Berita Peristiwa

Jalur Longsor Aceh, Warga Pikul BBM Berjam-jam

316
×

Jalur Longsor Aceh, Warga Pikul BBM Berjam-jam

Sebarkan artikel ini

ACEH, SNIPERNEW.id — Akses jalan akibat longsor di salah satu wilayah Aceh membuat aktivitas warga terganggu. Kondisi tersebut terekam dalam unggahan media sosial Threads milik akun @monsieur_doni, yang memperlihatkan masyarakat harus memikul bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok dengan berjalan kaki melewati jalur longsor. Minggu.


Dalam keteran­gan ung­ga­han­nya, akun terse­but men­je­laskan bah­wa BBM sek­i­tar 35 liter dibawa secara man­u­al dari arah Kem Bun­tul. Per­jalanan dilakukan den­gan ber­jalan kaki mele­wati medan long­sor sela­ma dua hing­ga empat jam, bergan­tung pada kon­disi fisik mas­ing-mas­ing war­ga.

Ini minyak 35 liter dipikul di per­jalanan Kem Bun­tul jalan kaki mele­wati jalan long­sor sela­ma 2 jam, 3 jam, atau 4 jam ter­gan­tung fisik sese­o­rang,” tulis akun terse­but.

Ung­ga­han itu juga menye­butkan bah­wa mes­ki akses jalan ter­pu­tus, war­ga tetap beru­paya memenuhi kebu­tuhan sehari-hari. Banyak masyarakat dila­porkan mem­be­li sem­bako dan BBM, mes­ki harus mele­wati jalur yang sulit dan berisiko.

  "Menghilang 1,5 Tahun, Siska Ditemukan Tak Bernyawa di Sumur Tua-Sang Ibu Tewas Menyusul Karena Shock"

Berdasarkan doku­men­tasi foto dan video yang diung­gah, tam­pak war­ga melin­tasi medan berlumpur, bebat­u­an, ser­ta ali­ran sun­gai den­gan mem­bawa jeriken dan barang kebu­tuhan lain­nya. Aktiv­i­tas terse­but dilakukan secara bergant­ian dan berkelom­pok.

  Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Diserbu Massa

Akun Threads terse­but juga meng­in­for­masikan bah­wa alat berat mulai dik­er­ahkan secara berta­hap untuk mem­bu­ka kem­bali akses jalan yang ter­tut­up long­sor. Selain itu, aparat TNI dan Pol­ri dise­but bersi­a­ga di sejum­lah titik guna meman­tau aktiv­i­tas war­ga dan men­dukung pros­es penan­ganan di lapan­gan.

Akses jalan sedik­it demi sedik­it alat berat mulai bek­er­ja dan TNI dan Pol­ri gar­da ter­de­pan seti­ap titik untuk meman­tau masyarakat dan alat berat bek­er­ja,” lan­jut keteran­gan ung­ga­han itu.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak berwe­nang men­ge­nai tar­get wak­tu pem­bukaan akses jalan secara nor­mal. Pros­es penan­ganan masih terus berlang­sung den­gan mem­per­tim­bangkan kon­disi cua­ca dan kea­manan lokasi.

Penulis: [iskan­dar]


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *