Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

UMKM Keripik Bayam Viral, Inspirasi Usaha Kecil dari Dapur Rumah

638
×

UMKM Keripik Bayam Viral, Inspirasi Usaha Kecil dari Dapur Rumah

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNews.id – Media sosial kem­bali dira­maikan den­gan ung­ga­han inspi­ratif seo­rang ibu rumah tang­ga yang ten­gah men­go­lah keripik bayam. Ung­ga­han terse­but dibagikan oleh akun Face­book Bell Fiano Bell Fiano dan lang­sung viral den­gan ribuan komen­tar ser­ta dibagikan ratu­san kali oleh war­ganet.

Aktiv­i­tas seder­hana mem­bu­at keripik bayam terny­a­ta berhasil menarik per­ha­t­ian pub­lik, sekali­gus men­ja­di inspi­rasi baru bagi pelaku usa­ha mikro kecil menen­gah (UMKM), Selasa (30/09).

Akun Face­book berna­ma Bell Fiano Bell Fiano mem­bagikan video pros­es pem­bu­atan keripik bayam. Dalam video terse­but ter­li­hat seo­rang ibu men­ge­nakan kerudung mer­ah marun dan cele­mek hitam sedang menyi­ap­kan bahan, men­go­lah ado­nan tepung, ser­ta meng­goreng bayam hing­ga men­ja­di keripik yang renyah. Tidak hanya itu, video juga mem­per­li­hatkan langkah awal beru­pa men­cu­ci bayam segar dalam jum­lah banyak sebelum dio­lah.

Ung­ga­han ini mem­per­li­hatkan detail seder­hana namun penuh mak­na: dari dapur rumah yang seder­hana, ibu terse­but mam­pu menun­jukkan cara mem­bu­at cami­lan pop­uler yang dige­mari banyak orang, yakni keripik bayam.

Aktiv­i­tas ini dilakukan di dapur rumah seder­hana yang ter­li­hat dalam tayan­gan video. Suasana khas UMKM ruma­han terasa ken­tal, mulai dari per­ala­tan dapur seadanya, wadah plas­tik besar untuk men­cam­pur ado­nan, hing­ga wajan besar yang digu­nakan untuk meng­goreng keripik. Mes­ki tam­pak seder­hana, dapur terse­but men­ja­di sak­si lahirnya pro­duk cami­lan yang kini men­ja­di inspi­rasi usa­ha.

  Pedagang Mlijo Hidupkan Ekonomi Pagi di Desa Karang Sari

Ung­ga­han terse­but dibagikan sek­i­tar satu ming­gu lalu dan lang­sung men­da­p­at respons luar biasa dari war­ganet. Hing­ga kini, postin­gan itu sudah mem­per­oleh lebih dari 10.703 tan­da suka, 674 kali dibagikan, dan ratu­san komen­tar yang seba­gian besar mem­berikan dukun­gan, tes­ti­moni, hing­ga bertanya cara mem­bu­at keripik bayam agar lebih renyah.

Selain menampilkan cara pem­bu­atan cami­lan seder­hana, ung­ga­han ini men­ja­di menarik kare­na mem­per­li­hatkan real­i­tas seo­rang ibu rumah tang­ga yang berjuang meng­hasilkan pro­duk berni­lai jual dari rumah. Seman­gat, keseder­hanaan, dan keteku­nan yang ditun­jukkan dalam video terse­but mem­bu­at banyak orang merasa terin­spi­rasi untuk ikut men­co­ba mem­bu­ka usa­ha kecil-kecilan dari dapur rumah mas­ing-mas­ing.

Banyak komen­tar war­ganet yang men­gaku ingin men­co­ba usa­ha seru­pa, berharap bisa men­gubah nasib lewat bis­nis kecil berba­sis rumah tang­ga.

Dalam tayan­gan, langkah pem­bu­atan keripik bayam ditun­jukkan den­gan detail. Per­ta­ma, bayam segar dicu­ci bersih dalam jum­lah banyak. Sete­lah itu, tepung disi­ap­kan dalam wadah besar. Bayam kemu­di­an dicelup­kan ke dalam ado­nan tepung sebelum dig­oreng dalam minyak panas. Pros­es peng­goren­gan dilakukan den­gan telat­en agar keripik bayam matang sem­pur­na dan tidak berminyak berlebi­han.

Selain pros­es visu­al, inter­ak­si di kolom komen­tar juga mem­perkaya infor­masi. Banyak war­ganet bertanya sekali­gus mem­beri saran, mis­al­nya peng­gu­naan hand mix­er agar ado­nan lebih cepat rata, atau tips agar keripik tidak cepat melem­pem.

  Viral! ini Cara-Cara Kreatif dapat Uang dari Internet di Tahun 2025

1. Peyek Alvi­ra bertanya: “Bun cara bikin peyek bayam biar ga berminyak bagaimana ya Bun?”
Dijawab oleh pemi­lik akun: “Kripik bayam emang begi­tu, tapi bisa diatur cara gorengnya.”

2. Feby Biy mem­beri saran: “Ibu, kalau men­gaduk coba pakai hand mix­er. Insya Allah lebih cepat sedik­it.”

3. Riko Raja menulis: “Men­gin­spi­rasi banget kon­tennya.. jadi pen­gen usa­ha kecil-kecilan di rumah.. niat mau merubah nasib.”

4. Lel­ly Triyana menam­bahkan: “Airnya biar notos. Aku suka bahasane mbaakk.. jan­gan hilang kan Jawa kita.”

5. Nina Lis­tiana, seo­rang pengge­mar berat, menulis: “Masya Allah suka banget sama cen­til­nya bun­da, ter­li­hat bun­da orangnya penyabar, telat­en, berkah, barokah bun­da.”

6. Sayyid Arsyad As’ari Basyaiban berba­gi pen­gala­man: “Bun­da kemaren aku bikin keripik jamur, kriuknya cuma berta­han sehari doang. Besoknya udah lem­bek. Kira-kira apa­nya yang salah ya bun­da?”

7. RiYa Riady bertanya: “Gak ada dicam­pur tepung lain kah bun­da?”

8. Gar­nis menanyakan pen­gan­taran: “Pen­gan­taran sampe ke Batu Besar Nongsa?”

9. Ra Kel mem­beri saran teknik meng­goreng: “Goreng yang ked­ua, api kom­pornya dike­cilkan atau sedang bun.”

10. Desti Ny Nafriza menulis: “Saya suka sekali keripik bayam bun­da.”

11. Sri Wiyan­ti menam­bahkan: “Sukak kali liat video ibun.. 😊”

12. Zia Clar­isa yang men­gaku pengge­mar berat menulis: “Kok saya jadi suka banget sama ibun­ya kalau buat kon­ten, seman­gat ibu, pejuang rupi­ah, salam kenal dari Rantau Pra­p­at.”

  Prof Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Selamatkan Pertanian, Sawit Hancurkan Desa

13. Desri Wan­dra bertanya soal har­ga: “Bund, kalau sek­i­lo jual bera­pa an? Ada pil­i­han bayam­nya gak itu bund?”

14. Hadi Abinya Habib berko­men­tar jena­ka: “Kriuknya kedenger­an sampe sini.. 😃”

Video seder­hana ini bukan sekadar mem­per­li­hatkan pros­es memasak. Lebih dari itu, ung­ga­han Bell Fiano Bell Fiano mencer­minkan per­juan­gan UMKM di Indone­sia. Dari dapur rumah tang­ga, lahirlah pro­duk cami­lan yang dige­mari, berni­lai ekono­mi, dan berpoten­si meng­ger­akkan roda perekono­mi­an kelu­ar­ga.

Keripik bayam, yang awal­nya hanya cami­lan biasa, kini men­ja­di sim­bol kreativ­i­tas dan keteku­nan. Seman­gat ibu rumah tang­ga terse­but dalam berkarya dan mem­bagikan ilmun­ya di media sosial men­ja­di inspi­rasi nya­ta bagi banyak orang yang ingin mem­u­lai usa­ha kecil.

Ung­ga­han Bell Fiano Bell Fiano ten­tang pem­bu­atan keripik bayam berhasil menarik per­ha­t­ian pub­lik. Den­gan lebih dari 10.703 tan­da suka, 674 kali dibagikan, dan ratu­san komen­tar posi­tif, kon­ten ini tidak hanya mem­berikan tuto­r­i­al memasak, tetapi juga mem­bu­ka mata banyak orang akan pelu­ang usa­ha ruma­han yang men­jan­jikan.

Dari per­tanyaan soal resep, tips agar keripik tidak lem­bek, hing­ga diskusi soal har­ga dan pen­gi­r­i­man, ter­li­hat jelas bah­wa keripik bayam bukan sekadar makanan ringan, melainkan juga pelu­ang usa­ha yang bisa dikem­bangkan men­ja­di UMKM ber­daya saing.

Video ini mem­buk­tikan bah­wa seman­gat, keteku­nan, dan keberan­ian untuk berba­gi bisa mem­bawa inspi­rasi besar bagi banyak orang. Dari dapur seder­hana, lahirlah hara­pan baru untuk peruba­han hidup melalui UMKM keripik bayam. (Ahm/abd).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *