LAMPUNG, SniperNew.id — mengutip unggahan terbaru dari akun media sosial Threads milik @bobbynst pada Minggu, 01 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan kegiatan peninjauan sekaligus dialog langsung dengan masyarakat yang saat ini menempati Hunian Sementara (Huntara) Batu Hula, Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam keterangannya, Bobby menuliskan bahwa dirinya turun langsung untuk melihat kondisi warga serta mendengarkan aspirasi yang berkembang di lapangan. Ia menyebut, kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan komitmen terhadap masyarakat yang terdampak dan saat ini masih tinggal di hunian sementara.
“Saya meninjau dan berdialog langsung dengan masyarakat kami yang menempati Huntara Batu Hula di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masyarakat yang saat ini menempati Huntara Batu Hula direncanakan akan segera dipindahkan ke Huntara di Desa Napa. Menurutnya, pembangunan hunian di lokasi baru tersebut sebentar lagi akan selesai.
“Masyarakat yang menempati Huntara ini, insyaallah akan segera pindah ke Huntara di Desa Napa yang sebentar lagi akan selesai pembangunannya. Kami juga akan menindaklanjuti masukan dan aspirasi yang disampaikan,” lanjut keterangan dalam unggahan itu.
Unggahan tersebut turut disertai sejumlah foto kegiatan.
Dalam dokumentasi yang dibagikan, terlihat Bobby Nasution mengenakan kemeja lengan panjang berwarna terang, berdialog dengan warga di area hunian sementara.
Ia tampak berbincang dengan sejumlah ibu dan anak-anak, serta didampingi beberapa pihak yang diduga merupakan unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Foto lainnya memperlihatkan deretan tenda atau bangunan Huntara yang tersusun rapi. Terlihat pula suasana kunjungan di lorong-lorong hunian sementara, di mana sejumlah warga menyambut kedatangan rombongan.
Dalam unggahannya, Bobby juga menyematkan tanda pagar #KolaborasiSumutBerkah dan #SalamKolaborasi, yang mengisyaratkan pesan kerja sama dan sinergi antar berbagai pihak dalam upaya penanganan dan pembangunan hunian bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan tersebut, relokasi warga ke Huntara di Desa Napa menjadi salah satu fokus utama. Meski tidak dijelaskan secara rinci terkait jumlah kepala keluarga yang akan dipindahkan maupun target waktu pasti relokasi, pernyataan “sebentar lagi akan selesai pembangunannya” mengindikasikan bahwa proses pembangunan telah memasuki tahap akhir.
Kunjungan lapangan seperti ini dinilai penting untuk memastikan kondisi riil masyarakat sekaligus menjadi sarana menyerap aspirasi secara langsung.
Dalam konteks penanganan hunian sementara, dialog antara pemerintah dan warga menjadi bagian penting guna memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
SniperNew mencatat, dalam unggahan tersebut tidak disampaikan secara detail latar belakang keberadaan Huntara Batu Hula maupun kronologi awal warga menempati hunian sementara tersebut.
Namun, fokus utama yang disampaikan adalah komitmen percepatan pemindahan ke lokasi baru dan tindak lanjut atas berbagai masukan masyarakat.
Peninjauan langsung oleh pejabat publik ke lokasi hunian sementara juga kerap menjadi bentuk pengawasan terhadap progres pembangunan infrastruktur pendukung. Selain kesiapan bangunan fisik, aspek kenyamanan, sanitasi, akses air bersih, serta fasilitas umum biasanya menjadi perhatian dalam relokasi warga dari satu Huntara ke Huntara lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan tambahan terkait jadwal resmi pemindahan maupun rincian teknis lainnya. Namun, melalui pernyataan di media sosial tersebut, dapat dipahami bahwa proses relokasi tengah dipersiapkan dan diharapkan segera terealisasi.
SniperNew akan terus memantau perkembangan terkait rencana pemindahan warga Huntara Batu Hula ke Huntara Desa Napa, termasuk memastikan tindak lanjut atas aspirasi yang telah disampaikan masyarakat sebagaimana disebutkan dalam unggahan tersebut.
Kehadiran langsung pejabat daerah di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat komunikasi dua arah serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan. Dengan pembangunan yang disebut hampir rampung, masyarakat kini menanti realisasi pemindahan yang dijanjikan dapat segera terlaksana dalam waktu dekat.



















