Berita Peristiwa

Jalur Longsor Aceh, Warga Pikul BBM Berjam-jam

232
×

Jalur Longsor Aceh, Warga Pikul BBM Berjam-jam

Sebarkan artikel ini

ACEH, SNIPERNEW.id — Akses jalan akibat longsor di salah satu wilayah Aceh membuat aktivitas warga terganggu. Kondisi tersebut terekam dalam unggahan media sosial Threads milik akun @monsieur_doni, yang memperlihatkan masyarakat harus memikul bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok dengan berjalan kaki melewati jalur longsor. Minggu.


Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menjelaskan bahwa BBM sekitar 35 liter dibawa secara manual dari arah Kem Buntul. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki melewati medan longsor selama dua hingga empat jam, bergantung pada kondisi fisik masing-masing warga.

Ini minyak 35 liter dipikul di perjalanan Kem Buntul jalan kaki melewati jalan longsor selama 2 jam, 3 jam, atau 4 jam tergantung fisik seseorang,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu juga menyebutkan bahwa meski akses jalan terputus, warga tetap berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak masyarakat dilaporkan membeli sembako dan BBM, meski harus melewati jalur yang sulit dan berisiko.

Berdasarkan dokumentasi foto dan video yang diunggah, tampak warga melintasi medan berlumpur, bebatuan, serta aliran sungai dengan membawa jeriken dan barang kebutuhan lainnya. Aktivitas tersebut dilakukan secara bergantian dan berkelompok.

Akun Threads tersebut juga menginformasikan bahwa alat berat mulai dikerahkan secara bertahap untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor. Selain itu, aparat TNI dan Polri disebut bersiaga di sejumlah titik guna memantau aktivitas warga dan mendukung proses penanganan di lapangan.

Akses jalan sedikit demi sedikit alat berat mulai bekerja dan TNI dan Polri garda terdepan setiap titik untuk memantau masyarakat dan alat berat bekerja,” lanjut keterangan unggahan itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai target waktu pembukaan akses jalan secara normal. Proses penanganan masih terus berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan lokasi.

Penulis: [iskandar]