Berita Daerah

Bupati Kuantan Singingi Langsung Bersihkan Sampah di Tepian Narosa

369
×

Bupati Kuantan Singingi Langsung Bersihkan Sampah di Tepian Narosa

Sebarkan artikel ini

Kuan­tan Singin­gi, SniperNew.id – Sebuah video yang diung­gah oleh akun media sosial infokuans­ing mem­per­li­hatkan aksi nya­ta Bupati Kuan­tan Singin­gi yang lang­sung turun tan­gan mem­ber­sihkan sam­pah di kawasan Tepi­an Narosa, Selasa (26/08).

Kegiatan terse­but berlang­sung pada pagi hari dan didampin­gi oleh Kepala Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Kasat­pol PP) Kuans­ing.

Aksi ini men­u­ai per­ha­t­ian pub­lik dan men­u­ai banyak apre­si­asi kare­na dini­lai menun­jukkan kepedu­lian pemimpin ter­hadap keber­si­han lingkun­gan dan kenya­manan masyarakat.

Dalam video yang beredar, ter­li­hat Bupati Kuan­tan Singin­gi men­ge­nakan paka­ian san­tai bersama Kasat­pol PP Kuans­ing ser­ta beber­a­pa petu­gas lain­nya.

Mere­ka mengumpulkan sam­pah-sam­pah yang berser­akan di area tepi­an sun­gai, mema­sukkan­nya ke dalam kan­tong plas­tik besar, dan mem­ber­sihkan sisa-sisa kotoran yang dit­ing­galkan oleh pen­gun­jung. Kawasan Tepi­an Narosa sendiri dike­tahui seba­gai salah satu lokasi yang ker­ap dipa­dati masyarakat, teruta­ma saat pelak­sanaan event wisa­ta dan kegiatan masyarakat lain­nya.

Akun infokuans­ing menuliskan keteran­gan pada ung­ga­han terse­but: “Pagi ini untuk mem­ber­sihkan Tepi­an Narosa lang­sung turun tan­gan Bapak Bupati Kuan­tan Singin­gi dan didampin­gi Bapak Kasat­pol PP Kuans­ing.” Keteran­gan ini mem­perte­gas bah­wa kegiatan terse­but meru­pakan inisi­atif lang­sung dari pemer­in­tah daer­ah yang ingin memas­tikan kawasan wisa­ta di Kuans­ing tetap bersih dan nya­man bagi masyarakat maupun wisa­tawan.

  IPI Lampung Dukung Penuh Permendes 3/2024, Dorong Literasi hingga Ke Desa

Langkah yang diam­bil oleh Bupati dan jajaran Sat­pol PP ini mencer­minkan kepedu­lian ter­hadap lingkun­gan sekali­gus mem­beri con­toh nya­ta kepa­da masyarakat akan pent­ingnya men­ja­ga keber­si­han.

Den­gan turun lang­sung ke lapan­gan, pemimpin daer­ah menun­jukkan bah­wa tang­gung jawab keber­si­han bukan hanya dibebankan kepa­da petu­gas, melainkan meru­pakan tang­gung jawab bersama.

Tepi­an Narosa meru­pakan salah satu ikon wisa­ta di Kabu­pat­en Kuan­tan Singin­gi. Kawasan ini ter­letak di ping­gir sun­gai dan ser­ing men­ja­di tem­pat berkumpul­nya war­ga, baik untuk sekadar bersan­tai maupun menikmati acara kebu­dayaan.

Namun, aktiv­i­tas masyarakat yang padat ser­ingkali meny­isakan masalah klasik: sam­pah yang menumpuk. Apala­gi sete­lah event besar, kon­disi lingkun­gan bisa ter­li­hat kotor jika tidak segera ditan­gani.

Kesadaran masyarakat ter­hadap keber­si­han lingkun­gan men­ja­di tan­ta­n­gan tersendiri. Masih banyak pen­gun­jung yang mem­buang sam­pah sem­barangan sehing­ga merusak peman­dan­gan dan dap­at mence­mari eko­sis­tem sun­gai.

Oleh kare­na itu, inisi­atif pemer­in­tah daer­ah untuk mem­ber­sihkan kawasan ini sekali­gus men­ja­di momen­tum untuk menge­dukasi war­ga agar lebih peduli.

Selain mem­ber­sihkan sam­pah, aksi seper­ti ini juga dap­at mem­berikan dampak posi­tif ter­hadap sek­tor pari­wisa­ta. Keber­si­han meru­pakan salah satu fak­tor pent­ing yang memen­garuhi kenya­manan wisa­tawan.

Apa­bi­la kawasan wisa­ta bersih dan ter­awat, maka akan semakin menarik minat pen­gun­jung dan pada akhirnya mem­berikan dampak ekono­mi bagi masyarakat sek­i­tar.

  Bea Cukai Batam Digoyang Isu, LSM Kepri: Ada yang Terusik Penindakan

Langkah Bupati Kuan­tan Singin­gi yang turun lang­sung ke lapan­gan tan­pa segan-segan memegang kan­tong sam­pah meru­pakan sim­bol kepemimp­inan yang dekat den­gan raky­at.

Banyak war­ganet yang mem­berikan apre­si­asi di kolom komen­tar ung­ga­han terse­but. Mere­ka meni­lai tin­dakan terse­but patut dicon­toh oleh peja­bat daer­ah lain­nya, mengin­gat keber­si­han adalah isu pent­ing yang menyangkut kepentin­gan masyarakat luas.

Tin­dakan ini juga men­gir­im pesan kuat bah­wa keber­si­han bukan hanya tugas petu­gas keber­si­han atau Sat­pol PP, tetapi juga selu­ruh ele­men masyarakat, ter­ma­suk pemimpin daer­ah. Den­gan mem­beri teladan, dihara­p­kan masyarakat semakin sadar akan pent­ingnya men­ja­ga lingkun­gan.

Kegiatan mem­ber­sihkan sam­pah ini menun­jukkan bah­wa pemer­in­tah daer­ah tidak hanya mem­bu­at kebi­jakan, tetapi juga ter­li­bat lang­sung dalam pelak­sanaan­nya. Namun, keber­hasi­lan men­ja­ga keber­si­han lingkun­gan tidak dap­at dilakukan pemer­in­tah sendiri. Diper­lukan ker­ja sama masyarakat untuk tidak mem­buang sam­pah sem­barangan dan turut ser­ta dalam kegiatan gotong roy­ong.

Bupati Kuans­ing melalui aksinya seakan ingin menyam­paikan pesan bah­wa men­ja­ga lingkun­gan adalah tang­gung jawab bersama.

Apa­bi­la semua pihak berper­an aktif, maka masalah sam­pah bisa diatasi dan lingkun­gan akan lebih ter­ja­ga. Dalam jang­ka pan­jang, hal ini dap­at meningkatkan kual­i­tas hidup masyarakat.

Ke depan­nya, aksi ini dihara­p­kan bukan hanya men­ja­di agen­da insi­d­en­tal, melainkan sebuah ger­akan berke­lan­ju­tan. Pemer­in­tah daer­ah dap­at meng­galakkan pro­gram-pro­gram edukasi lingkun­gan di seko­lah, komu­ni­tas, dan tem­pat-tem­pat umum. Selain itu, fasil­i­tas pen­dukung seper­ti tem­pat sam­pah yang memadai dan petu­gas keber­si­han yang sia­ga juga per­lu disi­ap­kan.

  Sosialisasi Anti-Bullying Dimulai di SMAN 53 Cipinang

Kesadaran masyarakat juga bisa dit­ingkatkan melalui kam­pa­nye dan sosial­isasi. Mis­al­nya, den­gan mem­berikan sanksi bagi pem­buang sam­pah sem­barangan atau mem­berikan peng­har­gaan bagi komu­ni­tas yang aktif men­ja­ga keber­si­han lingkun­gan­nya. Den­gan begi­tu, keber­si­han tidak hanya men­ja­di slo­gan, tetapi men­ja­di budaya yang melekat.

Aksi Bupati Kuan­tan Singin­gi mem­ber­sihkan Tepi­an Narosa men­ja­di con­toh nya­ta kepedu­lian seo­rang pemimpin ter­hadap lingkun­gan. Den­gan turun lang­sung bersama jajaran Sat­pol PP, beli­au menun­jukkan bah­wa keber­si­han adalah tang­gung jawab bersama. Aksi ini men­da­p­at respons posi­tif dari masyarakat dan dihara­p­kan dap­at men­gin­spi­rasi lebih banyak pihak untuk peduli ter­hadap keber­si­han lingkun­gan.

Tan­ta­n­gan men­ja­ga keber­si­han memang tidak mudah, apala­gi di tem­pat yang ser­ing dikun­jun­gi banyak orang. Namun, den­gan kolab­o­rasi antara pemer­in­tah dan masyarakat, ser­ta kesadaran bersama, bukan tidak mungkin Tepi­an Narosa dan kawasan lain di Kuans­ing akan tetap ter­ja­ga kein­da­han­nya. Aksi seper­ti ini hen­daknya terus digalakkan agar men­ja­di teladan bagi daer­ah lain di Indone­sia.

Den­gan seman­gat gotong roy­ong dan kepedu­lian, keber­si­han lingkun­gan bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nya­ta. Apa yang dilakukan Bupati Kuans­ing dan jajaran pada pagi itu adalah buk­ti bah­wa peruba­han dim­u­lai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *