Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Viral Guru dan Kepsek Karaoke di Jam Pelajaran, Netizen Heboh

443
×

Viral Guru dan Kepsek Karaoke di Jam Pelajaran, Netizen Heboh

Sebarkan artikel ini

Pan­deglang, SniperNew.id – Jagat media sosial dihe­bohkan den­gan sebuah video yang mem­per­li­hatkan oknum kepala seko­lah dan seo­rang guru sedang berkaraoke di dalam ruang kelas pada jam pela­jaran. Peri­s­ti­wa ini dise­but ter­ja­di di SD Negeri 2 Cio­deng, Keca­matan Sin­dan­gres­mi, Kabu­pat­en Pan­deglang, Ban­ten.

Dalam video yang diung­gah oleh akun Nos­tal­gia era 80 an pada Senin (30/9/2025) pukul 09.57 WIB, ter­li­hat seo­rang pria berser­agam aparatur sip­il negara (ASN) sedang memegang mikro­fon sam­bil bernyanyi. Di belakangnya tam­pak seo­rang perem­puan yang juga berser­agam sama ikut tersenyum dan merangkul. Ked­u­anya dise­but bukan pasan­gan sua­mi istri, melainkan kepala seko­lah dan guru.

Tin­dakan terse­but men­u­ai kon­tro­ver­si lan­taran dilakukan di jam pela­jaran dan meng­gu­nakan fasil­i­tas seko­lah beru­pa smart TV ban­tu­an pres­i­den. Video itu lan­tas viral den­gan ribuan reak­si, komen­tar, dan dibagikan ratu­san kali.

Ung­ga­han akun Nos­tal­gia era 80 an menuliskan keteran­gan berna­da satir. “Aduh bu ntar karo­kenya lan­jut di k4mar saja 😁 mungkin mere­ka lagi mer­ayakan kenaikan gaji 12% kali. Potret suram oknum pen­didik di kon0ha. Viral! kepala seko­lah dan guru (bukan sua­mi istri) berkaraoke sam­bil berpekukan den­gan smart TV ban­tu­an pres­i­den saat jam pela­jaran di SD 2 Cio­deng keca­matan Sin­dan­gres­mi Pan­deglang Ban­ten. Beri­tanya telah terkon­fir­masi oleh Dinas Pen­didikan dan kepe­mu­daan setem­pat.”

  Banjir Galodo Hantam Kawasan Danau Singkarak, Warga Mengungsi Tinggalkan Kampung

Ung­ga­han itu lang­sung memicu reak­si pub­lik. Banyak yang menyayangkan sikap oknum tena­ga pen­didik terse­but kare­na diang­gap tidak pan­tas dilakukan di lingkun­gan seko­lah.

Kolom komen­tar dipenuhi beragam opi­ni. Beber­a­pa mengkri­tik keras, semen­tara yang lain meni­lai hal itu bisa dimak­lu­mi kare­na guru juga manu­sia yang mem­bu­tuhkan hibu­ran.

Seo­rang war­ganet berna­ma Ihlas Ihlas menuliskan. “Harus bijak nyi­mak ni mah saya ting­gal di Cio­deng dan anak saya seko­lah di situ.”

Komen­tar itu kemu­di­an dis­am­but peng­gu­na lain, Wawan Somantri, yang men­gaku sep­a­kat.

Semen­tara itu, Cemot mem­band­ingkan kon­disi guru saat ini den­gan era Orde Baru. “Jauh beda guru di era Suhar­to. Den­gan guru era Refor­masi. Era Orde Baru yang begi­tu kuat pen­didikan moral Pan­casi­la-nya.”

Komen­tar ini dibalas Christ Her­ry den­gan nada berbe­da. “Ejek penak jaman ku to.”

Ada pula yang meni­lai tin­dakan terse­but tidak masalah. Rhob­byn berko­men­tar. “Biarin aja, mere­ka juga butuh hibu­ran.”

Namun, komen­tar itu segera diten­tang oleh Abu Wakhid Wkhid. “Gan­ti aja guru yang lain, kan masih banyak guru yang baik akhlaknya….”

Komen­tar seru­pa dis­am­paikan Alfan Alfan den­gan nada lebih keras. “Ini men­garah ke cab­ul… pada­hal pen­didik. DIKNAS harus tegas ke pelaku ini kare­na sudah melang­gar nor­ma sosial, nor­ma aga­ma, dan per­at­u­ran pemer­in­tah. Kare­na seko­lah bukan tem­pat untuk nyanyi apala­gi men­garah ke mesum ini… wajib ditin­dak.”

Seba­gian lain meny­oroti hal-hal di luar sub­stan­si, seper­ti penampi­lan guru pria yang beram­but gondrong. Indra Seti­awan menulis. “Kok guru laki-laki boleh gondrong? 🤣”

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

Di sisi lain, ada juga yang men­co­ba mem­bela. Anthie Hio­la men­gatakan. “Mungkin yang upload per­ta­ma orang julit atau iri kali… Biarkan­lah mere­ka berse­nang-senang. Guru juga manu­sia 😘.”

Komen­tarnya men­da­p­at tang­ga­pan dari Arim M. “Karokean­nya nggak jadi masalah sih, tapi wak­tun­ya salah.”

Dalam keteran­gan yang dit­ulis akun pen­gung­gah, peri­s­ti­wa ini dise­but sudah terkon­fir­masi oleh Dinas Pen­didikan dan Kepe­mu­daan setem­pat. Mes­ki belum ada perny­ataan res­mi yang lebih detail di ung­ga­han terse­but, infor­masi ini mem­bu­at pub­lik semakin meny­oroti serius kasus terse­but.

Dinas Pen­didikan Pan­deglang dini­lai per­lu mem­beri klar­i­fikasi dan tin­dakan tegas, baik beru­pa pem­bi­naan, tegu­ran, atau sanksi sesuai atu­ran yang berlaku, untuk men­ja­ga wibawa dunia pen­didikan.

Berdasarkan infor­masi yang beredar, karaoke terse­but dilakukan di sela-sela jam pela­jaran den­gan meng­gu­nakan perangkat smart TV ban­tu­an pres­i­den yang seharus­nya digu­nakan seba­gai sarana penun­jang pem­be­la­jaran.

Motif sebe­narnya belum jelas. Beber­a­pa neti­zen berspeku­lasi bah­wa hal itu dilakukan untuk mer­ayakan kenaikan gaji sebe­sar 12 persen, seba­gaimana dit­ulis den­gan nada sindi­ran dalam ung­ga­han. Namun, tidak ada keteran­gan res­mi men­ge­nai hal itu.

Masyarakat sek­i­tar juga ikut menang­gapi. Ada yang menyayangkan kare­na anak-anak seharus­nya men­da­p­atkan con­toh baik di seko­lah. Namun, ada juga yang mem­inta pub­lik tidak ter­lalu meng­haki­mi kare­na peri­s­ti­wa ini bisa jadi hanya lua­pan sesaat.

Salah satu komen­tar yang cukup men­curi per­ha­t­ian datang dari orang tua murid. Ihlas Ihlas men­gaku anaknya berseko­lah di SD Cio­deng dan mem­inta semua pihak menyikapi per­soalan ini den­gan bijak.

  Puluhan Warga Terjebak di Puncak Hutanabolon Akibat Longsor 

Keja­di­an ini mencer­minkan tan­ta­n­gan baru bagi dunia pen­didikan di era dig­i­tal. Per­i­laku guru dan kepala seko­lah kini mudah terekam dan terse­bar luas di media sosial. Apa pun yang mere­ka lakukan, baik atau buruk, bisa den­gan cepat viral dan memen­garuhi cit­ra lem­ba­ga pen­didikan.

Di sisi lain, hal ini juga mengin­gatkan pent­ingnya eti­ka dan pro­fe­sion­al­isme tena­ga pen­didik. Guru tidak hanya men­ga­jar, tetapi juga ditun­tut men­ja­di teladan.

Sejum­lah pemer­hati pen­didikan meni­lai bah­wa peri­s­ti­wa semacam ini bisa men­ja­di reflek­si bersama. Guru memi­li­ki hak untuk berse­nang-senang, tetapi ada batasan tem­pat dan wak­tu. Seko­lah adalah ruang pen­didikan, bukan tem­pat hibu­ran.

“Kalau ingin hibu­ran, sebaiknya dilakukan di luar jam pela­jaran dan bukan di ruang kelas. Ini soal eti­ka dan pro­fe­sion­al­isme,” ujar salah satu penga­mat pen­didikan daer­ah (dalam diskusi dar­ing, Selasa, 30/9/2025).

Peri­s­ti­wa karaoke di SD Negeri 2 Cio­deng, Pan­deglang, Ban­ten, yang meli­batkan kepala seko­lah dan seo­rang guru, telah meman­tik pro dan kon­tra luas di masyarakat. Seba­gian menge­cam keras kare­na diang­gap tidak pan­tas, semen­tara seba­gian lain meni­lai wajar kare­na guru juga manu­sia.

Apapun itu, peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya men­ja­ga integri­tas dunia pen­didikan. Guru dan kepala seko­lah dihara­p­kan mam­pu men­em­patkan diri secara bijak agar tetap men­ja­di panu­tan bagi para siswa.

Kini pub­lik menan­ti tin­dak lan­jut dari Dinas Pen­didikan Pan­deglang untuk mem­berikan klar­i­fikasi dan kepu­tu­san res­mi. (Ahm/abbd/).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *