Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Puluhan Debt Collector ACC Finance Rantauprapat Mengeroyok Insan Pers

733
×

Puluhan Debt Collector ACC Finance Rantauprapat Mengeroyok Insan Pers

Sebarkan artikel ini

Labuhan­batu, –Snipernew.id

Aksi aro­gan­si dan main hakim sendiri kem­bali diper­ton­tonkan oleh oknum debt col­lec­tor atau yang dike­nal den­gan sebu­tan Mata Elang dari salah satu perusa­haan pem­bi­ayaan ACC. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tam­pak beber­a­pa pria diduga debt col­lec­tor bersite­gang hing­ga ter­ja­di tin­dak kek­erasan pada Jumat (19/09/2025)

Infor­masi yang dihim­pun, peri­s­ti­wa itu ter­ja­di keti­ka wartawan men­co­ba mence­gah aksi peny­i­taan kendaraan yang diduga dilakukan tan­pa prose­dur hukum yang sah. Bukan­nya menghen­tikan aksinya, oknum Mata Elang jus­tru melakukan pen­ga­ni­ayaan ter­hadap wartawan terse­but.

  Warga Desak Audit Dana Desa Kuta Pinang, Media Surati Kejaksaan

Tin­dakan ini son­tak men­u­ai keca­man dari berba­gai pihak. Pasal­nya, prak­tik peny­i­taan barang jam­i­nan fidu­sia tidak dap­at dilakukan sem­barangan. Berdasarkan Putu­san Mahkamah Kon­sti­tusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, eksekusi jam­i­nan fidu­sia wajib melalui mekanisme pen­gadi­lan apa­bi­la deb­itur meno­lak meny­er­ahkan barang.

Pihak leas­ing tidak bisa menarik pak­sa kendaraan deb­itur kare­na wan­prestasi atau macet cicilan, kecuali jika telah ada kesep­a­katan sukarela antara ked­ua belah pihak atau melalui pene­ta­pan pen­gadi­lan sesuai den­gan Putu­san Mahkamah Kon­sti­tusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019. Penarikan pak­sa oleh deb­itur dap­at dikat­e­gorikan seba­gai tin­dak pidana dan pelang­garan ter­hadap hak kon­sumen, ser­ta dap­at beru­jung pada sanksi hukum dan admin­is­trasi bagi perusa­haan leas­ing.

“Ini jelas melang­gar atu­ran. Debt col­lec­tor tidak pun­ya wewe­nang untuk melakukan kek­erasan atau main hakim sendiri. Kalau ada masalah kred­it macet, harus­nya dis­e­le­saikan sesuai prose­dur hukum,” ujar salah satu pemer­hati hukum di Labuhan­batu.

  Hakim Tolak Eksepsi Delpedro Cs, PN Jakarta Pusat Perintahkan Penahanan Kembali, Pendukung Bereaksi Keras

Sejum­lah pihak mende­sak agar kepolisian segera menin­dak tegas para oknum leas­ing atau kerab di sebut debt col­lec­tor yang telah melakukan tin­dakan di luar batas kewe­nan­gan. Selain itu, per­an perusa­haan pem­bi­ayaan juga diper­tanyakan kare­na diang­gap mem­biarkan tin­dakan pre­man­isme berke­dok penag­i­han utang.

Selepas dari pengeroyokan yang di lakukan para oknum leas­ing ACC Finance Rantaupra­p­at insan pers segera menele­pon 110 untuk mem­inta ban­tu­an agar di jem­put dari tem­pat pengeroyokan dan lang­sung melakukan pela­po­ran ke Pol­res Labuhan batu.

Kasus ini sudah di tan­gani Pol­res Labuhan batu den­gan nomor : STPL ( Surat Tan­da Pener­i­maan Lapo­ran) den­gan nomor : LP /B/1137/IX/2025/SPKT/POLRES LABUHANBATU/POLDA SUMATERA UTARA.

Ada­pun kor­ban Pengeroyokan yang di lakukan oleh oknum leas­ing ACC Finance atau Debt col­lec­tor antara lain Andi Putra Jaya Zan­dro­to Sat­ga­sus Mitramabesnews.id dan Ahmad Idris Rambe Pimp­inan Redak­si Radarkriminaltv.com yang ter­ja­di di depan kan­tor Astra Cred­it Com­pa­nies Jl. Sisinga­man­gara­ja, Labuhan­batu, Sumat­era Utara.

  Oknum Satpas Deli Serdang Diduga Pungli Urus SIM C

Pemuku­lan ter­hadap wartawan dap­at dike­nai sanksi pidana berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers yang men­jatuhkan huku­man pen­jara mak­si­mal 2 tahun atau den­da Rp 500 juta bagi sia­pa saja yang meng­ham­bat atau meng­ha­lan­gi ker­ja jur­nal­is­tik. Selain itu, Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) men­gatur ten­tang tin­dakan pengeroyokan, yaitu tin­dak pidana yang dilakukan oleh pelaku yang secara bersama-sama dan terang-teran­gan meng­gu­nakan kek­erasan ter­hadap orang atau barang. Pelaku yang ter­buk­ti melakukan tin­dak pidana ini dap­at dian­cam den­gan pidana pen­jara pal­ing lama lima tahun enam bulan, sesuai den­gan Pasal 170 ayat (1) KUHP.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *