Berita Peristiwa

Begal Berkedok Debt Collector Marak di Tangerang

237
×

Begal Berkedok Debt Collector Marak di Tangerang

Sebarkan artikel ini

Tangerang, SniperNew.id – Aksi keja­hatan den­gan modus berpu­ra-pura seba­gai petu­gas leas­ing atau debt col­lec­tor kem­bali mere­sahkan masyarakat Kabu­pat­en Tangerang. Peri­s­ti­wa ter­baru ter­ja­di di kawasan Jalan Raya Serang – Ciku­pa, tepat­nya di dekat Pabrik Tora­bi­ka, pada Rabu (10/9).

Kasus ini men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik sete­lah reka­man insi­d­en beredar di media sosial, menun­jukkan bagaimana pelaku meng­hadang pen­gen­dara motor dan memak­sa kor­ban meny­er­ahkan kendaraan, Kamis (11/09).

Menu­rut infor­masi yang dihim­pun melalui ung­ga­han akun media sosial Tre­ands “ikn­pos.” peri­s­ti­wa bermu­la keti­ka kor­ban sedang melin­tas meng­gu­nakan sepe­da motor di jalur uta­ma Jalan Raya Serang – Ciku­pa. Tiba-tiba, beber­a­pa orang tak dike­nal meng­hadang laju kendaraan kor­ban. Pelaku kemu­di­an men­gaku seba­gai pihak dari perusa­haan leas­ing yang bertu­gas menag­ih kred­it kendaraan. Den­gan dal­ih motor bermasalah dalam pem­ba­yaran, kor­ban dipak­sa berhen­ti dan meny­er­ahkan kendaraan­nya.

Tidak berhen­ti di situ, kor­ban juga men­gala­mi intim­i­dasi ver­bal. Saat berusa­ha men­doku­men­tasikan keja­di­an den­gan pon­sel, kor­ban jus­tru men­da­p­at per­lakuan kasar. Tin­dakan kek­erasan ini mem­bu­at kor­ban semakin ter­po­jok dan tidak ber­daya.

Pelaku dalam kasus ini dise­but-sebut berjum­lah lebih dari satu orang. Mere­ka berpe­nampi­lan layaknya debt col­lec­tor den­gan gaya meyakinkan, meng­gu­nakan paka­ian kasu­al dan men­gen­darai sepe­da motor. Tujuan uta­ma mere­ka adalah meyakinkan kor­ban bah­wa tin­dakan terse­but sah secara hukum, pada­hal sebe­narnya tidak ada dasar res­mi.

Modus semacam ini bukan per­ta­ma kali ter­ja­di. Dalam beber­a­pa kasus seru­pa di wilayah Tangerang, pelaku biasanya meng­in­car pen­gen­dara motor yang melin­tas sendiri­an. Mere­ka menyasar kendaraan roda dua yang relatif baru dan memi­li­ki nilai jual ting­gi. Den­gan berpu­ra-pura seba­gai penag­ih utang, pelaku lebih mudah menekan kor­ban agar meny­er­ahkan motor tan­pa per­lawanan.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Insi­d­en berlang­sung di Jalan Raya Serang – Ciku­pa, salah satu jalur padat yang menghubungkan berba­gai kawasan indus­tri di Kabu­pat­en Tangerang. Lokasi ini dike­nal ramai dilalui kendaraan prib­a­di, angku­tan umum, hing­ga truk logis­tik. Namun, mes­ki ramai, kasus keja­hatan seper­ti ini masih bisa ter­ja­di kare­na pelaku berg­er­ak cepat dan meman­faatkan keterke­ju­tan kor­ban.

Dekat­nya lokasi keja­di­an den­gan Pabrik Tora­bi­ka juga mem­bu­at pub­lik semakin meny­oroti kasus ini. Jalan di sek­i­tar pabrik ker­ap dilalui peker­ja yang pulang-per­gi pada jam ter­ten­tu, sehing­ga tingkat ker­awanan ter­bilang ting­gi.

Peri­s­ti­wa berlang­sung pada Selasa, 10 Sep­tem­ber 2025, siang hari. Wak­tu keja­di­an yang bera­da di jam pro­duk­tif jus­tru mem­per­li­hatkan keberan­ian pelaku dalam melan­car­kan aksinya. Hal ini sekali­gus menun­jukkan lemah­nya pen­gawasan di lapan­gan, kare­na aksi krim­i­nal bisa ter­ja­di secara terang-teran­gan di jalan umum.

Motif uta­ma dari aksi begal berke­dok debt col­lec­tor ini jelas untuk men­gua­sai kendaraan kor­ban. Sepe­da motor hasil ram­pasan kemu­ngk­i­nan besar akan dijual kem­bali den­gan har­ga mir­ing atau dipreteli untuk dijual seba­gai onderdil.

Selain itu, modus men­gaku seba­gai debt col­lec­tor sen­ga­ja dip­il­ih kare­na menim­bulkan ker­aguan pada kor­ban. Banyak masyarakat awam yang tidak mema­ha­mi perbe­daan antara penag­i­han res­mi leas­ing den­gan prak­tik liar di lapan­gan. Keti­adaan surat res­mi dan prose­dur hukum ser­ing kali dia­baikan oleh kor­ban yang ketaku­tan. Hal ini­lah yang diman­faatkan pelaku untuk men­jalankan keja­hatan.

Beri­ta ten­tang kasus ini memicu gelom­bang reak­si keras dari war­ganet. Banyak masyarakat meni­lai aparat pene­gak hukum per­lu segera turun tan­gan kare­na kasus seru­pa sudah beru­lang kali ter­ja­di.

Beber­a­pa komen­tar di media sosial meny­oroti lemah­nya pen­gawasan perusa­haan leas­ing dalam men­gatur penag­ih utang. Pub­lik berharap pihak leas­ing mem­berikan keje­lasan terkait sia­pa saja yang sah bertu­gas seba­gai debt col­lec­tor. Transparan­si semacam ini pent­ing agar masyarakat tidak mudah ter­tipu oleh pelaku krim­i­nal yang men­gaku-ngaku dari leas­ing.

War­ga sek­i­tar Jalan Raya Serang – Ciku­pa juga men­gaku resah. Mere­ka khawatir peri­s­ti­wa seru­pa menim­pa kelu­ar­ga atau rekan ker­ja, mengin­gat kawasan terse­but meru­pakan jalur vital bagi ribuan peker­ja pabrik seti­ap harinya.

  Mobilio ‘Atraksi’ di SPBU Bener, Nyaris Telan Korban

Mes­ki hing­ga kini belum ada perny­ataan res­mi dari kepolisian terkait insi­d­en 10 Sep­tem­ber itu, kasus seru­pa sebelum­nya per­nah ditin­dak. Polisi biasanya mengin­gatkan masyarakat untuk tidak mudah meny­er­ahkan kendaraan tan­pa surat res­mi peny­i­taan dari pen­gadi­lan.

Pakar hukum pidana juga mene­gaskan bah­wa tin­dakan mer­am­pas kendaraan tan­pa prose­dur hukum meru­pakan tin­dak pidana. Mes­ki pelaku men­gaku seba­gai debt col­lec­tor, peny­i­taan kendaraan tidak bisa dilakukan secara sepi­hak di jalan raya. Perusa­haan leas­ing wajib men­em­puh jalur hukum untuk menarik kendaraan bermasalah.

Kasus ini mene­gaskan pent­ingnya edukasi kepa­da masyarakat. Ada beber­a­pa langkah yang bisa dilakukan war­ga agar ter­hin­dar dari modus keja­hatan semacam ini:

1. Mem­inta Surat Res­mi – Jika ada yang men­gaku seba­gai debt col­lec­tor, minta selalu menun­jukkan surat tugas res­mi dari leas­ing ser­ta doku­men hukum peny­i­taan.

2. Tidak Panik – Tetap ten­ang dan jan­gan lang­sung meny­er­ahkan kendaraan.

3. Hubun­gi Polisi – Segera hubun­gi pihak kepolisian atau pos ter­dekat bila merasa diin­tim­i­dasi.

4. Laporkan ke Leas­ing – Kon­fir­masi ke perusa­haan leas­ing terkait sta­tus kred­it kendaraan.

5. Gunakan Jalur Ramai – Usa­hakan selalu mele­wati jalur yang ramai dan terang untuk men­gu­ran­gi risiko keja­hatan.

Fenom­e­na begal berke­dok debt col­lec­tor bukan hanya isu krim­i­nal sema­ta, tetapi juga masalah sosial dan hukum. Di satu sisi, perusa­haan leas­ing memang memi­li­ki hak untuk menarik kendaraan yang macet kred­it. Namun, pelak­sanaan hak itu harus melalui mekanisme hukum yang jelas. Peny­i­taan sepi­hak di jalan raya tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menim­bulkan keti­dakper­cayaan pub­lik ter­hadap lem­ba­ga pem­bi­ayaan.

Masyarakat diim­bau lebih was­pa­da dan mema­ha­mi hak-hak hukum­nya. Aparat pene­gak hukum pun ditun­tut tegas menin­dak pelaku yang men­catut nama debt col­lec­tor untuk kepentin­gan krim­i­nal. Tan­pa langkah tegas, kasus seru­pa berpoten­si terus beru­lang dan menim­bulkan kere­sa­han.

Fenom­e­na ini mem­per­li­hatkan adanya celah hukum dan lemah­nya pen­gawasan. Dalam reg­u­lasi, penarikan kendaraan bermo­tor oleh leas­ing harus berdasarkan putu­san pen­gadi­lan atau per­se­tu­juan ter­tulis dari kon­sumen. Artinya, tin­dakan yang dilakukan secara sepi­hak oleh orang tak dike­nal jelas meru­pakan pelang­garan hukum.

  Video Lansia Terjebak Banjir Medan Gegerkan Warga

Namun, kare­na banyak masyarakat tidak mema­ha­mi atu­ran itu, pelaku den­gan mudah meman­faatkan keti­dak­tahuan kor­ban. Apala­gi, intim­i­dasi dan anca­man fisik mem­bu­at kor­ban tidak pun­ya pil­i­han selain meny­er­ahkan kendaraan.

Jika dib­iarkan, modus ini bisa berkem­bang men­ja­di sindikat keja­hatan teror­gan­isir. Kendaraan hasil ram­pasan bisa masuk ke jaringan pen­jualan ile­gal, sehing­ga menim­bulkan keru­gian besar bagi masyarakat maupun negara.

Perusa­haan leas­ing memi­li­ki tang­gung jawab moral dan hukum untuk memas­tikan bah­wa semua debt col­lec­tor yang bertu­gas benar-benar res­mi, terdaf­tar, dan mengiku­ti prose­dur. Infor­masi ten­tang iden­ti­tas dan wewe­nang debt col­lec­tor seharus­nya dis­osial­isas­ikan secara ter­bu­ka kepa­da nasabah.

Den­gan begi­tu, masyarakat bisa mem­be­dakan mana debt col­lec­tor res­mi dan mana yang hanya kedok pen­ja­hat jalanan.

Masyarakat berharap kasus ini segera ditan­gani aparat kepolisian den­gan cepat dan transparan. Penangka­pan pelaku bukan hanya untuk mem­berikan rasa aman, tetapi juga mem­berikan efek jera kepa­da pihak-pihak yang men­co­ba melakukan hal seru­pa.

Selain itu, war­ga mende­sak adanya patroli rutin di jalur-jalur rawan seper­ti Jalan Raya Serang – Ciku­pa. Patroli terse­but diyaki­ni mam­pu menekan angka keja­hatan jalanan, ter­ma­suk begal berke­dok debt col­lec­tor.

Kasus begal berke­dok debt col­lec­tor di Kabu­pat­en Tangerang ini men­ja­di alarm keras bagi masyarakat, aparat, dan perusa­haan leas­ing. Modus krim­i­nal yang meman­faatkan celah hukum dan keti­dak­tahuan war­ga ter­buk­ti san­gat merugikan.

Peri­s­ti­wa yang ter­ja­di pada 10 Sep­tem­ber di Jalan Raya Serang – Ciku­pa mene­gaskan bah­wa anca­man keja­hatan bisa ter­ja­di kapan saja, bahkan di ten­gah kera­ma­ian. Oleh kare­na itu, kewas­padaan, pema­haman hukum, ser­ta kete­gasan aparat men­ja­di kun­ci uta­ma untuk mence­gah kasus seru­pa teru­lang.

Masyarakat diim­bau untuk selalu berhati-hati, men­ge­nali modus-modus keja­hatan baru, dan tidak ragu mela­por ke pihak berwe­nang jika men­e­mukan tin­dakan men­curi­gakan di jalan raya. (Abdd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *