Jakarta, SniperNew.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan seorang pria yang diduga anggota dewan, melontarkan ucapan kontroversial terkait penggunaan anggaran negara. Video yang diunggah ulang oleh akun media sosial Treands menampilkan sosok pria berkacamata tengah duduk di kursi pengemudi mobil. Dalam rekaman itu terdengar jelas suara yang mengatakan:
“Hari ini kita mau menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita habisin saja uang negara, biarin negeri jadi miskin.”
Pernyataan tersebut sontak memicu kegaduhan publik. Banyak netizen menilai ucapan itu sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang yang disebut-sebut sebagai wakil rakyat. Apalagi, ucapan tersebut diunggah di tengah kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.
Unggahan itu juga ramai diperbincangkan setelah disorot oleh tokoh publik, Oktawirawan, melalui akun pribadinya. Ia menyebut ucapan tersebut melukai hati rakyat dan tidak bisa dianggap sebagai sekadar candaan.
Dalam unggahan Oktawirawan, ia menulis. “Subhanallah… betapa menyakitkan hati mendengar ucapan dari seorang wakil rakyat yang seharusnya menjaga amanah. ‘Ayo kita habiskan uang negara, biar miskin sekalian.’ Kalimat itu bukan sekadar candaan—itu luka bagi hati rakyat. Kita ini memilih wakil rakyat untuk menjadi jembatan aspirasi, bukan untuk merampas hak-hak kita. Rakyat menitipkan harapan agar suara kita sampai, agar anggaran dipakai untuk kebaikan, agar negeri ini sejahtera.”
Tulisan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang merasa geram, kecewa, sekaligus marah.
Akun astuti44696 menulis. “Biarkan saja orang ini tertawa… Dia tidak menyadari dia membangun tempatnya di neraka kalau sampai akhir hidupnya Allah tidak berikan hidayah untuk bertobat. Kasihan sekali orang-orang seperti ini. Allahu yahdik.”
Akun lain, nengnada7463627, menulis dengan bahasa daerah. “Bekeng malo Gorontalo ngana wahyu.”
Sementara akun mochyusuf__ mengkritisi. “Ahli maksiat jadi pejabat atau penjahat yang sedang menjabat?”
Netizen lain, kangsaepulho, menuliskan dengan tegas. “Siap geruduk.”
Sedangkan akun fransiska_7903 menambahkan. “Bentar lagi mereka tertunduk malu dan minta maaf.”
Komentar serupa juga datang dari akun agussumarnog17: “Siapa dia belum merasakan digruduk sama rakyat.”
Tak sedikit pula yang menilai ucapan itu mencerminkan sikap asli para pejabat. Akun syamsul.arifin.9655806 menulis:
“Begitulah kejahatan dipertontonkan, ujung-ujungnya paling dipecat atau cuma minta maaf.”
Hingga berita ini diturunkan, identitas pasti sosok pria dalam video tersebut belum terkonfirmasi secara resmi. Namun, publik menduga ia adalah salah satu anggota legislatif daerah. Banyak yang mengaitkannya dengan pernyataan-pernyataan pejabat di sejumlah daerah yang kerap viral karena dianggap tak pantas.
Pernyataan itu menjadi kontroversial karena disampaikan dengan nada bercanda, tetapi berimplikasi besar terhadap kepercayaan publik terhadap institusi wakil rakyat.
Video viral memperlihatkan seorang pria diduga wakil rakyat mengatakan hendak “menghabiskan uang negara biar negeri miskin”. Pernyataan itu memicu kecaman luas karena dianggap tidak pantas dan melukai hati masyarakat.
Pria dalam video yang identitasnya belum terkonfirmasi resmi, serta akun media sosial Treands yang pertama kali mengunggah. Figur publik Oktawirawan juga ikut menyoroti dengan tegas.
Video tersebut pertama kali diunggah pada pertengahan September 2025 dan mulai viral dalam 24 jam terakhir.
Lokasi persis pernyataan tidak diketahui, namun dalam video pria itu terlihat sedang mengemudi mobil di jalan raya. Ia juga menyebut akan menuju Makassar.
Ucapan tersebut dinilai sangat tidak pantas karena menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. Wakil rakyat dianggap seharusnya menjaga amanah, bukan meremehkan dengan ucapan seperti itu.
Reaksi publik sangat keras. Banyak komentar yang mengecam, menuntut klarifikasi, bahkan ada yang menyerukan aksi protes. Namun, ada juga yang menilai bahwa ucapan itu bisa saja bercanda, meski tetap tidak pantas diucapkan oleh pejabat publik.
Pakar komunikasi politik menilai, ucapan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Meski dalam konteks bercanda, seorang pejabat publik harus mampu menjaga lisan karena ia membawa nama institusi sekaligus menjadi representasi suara rakyat.
“Candaan seperti itu berbahaya. Publik bisa kehilangan kepercayaan, apalagi di era digital di mana semua bisa direkam dan diviralkan,” kata salah satu pengamat politik.
Banyak pihak menilai, perlu ada transparansi dan klarifikasi resmi dari pihak terkait. Jika benar sosok tersebut adalah pejabat publik, maka lembaga yang menaunginya wajib memberikan penjelasan dan sanksi tegas.
Sejumlah aktivis juga menilai kejadian ini harus dijadikan momentum untuk memperbaiki etika politik. “Rakyat menitipkan harapan, bukan canda yang menyakiti hati. Jangan sampai hal seperti ini dianggap lumrah,” tegas salah satu aktivis.
Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, rakyat menaruh harapan besar pada para wakilnya. Anggaran negara diharapkan dikelola secara bijak, bukan menjadi bahan candaan.
“Rakyat sudah cukup sulit. Jangan lagi ditambah dengan ucapan-ucapan yang merendahkan. Wakil rakyat harus hadir dengan solusi, bukan menambah luka,” tulis salah seorang netizen di kolom komentar.
Kasus viral ucapan “habiskan uang negara biar negeri miskin” menjadi pelajaran penting tentang pentingnya etika dalam komunikasi publik, terutama bagi pejabat. Rakyat menuntut sikap yang lebih bijak, santun, dan bertanggung jawab.
Meski bisa jadi hanya candaan, ucapan itu meninggalkan luka dan memicu krisis kepercayaan. Publik menanti langkah tegas, baik berupa klarifikasi, permintaan maaf, maupun sanksi yang sesuai.
Artikel ini disusun berdasarkan unggahan akun media sosial Treands, tanggapan Oktawirawan, serta respons publik di jagat maya. (Ahm/abd).













