Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Nasional

Simak! Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang Jatuh Hari Ini

547
×

Simak! Sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang Jatuh Hari Ini

Sebarkan artikel ini

Pur­wakar­ta, SniperNews.id — Bangsa Indone­sia mem­peringati Hari Kebangk­i­tan Nasion­al (Hark­it­nas) seti­ap tang­gal 20 Mei, Hark­it­nas sendiri meru­pakan momen berse­jarah yang menandai kebangk­i­tan seman­gat per­sat­u­an, kesat­u­an, dan nasion­al­isme untuk mem­per­juangkan kemerdekaan.

Hark­it­nas tidak ter­lepas dari berdirinya Boe­di Oeto­mo, organ­isasi perg­er­akan per­ta­ma di Indone­sia yang dipelo­pori oleh Dr. Soe­to­mo dan para maha­siswa Seko­lah Dok­ter Jawa (STOVIA) di Jakar­ta pada tang­gal 20 Mei 1908.

Pada tang­gal 20 Mei 1908, organ­isasi mod­ern per­ta­ma yang diga­gas putra Indone­sia didirikan, yakni Budi Uto­mo. Tang­gal 20 Mei terse­but diang­gap seba­gai tong­gak sejarah kebangk­i­tan pribu­mi untuk melawan kolo­nial­isme. Berangkat dari hal terse­but, pada tahun 1948, Pres­i­den Soekarno mene­tap­kan 20 Mei seba­gai Hari Kebangk­i­tan Nasion­al (Hark­it­nas).

  Bukan Horor, Ini Ciamis: Makam Keramat dengan Jejak Sejarah Panjang

Usai kemerdekaan tepat­nya pada 1948, kon­disi poli­tik Indone­sia masih karut-marut. Kabi­net par­lementer jatuh ban­gun tan­pa bisa menye­le­saikan masa jabatan­nya hing­ga tun­tas. Banyak tokoh nasion­al yang bermusuhan satu sama lain. Selain itu, Belan­da pun masih ker­ap melan­car­kan aktiv­i­tas militer lan­taran belum men­gakui kemerdekaan Indone­sia.

Dalam kon­disi demikian, Ki Had­jar Dewan­tara dan Rad­ji­man Wedio­din­ingrat men­gusulkan tang­gal 20 Mei dite­tap­kan seba­gai Hari Kebangk­i­tan Nasion­al. Hal terse­but dis­e­tu­jui oleh Pres­i­den RI Soekarno.

Sejarah Hari Kebangk­i­tan Nasion­al yang dite­tap­kan pada 20 Mei 1959 terse­but kini dite­tap­kan seba­gai hari nasion­al bukan hari libur. Pene­ta­pan ini berdasarkan kepu­tu­san Pres­i­den nomor 316 tahun 1959 berdasarkan Surat Kepu­tu­san Bersama (SKB) 3 Menteri terkait libur nasion­al dan cuti bersama 2024, pada peringatan Hari Kebangk­i­tan Nasion­al 20 Mei 2024 tidak dite­tap­kan seba­gai hari libur.

  Primaya Hospital Tangerang Resmikan Poliklinik Eksekutif Berstandar Internasional

Kebangk­i­tan Nasion­al bukan sekadar peri­s­ti­wa tung­gal, melainkan sebuah pros­es pan­jang yang diawali den­gan berba­gai fak­tor, ter­ma­suk muncul­nya kesadaran akan pent­ingnya per­sat­u­an dan kemerdekaan.

Lahirnya Boe­di Oeto­mo men­ja­di tong­gak pent­ing dalam per­jalanan bangsa Indone­sia. Di ten­gah pen­ja­ja­han Belan­da sela­ma berabad-abad, Boe­di Oeto­mo bagaikan obor yang men­eran­gi jalan menu­ju kemerdekaan.

Organ­isasi ini didirikan den­gan tujuan mulia, yaitu mema­jukan pen­didikan dan der­a­jat bangsa Indone­sia. Boe­di Oeto­mo men­ja­di wadah bagi para pemu­da ter­pela­jar untuk meny­atukan suara dan mem­per­juangkan hak-hak mere­ka.
Seman­gat dan ide-ide segar mere­ka men­ja­di inspi­rasi bagi berdirinya organ­isasi-organ­isasi perg­er­akan lain­nya di selu­ruh pelosok tanah air. Boe­di Oeto­mo bukan sekadar organ­isasi biasa. Kelahi­ran­nya men­ja­di titik balik dalam sejarah bangsa Indone­sia.

Organ­isasi ini memicu seman­gat kebangsaan dan per­sat­u­an, men­dorong raky­at untuk bangk­it melawan pen­ja­ja­han. Boe­di Oeto­mo men­ja­di con­toh nya­ta bah­wa bangsa Indone­sia mam­pu bersatu dan berjuang untuk men­ca­pai cita-cita bersama.

  Janji Tak Kunjung Cair, Nasabah Tersulut Emosi!

Keber­hasi­lan Boe­di Oeto­mo dalam meny­atukan pemu­da ter­pela­jar men­ja­di mod­el bagi organ­isasi-organ­isasi perg­er­akan lain­nya. Lahirnya Sarekat Islam, Indis­che Par­tij, dan berba­gai organ­isasi lain menun­jukkan bah­wa seman­gat kebangk­i­tan nasion­al telah menye­bar luas di selu­ruh Indone­sia

Fak­tor Pen­dorong Kebangk­i­tan Nasion­al

Fak­tor Inter­nal

1. Pen­der­i­taan yang berkepan­jan­gan aki­bat pen­ja­ja­han.
2. Kenan­gan kejayaan masa lalu, seper­ti pada masa Ker­a­jaan Sri­wi­jaya atau Majapahit.
3. Muncul­nya kaum intelek­tu­al yang men­ja­di pemimpin ger­akan.

Fak­tor Ekster­nal

1. Tim­bul­nya paham-paham baru di Eropa dan Ameri­ka seper­ti nasion­al­isme, lib­er­al­isme, dan sosial­isme.
2. Muncul­nya ger­akan kebangk­i­tan nasion­al di Asia seper­ti Tur­ki Muda, Kon­gres Nasion­al India, dan Gand­hisme.
3. Keme­nan­gan Jepang atas Rusia pada perang Jepang-Rusia yang menyadark­an negara-negara di Asia untuk melawan negara barat.

Refren­si:
Web­site FH-UNHAS
Web­site FH-UMSU

(Tris­na M.A.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *