuk mence­gah penyalah­gu­naan gas sub­si­di yang ker­ap ter­ja­di di lapan­gan.

Salah seo­rang petu­gas di lokasi sidak menye­but, modus seper­ti ini merugikan masyarakat kecil. “Aki­bat peng­gu­naan oleh pihak yang tidak berhak, pasokan gas sub­si­di jadi lang­ka di pasaran. Har­ganya pun ser­ing naik sehing­ga mem­be­bani war­ga miskin yang benar-benar mem­bu­tuhkan,” ungkap­nya.

  Diagnosa Saham Hari Ini: Cek Gratis, Langsung Viral di Facebook!

Sidak ini juga dihara­p­kan men­ja­di efek jera bagi pelaku usa­ha lain­nya agar tidak lagi meng­gu­nakan gas bersub­si­di untuk keper­lu­an komer­sial. Dis­perindag akan bek­er­ja sama den­gan aparat pene­gak hukum jika dite­mukan indikasi pelang­garan lebih lan­jut.

Masyarakat pun dim­inta ikut men­gawasi dan mela­porkan bila menge­tahui adanya penyalah­gu­naan gas elpi­ji bersub­si­di di sek­i­tar lingkun­gan mere­ka. Den­gan pen­gawasan bersama, dis­tribusi gas 3 kilo­gram dap­at lebih tepat sasaran dan sesuai den­gan kebi­jakan pemer­in­tah.

Kro­nolo­gi Sidak:

1. Dis­perindag Kota Batam melakukan inspeksi men­dadak pada Selasa pagi.

2. Petu­gas men­e­mukan beber­a­pa tabung gas elpi­ji 3 kilo­gram di tem­pat usa­ha laun­dry.

3. Gas sub­si­di terse­but seharus­nya dipe­run­tukkan bagi rumah tang­ga miskin dan bukan untuk usa­ha komer­sial.

4. Pelaku usa­ha diberikan peringatan keras dan akan diawasi lebih lan­jut.

  TV 24 Inci Bisa Kredit Tanpa DP? Netizen Auto Serbu Penawaran UMKM Ini!

Sejum­lah war­ga menyam­but baik langkah pemer­in­tah melakukan sidak ini. Mere­ka berharap agar dis­tribusi gas sub­si­di benar-benar dipri­or­i­taskan untuk war­ga miskin. “Sela­ma ini kami ser­ing kesuli­tan men­cari gas 3 kilo­gram, har­ganya pun naik. Kalau ada usa­ha yang ikut pakai, jelas kami dirugikan,” kata seo­rang war­ga.

Langkah Lan­ju­tan Pemer­in­tah: Pen­ingkatan pen­gawasan dan sidak berkala. Tegu­ran keras bagi pelaku usa­ha yang ter­buk­ti melang­gar atu­ran.

Peli­batan aparat pene­gak hukum jika pelang­garan bersi­fat beru­lang atau teror­gan­isir.

Sosial­isasi kepa­da pelaku usa­ha ten­tang larangan peng­gu­naan gas sub­si­di untuk sek­tor komer­sial.

Kasus ini menun­jukkan masih adanya penyalah­gu­naan gas elpi­ji bersub­si­di 3 kilo­gram di sek­tor usa­ha, khusus­nya laun­dry. Dis­perindag Kota Batam mene­gaskan komit­men­nya untuk terus melakukan pen­gawasan agar gas bersub­si­di benar-benar dinikmati masyarakat miskin dan tidak dis­alah­gu­nakan pihak yang tidak berhak.

Den­gan langkah tegas dan ker­ja sama semua pihak, dihara­p­kan dis­tribusi gas sub­si­di lebih tepat sasaran dan har­ga di pasaran tetap sta­bil untuk war­ga kurang mam­pu yang benar-benar mem­bu­tuhkan.

Edi­tor: (Ahmad/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *