Berita Viral

Viral Ucapan Legislator Soal “Habiskan Uang Negara”, Netizen Geram

769
×

Viral Ucapan Legislator Soal “Habiskan Uang Negara”, Netizen Geram

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Media sosial kem­bali dihe­bohkan den­gan beredarnya sebuah video yang menampilkan seo­rang pria yang diduga anggota dewan, mel­on­tarkan uca­pan kon­tro­ver­sial terkait peng­gu­naan anggaran negara. Video yang diung­gah ulang oleh akun media sosial Tre­ands menampilkan sosok pria berka­ca­ma­ta ten­gah duduk di kur­si penge­mu­di mobil. Dalam reka­man itu ter­den­gar jelas suara yang men­gatakan:

“Hari ini kita mau menu­ju Makas­sar meng­gu­nakan uang negara. Kita habisin saja uang negara, biarin negeri jadi miskin.”

Perny­ataan terse­but son­tak memicu kegaduhan pub­lik. Banyak neti­zen meni­lai uca­pan itu san­gat tidak pan­tas diu­cap­kan oleh seo­rang yang dise­but-sebut seba­gai wak­il raky­at. Apala­gi, uca­pan terse­but diung­gah di ten­gah kon­disi masyarakat yang ten­gah meng­hadapi kesuli­tan ekono­mi.

Ung­ga­han itu juga ramai diperbin­cangkan sete­lah dis­orot oleh tokoh pub­lik, Oktawirawan, melalui akun prib­adinya. Ia menye­but uca­pan terse­but melukai hati raky­at dan tidak bisa diang­gap seba­gai sekadar can­daan.

Dalam ung­ga­han Oktawirawan, ia menulis. “Sub­hanal­lah… beta­pa menyak­itkan hati menden­gar uca­pan dari seo­rang wak­il raky­at yang seharus­nya men­ja­ga amanah. ‘Ayo kita habiskan uang negara, biar miskin sekalian.’ Kali­mat itu bukan sekadar candaan—itu luka bagi hati raky­at. Kita ini memil­ih wak­il raky­at untuk men­ja­di jem­bat­an aspi­rasi, bukan untuk mer­am­pas hak-hak kita. Raky­at meni­tip­kan hara­pan agar suara kita sam­pai, agar anggaran dipakai untuk kebaikan, agar negeri ini sejahtera.”

  Simbol Sunan Ambu di Upacara Kemerdekaan, Bukan Nyi Roro Kidul: Penjelasan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Tulisan terse­but lang­sung diban­jiri komen­tar dari war­ganet. Banyak yang merasa ger­am, kece­wa, sekali­gus marah.

Akun astuti44696 menulis. “Biarkan saja orang ini tertawa… Dia tidak menyadari dia mem­ban­gun tem­pat­nya di ner­a­ka kalau sam­pai akhir hidup­nya Allah tidak berikan hidayah untuk berto­bat. Kasi­han sekali orang-orang seper­ti ini. Allahu yahdik.”

Akun lain, nengnada7463627, menulis den­gan bahasa daer­ah. “Bekeng malo Goronta­lo ngana wahyu.”

Semen­tara akun mochyusuf__ mengkri­tisi. “Ahli mak­si­at jadi peja­bat atau pen­ja­hat yang sedang men­ja­bat?”

Neti­zen lain, kangsaepul­ho, menuliskan den­gan tegas. “Siap geruduk.”

Sedan­gkan akun fransiska_7903 menam­bahkan. “Ben­tar lagi mere­ka ter­tun­duk malu dan minta maaf.”

Komen­tar seru­pa juga datang dari akun agussumarnog17: “Sia­pa dia belum merasakan digruduk sama raky­at.”

Tak sedik­it pula yang meni­lai uca­pan itu mencer­minkan sikap asli para peja­bat. Akun syamsul.arifin.9655806 menulis:
“Begi­t­u­lah keja­hatan diper­ton­tonkan, ujung-ujungnya pal­ing dipecat atau cuma minta maaf.”

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, iden­ti­tas pasti sosok pria dalam video terse­but belum terkon­fir­masi secara res­mi. Namun, pub­lik men­duga ia adalah salah satu anggota leg­is­latif daer­ah. Banyak yang men­gaitkan­nya den­gan perny­ataan-perny­ataan peja­bat di sejum­lah daer­ah yang ker­ap viral kare­na diang­gap tak pan­tas.

  Bunda Sri Viral, Unggahan di Gudang Obat Tuai Respons Hangat Warganet

Perny­ataan itu men­ja­di kon­tro­ver­sial kare­na dis­am­paikan den­gan nada bercan­da, tetapi berim­p­likasi besar ter­hadap keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi wak­il raky­at.

Video viral mem­per­li­hatkan seo­rang pria diduga wak­il raky­at men­gatakan hen­dak “meng­habiskan uang negara biar negeri miskin”. Perny­ataan itu memicu keca­man luas kare­na diang­gap tidak pan­tas dan melukai hati masyarakat.

Pria dalam video yang iden­ti­tas­nya belum terkon­fir­masi res­mi, ser­ta akun media sosial Tre­ands yang per­ta­ma kali men­gung­gah. Fig­ur pub­lik Oktawirawan juga ikut meny­oroti den­gan tegas.

Video terse­but per­ta­ma kali diung­gah pada perten­ga­han Sep­tem­ber 2025 dan mulai viral dalam 24 jam ter­akhir.

Lokasi per­sis perny­ataan tidak dike­tahui, namun dalam video pria itu ter­li­hat sedang menge­mu­di mobil di jalan raya. Ia juga menye­but akan menu­ju Makas­sar.

Uca­pan terse­but dini­lai san­gat tidak pan­tas kare­na menyangkut keper­cayaan pub­lik ter­hadap pen­gelo­laan keuan­gan negara. Wak­il raky­at diang­gap seharus­nya men­ja­ga amanah, bukan mere­mehkan den­gan uca­pan seper­ti itu.

Reak­si pub­lik san­gat keras. Banyak komen­tar yang menge­cam, menun­tut klar­i­fikasi, bahkan ada yang menyerukan aksi protes. Namun, ada juga yang meni­lai bah­wa uca­pan itu bisa saja bercan­da, mes­ki tetap tidak pan­tas diu­cap­kan oleh peja­bat pub­lik.

Pakar komu­nikasi poli­tik meni­lai, uca­pan terse­but tidak bisa dib­iarkan begi­tu saja. Mes­ki dalam kon­teks bercan­da, seo­rang peja­bat pub­lik harus mam­pu men­ja­ga lisan kare­na ia mem­bawa nama insti­tusi sekali­gus men­ja­di rep­re­sen­tasi suara raky­at.

“Can­daan seper­ti itu berba­haya. Pub­lik bisa kehi­lan­gan keper­cayaan, apala­gi di era dig­i­tal di mana semua bisa direkam dan divi­ralkan,” kata salah satu penga­mat poli­tik.

  Pagar Hilang Kembali Terpasang, Aksi Tanggung Jawab Seorang Pria di Binjai Viral

Banyak pihak meni­lai, per­lu ada transparan­si dan klar­i­fikasi res­mi dari pihak terkait. Jika benar sosok terse­but adalah peja­bat pub­lik, maka lem­ba­ga yang menaunginya wajib mem­berikan pen­je­lasan dan sanksi tegas.

Sejum­lah aktivis juga meni­lai keja­di­an ini harus dijadikan momen­tum untuk mem­per­bai­ki eti­ka poli­tik. “Raky­at meni­tip­kan hara­pan, bukan can­da yang menyak­i­ti hati. Jan­gan sam­pai hal seper­ti ini diang­gap lum­rah,” tegas salah satu aktivis.

Di ten­gah situ­asi ekono­mi yang penuh tan­ta­n­gan, raky­at menaruh hara­pan besar pada para wakil­nya. Anggaran negara dihara­p­kan dikelo­la secara bijak, bukan men­ja­di bahan can­daan.

“Raky­at sudah cukup sulit. Jan­gan lagi dita­m­bah den­gan uca­pan-uca­pan yang meren­dahkan. Wak­il raky­at harus hadir den­gan solusi, bukan menam­bah luka,” tulis salah seo­rang neti­zen di kolom komen­tar.

Kasus viral uca­pan “habiskan uang negara biar negeri miskin” men­ja­di pela­jaran pent­ing ten­tang pent­ingnya eti­ka dalam komu­nikasi pub­lik, teruta­ma bagi peja­bat. Raky­at menun­tut sikap yang lebih bijak, san­tun, dan bertang­gung jawab.

Mes­ki bisa jadi hanya can­daan, uca­pan itu mening­galkan luka dan memicu kri­sis keper­cayaan. Pub­lik menan­ti langkah tegas, baik beru­pa klar­i­fikasi, per­mintaan maaf, maupun sanksi yang sesuai.

Artikel ini dis­usun berdasarkan ung­ga­han akun media sosial Tre­ands, tang­ga­pan Oktawirawan, ser­ta respons pub­lik di jagat maya. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *