Berita Peristiwa

Bajing Loncat Gentayangan di Jalintim: Warga Resah, Polisi Bergerak

269
×

Bajing Loncat Gentayangan di Jalintim: Warga Resah, Polisi Bergerak

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, SniperNew.id – Sebuah video berdurasi 43 detik yang beredar di media sosial menampilkan aksi nekat kawanan pelaku bajing lon­cat di Jalan Lin­tas Timur (Jal­in­tim) Palem­bang-Betung, tepat­nya di Kilo­me­ter 25, Kabu­pat­en Banyuasin. Video terse­but lang­sung men­ja­di perbin­can­gan hangat pub­lik kare­na mem­per­li­hatkan aksi berba­haya yang mere­sahkan sopir truk maupun peng­gu­na jalan lain­nya, Selasa (30/09).

Dalam reka­man, ter­li­hat dua orang pelaku meng­gu­nakan sepe­da motor tan­pa nomor polisi. Mere­ka den­gan sen­ga­ja menge­jar sebuah truk besar yang ten­gah melin­tas. Salah seo­rang pelaku kemu­di­an naik ke atas bak truk, mer­obek ter­pal penut­up muatan, dan melem­parkan sejum­lah kotak barang ke jalan. Kotak-kotak itu kemu­di­an diam­bil oleh rekan pelaku yang sudah menung­gu di belakang den­gan sepe­da motor.

Aksi berani namun mem­ba­hayakan ini bukan hanya merugikan pemi­lik barang dan sopir truk, tetapi juga mem­ba­hayakan kese­la­matan pelaku sendiri maupun peng­gu­na jalan lain.

Keja­di­an ini adalah tin­dak keja­hatan bajing lon­cat, di mana pelaku naik ke truk yang sedang mela­ju untuk mer­am­pas barang muatan. Kotak-kotak barang dilem­par ke jalan lalu dikumpulkan oleh rekan­nya yang menung­gu di belakang den­gan sepe­da motor.

Dalam video ter­li­hat dua orang pria den­gan sepe­da motor tan­pa pelat nomor. Iden­ti­tas mere­ka belum terungkap. Polisi saat ini masih melakukan penye­lidikan dan penge­jaran.

  Sungai Tersumbat Ribuan Kayu, Warga Pidie Jaya Minta Pemerintah Turun Tangan

Lokasi peri­s­ti­wa bera­da di Jal­in­tim Palem­bang-Betung, tepat­nya KM 25, wilayah Kabu­pat­en Banyuasin, Sumat­era Sela­tan. Jalur ini dike­nal seba­gai salah satu ruas sibuk yang dil­in­tasi kendaraan barang dari dan menu­ju Palem­bang.

Peri­s­ti­wa ini terekam dalam video berdurasi 43 detik dan viral di media sosial dalam dua jam ter­akhir sete­lah diung­gah. Walau wak­tu per­sis keja­di­an belum dikon­fir­masi, diperki­rakan ter­ja­di pada jam rawan siang hing­ga sore hari.

Motif uta­ma pelaku adalah men­curi barang dari truk yang sedang melin­tas. Modus bajing lon­cat sudah lama dike­nal di jalur lin­tas Sumat­era, teruta­ma di titik rawan seper­ti Banyuasin. Fak­tor ekono­mi, lemah­nya pen­gawasan, dan keberan­ian pelaku men­ja­di alasan prak­tik ini masih terus ter­ja­di.

Pelaku meng­gu­nakan motor tan­pa nomor polisi untuk menge­jar truk. Salah seo­rang naik ke atas truk, mer­obek ter­pal, dan men­jatuhkan kotak berisi barang ke jalan. Rekan­nya menga­mankan barang terse­but. Aksi berlang­sung cepat, hanya hitun­gan detik, semen­tara sopir truk tam­pak tidak menyadari.

Video yang diung­gah akun media online ini lang­sung men­u­ai ragam komen­tar dari war­ganet. Ada yang menge­cam aksi pelaku, ada yang menyindir lemah­nya aparat, bahkan ada yang mel­on­tarkan kri­tik keras ter­hadap kon­disi kea­manan di Jal­in­tim.

Beber­a­pa komen­tar yang muncul antara lain. “Kota ram­pok,” tulis akun jasmanputram.indihome menandai Banyuasin seba­gai daer­ah yang rawan keja­hatan jalanan.

Akun indra.warsito.2 berko­men­tar sinis, “Yg ada nti bagi hasil ma mrk.”

Neti­zen lain, jak_nengg, menyayangkan perekam video yang hanya merekam tan­pa beru­paya mem­beri peringatan, “Koq hanya di videoin aj, kejar truknya dan ingatkan bang supirnya.. bisa toh.”

Akun hasibuan653 mengkri­tik aparat setem­pat, “Mana polisi setem­pat.. apa cuman makan tidur aja di kan­tor.. ttruzzz pulang.”

  Tragis, Seorang Remaja Putri Alami Kekerasan Seksual oleh Ayah Tirinya

Akun sade­wodi­mas meny­oroti sisi bahaya aksi ini, “Itu klo truknya ngerem ngedadak wasal­lam yg di atas.”

kubus­batako men­yarankan alter­natif, “Lebih aman pakai mobil box.”

dedyalju­naid mel­on­tarkan komen­tar pedas, “Knp gak kau tabrak bang, ksh mam­pus sekalian biar berku­rang sam­pah akhi­rat didunia ini.”

Komen­tar-komen­tar terse­but menun­jukkan keke­ce­waan masyarakat ter­hadap maraknya aksi bajing lon­cat ser­ta lemah­nya anti­si­pasi kea­manan di jalur lin­tas.

Menang­gapi viral­nya video terse­but, pihak kepolisian setem­pat turun tan­gan. Aparat ber­jan­ji akan meningkatkan patroli, teruta­ma pada jam-jam rawan, di sep­a­n­jang Jal­in­tim Palem­bang-Betung.

“Polisi kini turun tan­gan dan ber­jan­ji akan meningkatkan patroli, teruta­ma di jam rawan,” tulis akun media terse­but.

Patroli akan difokuskan pada titik-titik rawan seper­ti KM 25 Banyuasin, yang ker­ap dijadikan lokasi aksi pelaku bajing lon­cat. Selain itu, polisi juga men­dorong masyarakat, khusus­nya sopir truk, agar tetap was­pa­da, mela­porkan keja­di­an men­curi­gakan, dan segera menghubun­gi aparat ter­dekat bila men­ja­di kor­ban.

Para sopir truk yang ker­ap melin­tasi Jal­in­tim ten­tu merasa was-was den­gan keja­di­an seper­ti ini. Selain risiko kehi­lan­gan barang, kese­la­matan mere­ka juga ter­an­cam. Jika pelaku tiba-tiba ter­jatuh, sopir bisa terke­na tuduhan atau bahkan kece­lakaan berun­tun bisa ter­ja­di.

Beber­a­pa sopir yang menang­gapi di lapan­gan men­gaku sudah ser­ing meli­hat aksi seru­pa, mes­ki tidak selalu terekam kam­era. “Kami sudah biasa den­gar ada bajing lon­cat. Tapi kalau siang bolong gini jelas bikin ngeri, soal­nya jalanan ramai,” ujar seo­rang sopir yang eng­gan dise­but namanya.

Aksi bajing lon­cat bukan­lah hal baru di jalur lin­tas Sumat­era. Prak­tik ini biasanya dilakukan oleh kawanan yang sudah berpen­gala­man, meman­faatkan kelen­ga­han sopir, min­im­nya patroli, ser­ta kon­disi jalan yang sepi atau jauh dari kera­ma­ian.

  Kisruh di Bus: Pria Mengaku Nabi Diturunkan di Terminal Bungurasih

Menu­rut catatan, modus bajing lon­cat bisa dilakukan den­gan berba­gai cara:

1. Mengiku­ti truk den­gan sepe­da motor lalu naik ke atas bak untuk mer­obek ter­pal.

2. Men­gadang truk di jalan sepi, lalu memak­sa sopir berhen­ti.

3. Meng­gu­nakan mobil kecil untuk menu­tupi pan­dan­gan sopir lain sehing­ga aksi pen­cu­ri­an tidak ter­li­hat.

Dari sisi hukum, per­bu­atan ini jelas masuk kat­e­gori pen­cu­ri­an den­gan pem­ber­atan (curat) yang anca­man huku­man­nya bisa men­ca­pai tujuh tahun pen­jara sesuai KUHP.

Masyarakat berharap kepolisian tidak hanya sebatas meningkatkan patroli, tetapi juga melakukan tin­dakan pre­ven­tif yang lebih nya­ta. Mis­al­nya:

Memasang pos penga­manan di titik rawan. Menam­bah jum­lah petu­gas patroli pada jam rawan. Meng­gu­nakan teknolo­gi kam­era pen­gawas (CCTV) di sep­a­n­jang Jal­in­tim. Mem­berikan penyu­luhan dan pelati­han kese­la­matan bagi para sopir truk.

Selain itu, pemer­in­tah daer­ah dim­inta mem­per­bai­ki penc­a­hayaan jalan, menut­up jalur tikus, ser­ta meng­gan­deng organ­isasi sopir untuk sal­ing men­ja­ga kea­manan.

Kasus bajing lon­cat di Jal­in­tim Palem­bang-Betung KM 25 Banyuasin kem­bali mem­bu­ka mata masyarakat akan rawan­nya tin­dak krim­i­nal di jalan raya. Video berdurasi 43 detik yang viral menun­jukkan beta­pa beraninya pelaku men­jalankan aksinya di siang hari bolong, meng­gu­nakan motor tan­pa nopol, dan tan­pa rasa takut akan risiko.

Polisi telah ber­jan­ji meningkatkan patroli, tetapi masyarakat masih menung­gu langkah nya­ta di lapan­gan. Reak­si war­ganet yang beragam-mulai dari marah, pri­hatin, hing­ga menyindir-men­ja­di buk­ti kere­sa­han pub­lik.

Sela­ma aparat tidak bertin­dak tegas dan kon­sis­ten, kasus bajing lon­cat akan tetap meng­han­tui sopir truk dan peng­gu­na jalan lain­nya. (abd/abhm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *