Berita Opini

Sepak Bola dan Pelajaran Kepemimpinan: Pesan Kebersamaan dari Lapangan Hijau

400
×

Sepak Bola dan Pelajaran Kepemimpinan: Pesan Kebersamaan dari Lapangan Hijau

Sebarkan artikel ini

Sulawe­si Ten­gah, SniperNew.id – Media sosial belakan­gan ini ramai den­gan sebuah ung­ga­han yang menyuarakan reflek­si men­dalam men­ge­nai kepemimp­inan dan keber­samaan. Ung­ga­han terse­but datang dari sebuah akun Threads berna­ma @anwarhafid14, yang mem­per­li­hatkan momen olahra­ga sep­ak bola di lapan­gan mini. Dalam ung­ga­han­nya, ia menulis pesan yang men­gaitkan per­mainan sep­ak bola den­gan nilai-nilai men­gu­rus masyarakat, yang kemu­di­an men­u­ai respons posi­tif dari pub­lik, Selasa (26/08).

Ung­ga­han terse­but diung­gah sek­i­tar 14 jam lalu dan telah men­da­p­atkan banyak per­ha­t­ian war­ganet. Dalam narasinya, akun ini menulis:

Di lapan­gan kita bela­jar, terny­a­ta main bola itu mirip kayak men­gu­rus raky­at: butuh ker­jasama, oper-oper­an yang pas, sal­ing back­up, dan jan­gan ego­is mau gol sendiri.

Perny­ataan ini mem­berikan gam­baran bah­wa menu­rut­nya, kepemimp­inan tidak hanya soal mengam­bil kepu­tu­san, tetapi juga bagaimana mem­ban­gun ker­ja sama den­gan semua pihak. Seba­gaimana dalam per­mainan sep­ak bola, seti­ap pemain memi­li­ki per­an mas­ing-mas­ing yang harus terko­or­di­nasi agar bisa menc­etak gol. Begi­tu pula dalam kon­teks kepemimp­inan dan pelayanan kepa­da masyarakat, kolab­o­rasi antar pihak men­ja­di kun­ci keber­hasi­lan.

Ung­ga­han terse­but dilan­jutkan den­gan kesan posi­tifnya bermain bola bersama rekan-rekan:

Alham­dulil­lah suasananya seru main bola bersama teman-teman di PKS dan rekan jur­nalis. Penuh tawa, tapi tetap kom­pak. Kalau di bola kita kom­pak nge­jar gol, maka di luar kita kom­pak menge­jar kema­juan untuk masyarakat Sulawe­si Ten­gah.”

Dalam perny­ataan terse­but, ia menekankan pent­ingnya kekom­pakan tidak hanya di lapan­gan, tetapi juga di kehidu­pan nya­ta, teruta­ma untuk men­dorong kema­juan daer­ah Sulawe­si Ten­gah. Nilai-nilai keber­samaan ini men­ja­di inti pesan yang dis­am­paikan, bah­wa ker­ja kolek­tif lebih pent­ing dari­pa­da ambisi prib­a­di.

  APDESI Mengapresiasi Perhatian Pemerintah terhadap Kebijakan dan Program Desa

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai beber­a­pa tagar, di antaranya:
#Sul­teng #sulawe­siten­gah #anwarhafid #sul­teng­nam­ba­so

Selain kuti­pan narasi, ung­ga­han terse­but juga menampilkan dua foto. Pada foto per­ta­ma, ter­li­hat suasana per­tandin­gan sep­ak bola di lapan­gan mini, den­gan para pemain men­ge­nakan ser­agam berwar­na mer­ah marun dan mer­ah. Per­tandin­gan tam­pak berlang­sung di lapan­gan berumput sin­tetis den­gan gawang mini. Di sisi belakang, ter­li­hat pagar kawat den­gan ben­dera berba­gai negara menghi­asi area sek­i­tar lapan­gan. Suasana tam­pak san­tai dan penuh keakra­ban.

Foto ked­ua mem­per­li­hatkan salah satu pemain berba­ju kun­ing ter­bar­ing di dekat gawang, semen­tara pemain lain den­gan ser­agam mer­ah mem­ban­tu menarik tan­gan­nya. Momen ini menun­jukkan sol­i­dar­i­tas di antara para pemain, meskipun per­tandin­gan hanya bersi­fat rekreasi. Inter­ak­si ini mem­perku­at pesan dalam ung­ga­han terse­but bah­wa keber­samaan, sal­ing mem­ban­tu, dan kekom­pakan adalah hal pent­ing, baik di lapan­gan maupun di luar lapan­gan.

Pesan yang dis­am­paikan dalam ung­ga­han terse­but men­u­ai berba­gai tang­ga­pan posi­tif. Banyak war­ganet meni­lai pesan ini rel­e­van dan inspi­ratif. Dalam kon­teks kepemimp­inan, men­gaitkan sep­ak bola den­gan tata kelo­la pemer­in­ta­han men­ja­di analo­gi yang mudah dipa­ha­mi masyarakat luas.

Sep­ak bola meru­pakan olahra­ga yang dige­mari berba­gai kalan­gan. Keti­ka seo­rang tokoh pub­lik mem­ba­has nilai kepemimp­inan den­gan con­toh seder­hana seper­ti olahra­ga, pesan terse­but dap­at lebih mudah diter­i­ma dan mem­bu­mi. Pub­lik cen­derung menyukai pemimpin yang dekat den­gan masyarakat, mema­ha­mi aktiv­i­tas mere­ka, dan mam­pu mem­berikan pesan moral den­gan cara yang tidak meng­gu­rui.

  Kafe Kucing: Tempat Unik untuk Relaksasi, Edukasi, dan Adopsi Kucing

Selain itu, keter­li­batan rekan-rekan jur­nalis dan anggota par­tai poli­tik lain dalam per­tandin­gan terse­but menun­jukkan adanya seman­gat keber­samaan lin­tas pro­fe­si dan afil­iasi. Hal ini mem­beri kesan posi­tif bah­wa olahra­ga bisa men­ja­di sarana mem­ban­gun komu­nikasi, mem­per­erat hubun­gan, ser­ta men­cip­takan keber­samaan di luar ranah for­mal.

Bagi masyarakat Sulawe­si Ten­gah, pesan ini juga dap­at dimak­nai seba­gai ajakan untuk bersatu men­dorong pem­ban­gu­nan daer­ah. Tidak jarang, perbe­daan pan­dan­gan poli­tik atau kepentin­gan prib­a­di men­ja­di peng­ham­bat kema­juan suatu daer­ah. Den­gan menekankan nilai kekom­pakan dan keber­samaan, ung­ga­han terse­but secara implisit men­ga­jak semua pihak untuk bersama-sama mema­jukan daer­ah, tan­pa ter­je­bak pada ego sek­toral.

Dari per­spek­tif eti­ka komu­nikasi pub­lik, ung­ga­han ini patut diapre­si­asi kare­na menyam­paikan pesan yang mem­ban­gun, bukan pro­vokatif atau meny­ing­gung pihak man­a­pun. Hal ini sesuai den­gan kaidah komu­nikasi pub­lik yang sehat: mem­berikan inspi­rasi, men­ga­jak reflek­si, dan mem­o­ti­vasi masyarakat.

Ung­ga­han ini juga men­con­tohkan bagaimana seo­rang fig­ur pub­lik dap­at meman­faatkan media sosial untuk menyam­paikan pesan moral dan nilai kepemimp­inan. Alih-alih hanya meng­gu­nakan media sosial untuk keper­lu­an poli­tik prak­tis atau penci­traan sema­ta, ung­ga­han terse­but menun­jukkan pen­dekatan yang lebih huma­n­is. Den­gan cara ini, inter­ak­si antara pemimpin dan masyarakat dap­at ter­jalin lebih akrab dan rel­e­van.

Secara lebih luas, pesan ini juga mengin­gatkan bah­wa keber­hasi­lan suatu tim – baik tim sep­ak bola maupun tim kepemimp­inan – tidak bisa hanya men­gan­dalkan satu orang. Dibu­tuhkan sin­er­gi, komu­nikasi yang baik, dan sikap sal­ing men­dukung. Tan­pa hal terse­but, tujuan bersama akan sulit ter­ca­pai.

  Air Hujan Malang Tercemar Mikroplastik, Warga Diminta Waspada

Menghubungkan sep­ak bola den­gan kehidu­pan sosial bukan­lah hal baru, namun tetap rel­e­van hing­ga saat ini. Dalam sep­ak bola, seti­ap pemain harus mema­ha­mi per­an­nya, bek­er­ja sama, dan menekan ego prib­a­di demi keber­hasi­lan tim. Sama hal­nya dalam masyarakat, seti­ap indi­vidu memi­li­ki per­an pent­ing. Keti­ka semua pihak bek­er­ja sama, hasil yang dica­pai akan lebih besar dan berman­faat bagi semua.

Ung­ga­han terse­but men­ga­jak pub­lik untuk meman­dang kehidu­pan berbangsa dan berne­gara seper­ti sebuah tim sep­ak bola. Tidak ada gol yang bisa ter­cip­ta tan­pa ker­ja sama yang baik. Begi­tu pula kema­juan daer­ah atau negara tidak bisa dica­pai tan­pa sin­er­gi antara pemimpin dan masyarakat­nya.

Ung­ga­han @anwarhafid14 yang men­gaitkan per­mainan sep­ak bola den­gan nilai kepemimp­inan mem­berikan pesan yang inspi­ratif dan rel­e­van. Den­gan cara seder­hana dan bahasa yang mudah dipa­ha­mi, ung­ga­han ini mengin­gatkan bah­wa men­gu­rus raky­at mem­bu­tuhkan ker­ja sama, komu­nikasi, dan sikap sal­ing men­dukung, sama seper­ti dalam per­mainan sep­ak bola.

Pesan ini juga men­ja­di pengin­gat pent­ing bah­wa kema­juan masyarakat tidak dap­at diraih hanya den­gan men­gan­dalkan satu pihak saja. Semua ele­men, baik pemimpin, masyarakat, maupun media, per­lu berko­lab­o­rasi demi tujuan bersama.

Den­gan adanya momen keber­samaan seper­ti ini, dihara­p­kan seman­gat gotong roy­ong dan kekom­pakan semakin men­gakar di masyarakat Sulawe­si Ten­gah, dan dap­at men­ja­di inspi­rasi bagi daer­ah lain di Indone­sia.

(Edi­tor Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *