Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Sidang Kyai Amar di PN Binjai Ricuh, Santri Dikeroyok & Polisi Selidiki Pelakunya

189
×

Sidang Kyai Amar di PN Binjai Ricuh, Santri Dikeroyok & Polisi Selidiki Pelakunya

Sebarkan artikel ini

Bin­jai //snipernew.id

Suasana tegang mewar­nai Pen­gadi­lan Negeri (PN) Bin­jai pada Rabu sore (26/3), usai sidang yang meli­batkan pimp­inan Pon­dok Pesantren Kulo Saketi, Kyai Muham­mad Amar.

Insi­d­en kek­erasan pec­ah di depan gedung pen­gadi­lan, keti­ka seo­rang santri berna­ma Muham­mad Rafli (16), war­ga Dusun VI, Sung­gal, Delis­er­dang, dikeroyok oleh sekelom­pok orang yang dibawa oleh Tex­t­ian Topan pada saat sete­lah sidang dilak­sanakan.

Seran­gan Bru­tal di hala­man Depan Pen­gadi­lan hing­ga ke luar jalan, Menu­rut war­ga yang meru­pakan sak­si mata insi­d­en ter­ja­di sek­i­tar pukul 15.00 WIB, tak lama sete­lah Rafli meng­hadiri sidang Kyai Amar selaku santri dari Pon­dok Pesantren (Pon­pes) Kolo Saketi Bin­jai.

  Malam Pawai Ta'aruf MTQ Ke IX Tingkat Desa Meskom Kecamatan Bengkalis

Dan den­gan tiba-tiba, sekelom­pok orang terse­but menge­jar dan meny­erangnya den­gan san­gat aro­gan dan bru­tal, saat terekam oleh video amatir yang diper­oleh awak media yang bertu­gas.

“Mere­ka menge­jar anak saya, lalu memukulinya den­gan gagang sapu hing­ga men­gala­mi luka memar di pelip­is mata sebe­lah kanan,” ujar Suhar­sono, menggam­barkan keja­di­an men­gerikan yang menim­pa anaknya.

Kek­erasan terse­but sem­pat terekam dalam beber­a­pa video amatir yang beredar luas di media sosial. Dalam reka­man, para pelaku ter­den­gar mene­r­i­akkan kali­mat pro­vokatif, ter­ma­suk “Ustadz cab­ul kau bela!”, sebelum meny­erang kor­ban dari perkataan Tex­t­ian Topan sendiri didampin­gi rekan-rekan­nya.

Polisi Ger­ak Cepat, Kasus Masih Dis­e­lidi­ki dan Insi­d­en ini lang­sung men­da­p­at per­ha­t­ian aparat kepolisian. Berdasarkan lapo­ran polisi nomor LP/B/169/III/2025/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumut, kasus ini ten­gah dalam pros­es penye­lidikan inten­sif.

  Turnamen Bola Volly Antar Dusun, HUT RI Ke-79 Desa Aek Korsik

Hing­ga saat ini, Kasat Reskrim Pol­res Bin­jai IPTU Heriyan­to, S. St. K., SIK, belum mem­berikan perny­ataan res­mi terkait iden­ti­tas para pelaku maupun langkah hukum yang akan diam­bil.

Namun saat dikon­fir­masi Kapol­res Bin­jai AKBP Bam­bang C. Uto­mo, S.H., S.I.K., M.Si., melalui pesan singkat What­sApp men­gatakan, “Ok TRIms impo nya, Tlg kalo ada impo2”, katanya.

Awak media yang bertu­gas pun lang­sung berge­gas men­gaw­al per­masala­han ini, mengin­gat kor­ban masih di bawah umur, dan para pelaku dap­at dijer­at den­gan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 ten­tang Per­lin­dun­gan Anak, ser­ta pasal pidana terkait pengeroyokan dan pen­ga­ni­ayaan.

“Kami sedang mengumpulkan buk­ti dan mem­inta keteran­gan sak­si”, ucap salah seo­rang pen­ja­ga piket SPKT yang tidak mau dise­butkan namanya.

Situ­asi Terk­endali, Polisi Per­ke­tat Kea­manan

Kete­gan­gan sem­pat meningkat di depan PN Bin­jai aki­bat insi­d­en ini. Namun, aparat kea­manan dan war­ga berg­er­ak cepat untuk mence­gah ben­trokan lebih lan­jut. Saat ini, polisi telah mem­per­ke­tat penga­manan di area pen­gadi­lan guna men­gan­tisi­pasi kemu­ngk­i­nan kon­flik susu­lan.

  Pjs Bupati Labuhanbatu Pimpin Upacara Peringati Hari Pahlawan 10 Nopember 2024

Polisi menghim­bau semua pihak untuk tetap ten­ang dan tidak ter­pro­vokasi. “Kami mem­inta masyarakat meng­hor­mati pros­es hukum. Jika ada perbe­daan pen­da­p­at, sele­saikan den­gan cara yang benar, bukan den­gan kek­erasan,” tegas­nya lagi.

Kasus Kyai Amar Jadi Sorotan, Semen­tara itu kasus yang men­jer­at Kyai Amar masih men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik. Pimp­inan Pon­dok Pesantren Kulo Saketi itu sebelum­nya telah dite­tap­kan seba­gai ter­dak­wa atas dugaan penipuan dan pengge­la­pan. Namun, per­si­dan­gan masih berlang­sung, dan belum ada putu­san final dari pihak pen­gadi­lan negeri Bin­jai.

Den­gan situ­asi yang terus berkem­bang, pub­lik berharap agar pros­es hukum dap­at ber­jalan transparan dan adil. Semua pihak dihim­bau untuk mena­han diri dan tidak mengam­bil tin­dakan yang melang­gar hukum den­gan aro­gan­si masing-masing.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *