Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Warga Sering Jatuh Melintas Saat Hujan, KPK Diminta Periksa Konsultan dan Pengawas Pembangunan Jembatan di Bandar Khalipah Habiskan Biaya Rp 5,7 Miliar

377
×

Warga Sering Jatuh Melintas Saat Hujan, KPK Diminta Periksa Konsultan dan Pengawas Pembangunan Jembatan di Bandar Khalipah Habiskan Biaya Rp 5,7 Miliar

Sebarkan artikel ini

SERGAI, Snipernew.id

Masyarakat di Keca­matan Ban­dar Khalipah,Kabupaten Ser­dang Beda­gai (Sergai),Sumatera Utara (Sumut), men­geluhkan kon­disi pem­ban­gu­nan jem­bat­an yang telah sele­sai di ban­gun diperki­rakan pada tahun 2024 yang lalu berdiri di Dusun Pon­dok Pan­jang, Desa Kayu Besar, Keca­matan Ban­dar Khali­pah, den­gan menelan biaya men­ca­pai anggaran lebih dari Rp5,7 mil­iar dari Pemer­in­tah Provin­si Sumat­era Utara tahun 2023, kon­disi jem­bat­an dini­lai asal jadi saja.

Masalah uta­ma ter­letak pada akses jalan yang ter­lalu ter­jal dan licin, teruta­ma saat hujan. Tak sedik­it pen­gen­dara sepe­da motor tergelin­cir, bahkan kendaraan roda empat pun kesuli­tan menan­jak aki­bat ban yang selip dan berputar di tem­pat.

  Kepala SDN Tuggakjati VII Bentengjaya Diduga Rangkap Jabatan Jadi Wartawan

“Kalau hujan turun, jalan ke jem­bat­an itu seper­ti jebakan. Banyak yang jatuh, ter­ma­suk saya sendiri sudah per­nah ter­pe­le­set,” ujar Suher­man, seo­rang peda­gang yang ker­ap melin­tasi jem­bat­an terse­but, Sab­tu (19/7/2025).

Dibeberkan­nya, sejak sele­sai diban­gun, jem­bat­an penghubung antara Kabu­pat­en Ser­gai dan Batubara itu belum per­nah benar-benar aman digu­nakan. Masyarakat bahkan harus bergo­tong roy­ong menim­bun sisi jalan kiri dan kanan den­gan batu dan tanah agar kemiringan­nya berku­rang. Sayangnya, solusi daru­rat itu tetap tidak efek­tif.
“Bayangkan, jem­bat­an diban­gun den­gan meng­habiskan uang Mil­iaran rupi­ah itu terny­a­ta hasil­nya san­gat menge­cewkan dan ter­pak­sa masyarakat secara gotong roy­ong mengumpulkan dana untuk melakukan pen­im­bunan agar jan­gan banyak pen­gen­dara ter­jatuh. Ini proyek pub­lik atau proyek asal jadi?” Sudah banyak pen­gen­dara yang men­gala­mi kece­lakaan tung­gal dan luka-luka, aki­bat ter­jatuh saat ingin melin­tasi jem­bat­an terse­but.

  Dana Desa Sukadana diduga Sarat Penyimpangan, Kades Blokir Nomor Wartawan Media ini!

“Kami dari masyarakat Ban­dar Khali­pah mem­inta Komisi Pem­ber­an­tasan Korup­si (KPK) dan Kejak­saan Ting­gi Sumat­era Utara (Sumut), melakukan pemerik­saan ter­hadap pem­ban­gu­nan jem­bat­an terse­but, kare­na ban­gu­nan itu san­gat menge­ce­wakan masyarakat penger­jaan­nya. “Tolong pak KPK turun ke Ser­gai perik­sa proyek pem­ban­gu­nan jem­bat­an ini” .Ungkap Her­man didampin­gi Surya Maran­ti­ka.

Kon­disi ban­gu­nan jem­bat­an ini sung­guh mem­ba­hayakan bagi masyarakat yang melin­tasinya, sebab sisi kiri dan kanan akses jalan, baik saat naik maupun turun dari jem­bat­an masih ter­li­hat berlubang besar. Kon­disi jem­bat­an ini diduga kuat aki­bat pen­im­bunan yang tidak padat dan banyak tanah dan batu yang menim­bun itu masyarakat.”Ujar Her­man den­gan nada kece­wa.

Nada kece­wa juga dilon­tarkan oleh Ulfa, war­ga Dusun IV Desa Pekan Ban­dar Khali­pah, itu jem­bat­an memang sulit untuk dilalui teruta­ma saat hujan dan kon­disinya san­gat memeprhatinkan. Seti­ap pen­gen­dara baik ibu-ibu maupun kaum bapak harus ektra hati-hati melin­tasi jem­bat­an mili­yaran itu, jika tidak ingin men­gala­mi ter­jatuh. Per­lu diper­tanyakan bagaimana kual­i­tas dari peren­canaan dan pen­gawasan ter­hadap proyek yang telah meng­habiskan dana men­ca­pai Lima Mil­yar Rupi­ah terse­but.

  Ratusan Anggaran Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Daerah Ketapang Diduga "Dikorupsi"

Benarkah ada pen­gawasan saat dik­er­jakan­nya pem­ban­gu­nan jem­bat­an tersebut.Tutur Ulfa den­gan nada bertanya.
Selain itu lan­jut­nya, apakah sudah sesuai spe­si­fikasi atau tidak. Sebab, banyak juga saya den­gar war­ga yang men­geluh dan mem­per­tanyakan ten­tang hal terse­but. Saya selaku ibu rumah tang­ga, ten­tun­ya tidak begi­tu paham den­gan pem­ban­gu­nan, namun dikare­nakan ser­ing melin­tasi jem­bat­an saat ingin belan­ja, makanya saya mau berkomentar.Ucapnya.
Jika kita lihat jem­bat­an itu sekarang yang diperki­rakan sudah 1,5 tahun sele­sai dik­er­jakan itu den­gan nilai uang men­ca­pai Rp.5,7 Mili­yar, jelas mengecewakan.Tegasnya. “Jan­gan tung­gu ada kor­ban jiwa dulu baru bertin­dak. Jem­bat­an ini diban­gun untuk kese­la­matan, bukan sekadar peny­er­a­pan anggaran,” pungkas­nya.

Bas­t­ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *