Berita Peristiwa

Warga Pandeglang Tumpahkan Sampah di Depan Kantor Bupati

318
×

Warga Pandeglang Tumpahkan Sampah di Depan Kantor Bupati

Sebarkan artikel ini

Pan­deglang, SniperNew.id – Ratu­san war­ga Pan­deglang kem­bali mengge­lar aksi unjuk rasa den­gan cara tidak biasa. Pada Rabu (20/8/2025), mas­sa aksi menumpahkan berton-ton sam­pah di depan Kan­tor Bupati Pan­deglang seba­gai ben­tuk protes ter­hadap ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah antara Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pan­deglang den­gan Pemer­in­tah Kota Tangerang Sela­tan (Tangsel).

Aksi ini terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Reka­man terse­but mem­per­li­hatkan war­ga men­datangkan truk pen­gangkut berisi tumpukan sam­pah, lalu menu­runk­an­nya tepat di hala­man kan­tor bupati. Sejum­lah aparat kepolisian tam­pak ber­ja­ga ketat di sek­i­tar lokasi untuk men­gan­tisi­pasi poten­si gang­guan kea­manan.

Tulisan yang terse­bar melalui akun media sosial viralbanten.id menye­butkan, aksi ini bukan kali per­ta­ma dilakukan war­ga Pan­deglang. Sebelum­nya, mas­sa telah beber­a­pa kali melakukan demon­strasi den­gan isu seru­pa. Namun, menu­rut war­ga, hing­ga kini Bupati Pan­deglang tidak per­nah men­e­mui pen­de­mo secara lang­sung. Hal ini­lah yang kemu­di­an memicu keke­ce­waan men­dalam hing­ga akhirnya war­ga memil­ih melakukan aksi menumpahkan sam­pah seba­gai ben­tuk sim­bolisasi.

“War­ga Pan­deglang kem­bali mengge­lar aksi demo. Aksi ini bukan yang per­ta­ma, namun sudah beber­a­pa kali di demo dan bupati Pan­deglang tidak per­nah kun­jung kelu­ar men­e­mui pen­de­mo. Sam­pai war­ga kesal dan menumpahkan sam­pah di kan­tor bupati,” demikian narasi yang ter­tulis dalam ung­ga­han viralbanten.id.

  Kebakaran Subuh di Kota Lama, Warung Bancaan Hangus, Penyebab Masih Diselidiki

Lebih lan­jut dise­butkan bah­wa war­ga Pan­deglang menun­tut pem­bat­a­lan ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah den­gan Pemer­in­tah Kota Tangerang Sela­tan. War­ga berpen­da­p­at ker­ja sama terse­but hanya akan merugikan lingkun­gan dan masyarakat setem­pat.

War­ga Pan­deglang tetap ingin ker­ja sama sam­pah den­gan Tangsel itu dibatalk­an,” tulis ung­ga­han terse­but.

Ker­ja sama antara Kabu­pat­en Pan­deglang dan Kota Tangerang Sela­tan terkait pen­gelo­laan sam­pah sem­pat men­u­ai sorotan pub­lik sejak beber­a­pa bulan ter­akhir. Per­jan­jian terse­but dise­but-sebut akan men­jadikan Pan­deglang seba­gai salah satu lokasi pem­buan­gan sam­pah dari Tangsel.

Sejum­lah kalan­gan masyarakat men­gang­gap hal ini tidak adil, mengin­gat Kabu­pat­en Pan­deglang sendiri masih memi­li­ki per­soalan serius terkait penan­ganan sam­pah lokal. War­ga khawatir beban lingkun­gan akan semakin berat jika dita­m­bah kir­i­man sam­pah dari daer­ah lain.

Keke­ce­waan ini semakin memu­ncak lan­taran aspi­rasi yang sebelum­nya dis­am­paikan war­ga melalui jalur demon­strasi damai dini­lai tidak ditang­gapi secara lang­sung oleh pihak pemer­in­tah daer­ah. Akhirnya, war­ga men­em­puh cara lain den­gan aksi yang lebih keras, yakni menumpahkan sam­pah di kan­tor bupati seba­gai sim­bol peno­lakan.

Dalam reka­man video yang beredar, ter­li­hat puluhan karung berisi sam­pah rumah tang­ga ditu­runk­an dari sebuah truk. Sam­pah terse­but kemu­di­an dib­iarkan berser­akan di hala­man depan kan­tor bupati. Sejum­lah war­ga tam­pak bert­e­ri­ak menyuarakan peno­lakan ker­ja sama.

Semen­tara itu, aparat kepolisian tam­pak mem­ben­tuk barisan men­ja­ga pin­tu masuk kan­tor pemer­in­ta­han. Mes­ki situ­asi cukup tegang, aksi ini ber­jalan tan­pa ker­icuhan berar­ti. Namun, peman­dan­gan tumpukan sam­pah di hala­man kan­tor bupati men­ja­di sorotan masyarakat luas.

  Pungli Bongkar Muat di Medan Viral, Warga Soroti Dugaan Oknum Minta Uang Toko

Tulisan pada video yang diung­gah menye­butkan: “War­ga Tumpahkan Sam­pah di Depan Kan­tor Bupati, Dewi Sem­bun­yi”. Kali­mat ini meny­ing­gung keke­ce­waan war­ga yang meni­lai bupati tidak kun­jung hadir atau men­e­mui mas­sa aksi.

Beber­a­pa war­ga yang ikut dalam aksi men­gaku kece­wa kare­na pemer­in­tah daer­ah seo­lah menut­up mata ter­hadap kere­sa­han masyarakat. Mere­ka meni­lai, seharus­nya bupati hadir lang­sung untuk mem­berikan pen­je­lasan dan menden­garkan aspi­rasi.

“Sudah beber­a­pa kali kami turun, tapi bupati tidak per­nah men­e­mui. Kami hanya ingin ker­ja sama sam­pah den­gan Tangsel dibatalk­an. Kalau memang peduli raky­at, seharus­nya pemimpin berani berdia­log,” ujar salah satu war­ga dalam orasi.

Aktivis lingkun­gan di Pan­deglang juga meni­lai ker­ja sama terse­but rawan menim­bulkan masalah baru. Menu­rut mere­ka, Kabu­pat­en Pan­deglang masih memi­li­ki keter­batasan infra­struk­tur pen­gelo­laan sam­pah sehing­ga akan sulit jika harus menam­pung sam­pah dari luar daer­ah.

“Kalau terus dipak­sakan, yang jadi kor­ban adalah masyarakat. Pan­deglang sendiri belum mam­pu men­gelo­la sam­pah den­gan baik. Bayangkan kalau ada tam­ba­han kir­i­man dari Tangsel,” kata seo­rang aktivis lingkun­gan.

Mes­ki aksi demo sudah dilakukan beber­a­pa kali, war­ga mene­gaskan bah­wa mere­ka akan terus menyuarakan peno­lakan hing­ga tun­tu­tan dipenuhi. Mere­ka berharap pemer­in­tah segera men­cabut per­jan­jian ker­ja sama terse­but dan lebih fokus pada penye­le­sa­ian per­soalan sam­pah lokal.

  Sungai Tersumbat Ribuan Kayu, Warga Pidie Jaya Minta Pemerintah Turun Tangan

“Pan­deglang ini daer­ah pari­wisa­ta, ada banyak poten­si alam yang harus dija­ga. Kalau malah dijadikan tem­pat buang sam­pah daer­ah lain, sama saja menced­erai masa depan kami,” kata seo­rang tokoh masyarakat.

Aksi war­ga Pan­deglang ini men­u­ai beragam reak­si di media sosial. Seba­gian besar war­ganet mem­berikan dukun­gan, meni­lai langkah war­ga seba­gai ben­tuk keberan­ian mem­per­juangkan hak lingkun­gan yang sehat. Namun, ada pula yang mengkri­tisi cara penyam­pa­ian aspi­rasi den­gan menumpahkan sam­pah di kan­tor pemer­in­ta­han kare­na diang­gap merusak keber­si­han dan cit­ra kota.

War­ga Pan­deglang mene­gaskan mere­ka tidak anti ker­ja sama antar­daer­ah, tetapi meno­lak jika ben­tuk ker­ja samanya jus­tru mem­bawa beban baru bagi lingkun­gan dan kese­hatan masyarakat. Mere­ka mem­inta agar pemer­in­tah lebih transparan dan meli­batkan masyarakat dalam pengam­bi­lan kepu­tu­san strate­gis, teruta­ma yang berkai­tan den­gan isu lingkun­gan.

Sam­pai beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada keteran­gan res­mi dari Bupati Pan­deglang terkait aksi unjuk rasa yang menumpahkan sam­pah terse­but. Kan­tor bupati tam­pak dija­ga ketat aparat pas­caak­si, semen­tara petu­gas keber­si­han mulai mem­ber­sihkan tumpukan sam­pah yang dit­ing­galkan mas­sa.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya komu­nikasi antara pemer­in­tah dan masyarakat dalam seti­ap kebi­jakan pub­lik. Keti­ka aspi­rasi war­ga tidak dire­spons secara lang­sung, kete­gan­gan sosial bisa meningkat dan beru­jung pada aksi protes yang lebih ekstrem.

Kini, masyarakat Pan­deglang menung­gu apakah suara mere­ka akan diden­gar, dan apakah pemer­in­tah daer­ah berse­dia mengeval­u­asi kem­bali ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah den­gan Kota Tangerang Sela­tan.

Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *