Berita Peristiwa

Ultras Selangor Ngamuk Usai Kalah dari Persib, Ternyata Cari CEO Klub Bukan Serbu Ruang Ganti

510
×

Ultras Selangor Ngamuk Usai Kalah dari Persib, Ternyata Cari CEO Klub Bukan Serbu Ruang Ganti

Sebarkan artikel ini

Malaysia, SniperNew.id — Video yang menampilkan sejumlah oknum suporter Selangor diduga mengamuk dan berusaha masuk ke ruang ganti pemain seusai timnya kalah dari Persib, viral di media sosial, Jumat (07/11).

Dalam tayangan yang dikutip dari unggahan akun Treands, tampak sekelompok suporter berpakaian hitam berusaha menerobos area stadion, namun berhasil dihalangi oleh petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk.

  GEMPA BUMI TEKTONIK MENGGUNCANG BARAT LAUT MELONGUANE, SULAWESI UTARA

Namun, berdasarkan klarifikasi dari beberapa netizen asal Malaysia di kolom komentar, aksi tersebut bukanlah upaya menyerang ruang ganti pemain Persib seperti yang banyak disangka.

Mereka menyebut bahwa kelompok suporter itu sebenarnya bermaksud mencari CEO Selangor FC untuk menyampaikan kekecewaan atas hasil pertandingan dan kondisi tim. Sejumlah pengguna media sosial juga menegaskan agar publik tidak menyebarkan informasi yang belum jelas dan menghindari hoaks.

  Pohon Tumbang di Lebak Barang Pekalongan Timpa Dua Rumah 

Di sisi lain, sebagian suporter Selangor diketahui juga sempat berbicara langsung dengan Faisal Halim, pemain andalan klub tersebut yang tidak turun bermain karena cedera. Mereka mengungkapkan rasa frustrasi sekaligus harapan agar manajemen segera melakukan evaluasi.

Aksi panas para suporter ini memancing beragam reaksi dari netizen Indonesia dan Malaysia. Ada yang menilai tindakan itu sebagai bentuk cinta terhadap klub, namun tak sedikit pula yang menilai cara penyampaian amarah tersebut berlebihan dan bisa mencoreng nama baik suporter.

  Markas Ormas Kena ‘Semprot’ Satpol PP, Warganet: Bersih-Bersih Sekalian, Pak!

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi dunia sepak bola regional bahwa semangat mendukung tim kesayangan seharusnya tetap menjunjung sportivitas, bukan dengan tindakan anarkis yang berpotensi menimbulkan salah paham antarpendukung lintas negara.

Penulis Iskandar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *